Cerita Kelompok Seniman Asal Blitar, Berangkat Pukul 01.30 WIB demi Ikut Festival Bantengan Nuswantara
Paguyuban Pecut Samadiman asal Blitar memulai perjalanan sejak pukul 01.30 WIB, berbekal semangat kebersamaan dan pelestarian budaya. Halaman all
(Kompas.com) 05/08/24 18:36 13400531
BATU, KOMPAS.com - Demi melestarikan kesenian bantengan, Paguyuban Pecut Samadiman asal Blitar, Jawa Timur, rela menempuh perjalanan jauh sejak dini hari untuk ikuti Festival Bantengan Nuswantara di Kota Batu, Jawa Timur, Minggu (4/8/2024).
Kelompok kesenian bantengan itu memulai perjalanan sejak pukul 01.30 WIB, seperti disampaikan oleh salah satu anggotanya, Rafael Pito Wahyu Bintang Pratama (21).
Rafael mengatakan, semangat kebersamaan dan pelestarian budaya menjadi motivasi utama mereka.
"Namanya sama-sama pencinta budaya ya, pelestari seni itu kita harus sama-sama iso nyengkuyung-lah, bahasa Jawa-nya itu harus iso nyengkuyung, guyub rukun seduluran sekatak," kata Rafael, Minggu (4/8/2024).
Paguyuban Pecut Samadiman membawa sekitar 20 anggotanya dalam kendaraan untuk mengikuti festival ini. Meskipun perjalanan cukup melelahkan, semangat mereka tidak surut untuk menyuguhkan penampilan terbaiknya.
"Tadi berangkat dari Blitar setengah dua dini hari sampai di sini jam lima subuh. Jam lima pagi," katanya.
Kelompoknya sudah kedua kalinya mengikuti Festival Bantengan Nuswantara setelah tahun lalu.
Paguyuban Pecut Samadiman juga telah mempersiapkan tampilan khusus dengan melakukan latihan yang intens sebelumnya.
- Disparta Kota Batu Janji Beri Ruang Tampil bagi Kesenian Bantengan
- Meriahnya Festival Bantengan Nuswantara di Kota Batu, Turis Asing Ikut Serta
KOMPAS.com/ Nugraha Perdana Festival Bantengan Nuswantara kembali digelar di Kota Batu, Jawa Timur pada Minggu (4/8/2024)."Kalau latihannya ada. Memang sudah dipersiapkan. Nanti untuk acara di-finish kan diberi waktu sekian menit untuk menampilkan acara dari paguyubannya masing-masing," ujarnya.
Salah satu ciri khas Paguyuban Pecut Samadiman adalah pertunjukan Macan Lodoyo yang akan ditampilkan dalam festival ini.
"Ciri khasnya dari Pecut Samadiman Blitar itu akan menampilkan Macan Lodoyo. Macan Lodoyo yang bertarung dengan pecut," jelas Rafael.
Perbedaan antara bantengan di Blitar dan Malang juga menjadi sorotan. Rafael menjelaskan, di Blitar, kesenian bantengan lebih mengacu pada sosok lembu sura, sedangkan kesenian bantengan di Malang lebih murni sebagai hewan alas.
"Kalau bantengan kan kalau di sebelah Blitar atau Kediri ya, itu kan bantengan cenderung karena itu mewujudkan seorang lembu sura. Tapi kalau banteng(an) di Malang itu kan murni banteng yang diwujudkan sebagai banteng itu hewan alas (hewan di hutan)," terangnya.
- 5 Wisata Dekat Stasiun Blitar, Ada yang Bisa Ditempuh Jalan Kaki
- 4 Penginapan Dekat Blitar Park, mulai Rp 130.000
View this post on Instagram
#kota-batu #wisata-batu #bantengan #kesenian-bantengan #beda-kesenian-bantengan-blitar-dan-malang