IHSG Jebol, Ternyata Gara-gara Ini

IHSG Jebol, Ternyata Gara-gara Ini

IHSG hari ini ditutup jebol 2,4%, gara-gara tertekan sentimen eksternal. Saham-saham ini malah anti boncos, bahkan ada yang ARA - Halaman all

(InvestorID) 05/08/24 16:12 13396382

JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) jebol 248,46 poin (3,4%) di level 7.059,6 pada penutupan perdagangan Senin (5/8/2024). Ini melanjutkan pelemahan dua hari beruntun.

Sebanyak 62 saham terpantau naik, 592 saham turun, dan 134 saham stagnan. IHSG ternyata jebol gara-gara tertekan sentimen eksternal. Meski demikian, saham-saham ini malah anti boncos, bahkan salah satunya naik hingga mentok batas Auto Rejection Atas (ARA).

Adapun total nilai transaksi di bursa hari ini mencapai Rp 13,7 triliun. Volume perdagangan sebanyak 24,24 miliar saham dengan frekuensi sebanyak 1.345.595 kali.

Seluruh sektor saham jatuh pada penutupan pasar hari ini. Pelemahan terparah terjadi di sektor energi 4,68%. Diikuti, pelemahan di sektor barang baku 4,71%, sektor industri 3,93%, sektor barang konsumsi primer 1,94%, dan sektor barang konsumsi non primer 2,54%.

Sementara itu, saat IHSG hari ini jebol, indeks saham Asia juga terpuruk. Shanghai (China) jatuh 1,54%, Hang Seng (Hong Kong) anjlok 1,46%, Straits Times (Singapura) terpangkas 4,08%, dan terparah Nikkei (Jepang) ambles 12,4%,.

SahamAnti Boncos

Saat IHSG hari ini jebol, saham-saham ini malah anti boncos dan masuk daftar top gainers atau top cuan. Sebab, menghasilkan cuan hingga 34%.

Dari kelima saham tersebut, saham PT Duta Anggada Realty Tbk (DART) yang naik hingga mentok batas Auto Rejection Atas (ARA). Sebab, DART melonjak 34,75% menjadi Rp 190.

Sedangkan saham lainnya adalah PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) melejit 23,81% menjadi Rp 1.430, dan PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP) meningkat 16,94% menjadi Rp 290, PT Jaya Trishindo Tbk (HELI) naik 14,75% menjadi Rp 420 dan PT UBC Medical Indonesia Tbk (LABS) naik 12,61% menjadi Rp 134.

Penyebab IHSG

Sementara itu, Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, sentimen eksternal menekan pergerakan IHSG saat rilis data laporan pertumbuhan ekonomi dalam negeri kuartal II-2024 yang tumbuh positif meskipun terjadi perlambatan.

Dari eksternal, bursa Asia mengalami koreksi dan dalam tekanan aksi jual hal ini seiring dengan sikap para pelaku pasar pasca rilisnya data ekonomi Amerika Serikat (AS). Pada akhir pekan kemarin data nonfarm payrolls AS hanya meningkat 114 ribu, jauh di bawah perkiraan yang sebesar 175 ribu dan tingkat pengangguran atau unemployment rate naik menjadi 4,3%, di atas ekspektasi yang hanya sebesar 4,1%.

“Data tersebut mendorong pasar khawatir akan terjadinya pelemahan pertumbuhan ekonomi AS bahkan mungkin resesi. Sehingga ini membuat para pelaku pasar cenderung berhati-hati tentang prospek ekonomi negara tersebut,” tulis Pilarmas dalam risetnya.

Sementera dari dalam negeri, meskipun ekonomi dalam negeri masih bertumbuh namun pertumbuhannya mengalami perlambatan. Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal II-2024 mencapai 5,05% secara YoY, lebih rendah dari kuartal sebelumnya dimana yang mampu bertumbuh 5,11%.

“Meskipun lebih rendah dari kuartal sebelumnya, kami menilai hal ini disebabkan oleh faktor musiman yang menopang aktivitas ekonomi. Oleh karena itu, kami menilai pertumbuhan ekonomi dalam negeri masih cukup positif di saat kondisi ketidakpastian global masih membayangi,” tutupnya.

Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #ihsg #ihsg-hari-ini #indeks-harga-saham-gabungan #penyebab-ihsg #sentimen-eksternal-ihsg #sentimen-ihsg #top-gainers #saham-cuan #saham-ara #pilarmas #berita-ekonomi-t

https://investor.id/market/369192/ihsg-jebol-ternyata-garagara-ini