Tamara Tyasmara Lega Dengar Keterangan Saksi Sidang Kematian Dante

Tamara Tyasmara Lega Dengar Keterangan Saksi Sidang Kematian Dante

Tamara mengakui bahwa selama ini ia hanya mendapatkan informasi kematian sang anak hanya melalui CCTV atau cerita orang lain. Halaman all

(Kompas.com) 05/08/24 18:56 13406135

JAKARTA, KOMPAS.com - Tamara Tyasmara, artis peran sekaligus ibu Raden Adante Khalif Pramudityo alias Dante, mengaku lega setelah mendengar keterangan saksi mata dalam persidangan kasus pidana kematian putranya.

"Kita kan enggak pernah tahu apa yang terjadi di sana kan kalau enggak dengar tadi kesaksiannya Pak Dharma," ujar Tamara kepada wartawan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Senin (5/8/2024).

Tamara mengakui bahwa selama ini ia hanya mendapatkan informasi kematian sang anak hanya melalui CCTV atau cerita orang lain.

Kini Tamara mendengar langsung keterangan saksi yang hadir di tempat kejadian perkara (TKP) untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kejadian sebenarnya.

Selain itu, Tamara juga menyampaikan kekecewaannya terhadap pihak keluarga terdakwa Yudha Arfandi, yang meninggalkan ruang sidang saat kesaksian berlangsung.

Ia merasa bahwa mereka tidak menunjukkan rasa hormat terhadap proses pengadilan yang sedang berlangsung.

"Ini kan penting sekali ya. Mana keluarganya. Ini malah ada tapi keluar satu per satu," ungkapnya.

"Kecewa sih dengan keluarga terdakwa, tidak mendengarkan dari awal sampai akhir. Sekarang momen pentingnya gimana Dante bisa meninggal ternyata enggak dengerin," kata Tamara.

Diberitakan sebelumnya, saksi mata bernama Dharma Anwar Dani Hutapea memberikan kesaksiannya dalam sidang lanjutan kasus kematian Raden Adante Khalif Pramudityo alias Dante, anak artis Tamara Tyasmara dan DJ Angger Dimas.

Dharma mengungkapkan, ia berada di tempat kejadian perkara (TKP) ditenggelamkannya Dante, di kolam renang daerah Duren Sawit, Jakarta Timur, 27 Januari 2024.

Saat itu, ia melihat Dante sudah tidak sadarkan diri. Kemudian, kata Dharma, terdakwa Yudha Arfandi mengangkat Dante keluar dari kolam.

"Saya lihat posisi Dante memegang tepi kolam sampai akhirnya diangkat terdakwa ke atas. Karena memang posisinya sudah kondisi dalam keadaan yang tidak sadarkan diri," kata Dharma di ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur.

Dharma menjelaskan, saat itu ia berada sekitar 5-6 meter dari posisi Dante dan Yudha. Oleh karenanya, ia dapat melihat dengan jelas apa yang terjadi.

Setelah Dante diangkat dari kolam, Dharma segera memberikan bantuan CPR atau resusitasi jantung paru dan memanggil pelatih renang serta keamanan kolam untuk membantu.

"Istri saya kan teriak, \'Papi, tolong itu ada anak\', katanya. Terus spontan saya langsung ke situ," ujar Dharma.

"Saya menghampiri Dante dengan posisi Dante sudah tergeletak, telentang ke atas. Lalu saya coba bantu untuk CPR, menekan dadanya. Lalu banyak makanan atau nasi yang keluar dari mulutnya, bercampur dengan air," ucapnya.

Lebih lanjut, Dharma mengatakan bahwa upaya pertolongan pertama tersebut tidak berhasil. Tak lama, Dante dibawa ke rumah sakit.

"Yang berinisiatif supaya membawa anak ke rumah sakit siapa?" tanya Ketua Majelis Hakim Immanuel Tarigan.

Dharma pun menjawab, "Ada beberapa (para saksi) juga semuanya mengatakan untuk dibawa ke rumah sakit terdekat".

#tamara-tyasmara #pacar-tamara-tyasmara #sidang-kematian-dante #sidang-kasus-kematian-dante #sidang-kasus-dante

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/08/05/18562551/tamara-tyasmara-lega-dengar-keterangan-saksi-sidang-kematian-dante