Mitratel (MTEL) Fokus Kembangkan Konektivitas Luar Jawa
Mitratel (MTEL) berkomitmen kembangkan jaringan telekomunikasi di luar pulau Jawa, saat ini 59% atau 22.607 menara yang di luar Jawa - Halaman all
(InvestorID) 05/08/24 23:34 13430639
LABUAN BAJO, investor.id- PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel (MTEL) berkomitmen untuk mengembangkan jaringan telekomunikasi di luar pulau Jawa. Saat ini, tercatat sebanyak 59% atau sejumlah 22.607 menara yang dimiliki Mitratel berada di luar Jawa.
Direktur Utama Mitratel (MTEL) Theodorus Ardi Hartoko mengatakan, komposisi tersebut sejalan dengan langkah strategis yang dimiliki oleh perseroan untuk menangkap peluang dari pasar, atas langkah operator seluler untuk mengembangkan bisnisnya keluar Jawa.
“Hal ini juga terefleksikan dari pertumbuhan penambahan tenant yang dimiliki perseroan di luar Jawa sebesar 8%, lebih tinggi dibandingkan di Jawa yang pertumbuhannya sebesar 6%,” ungkap Direktur Utama Mitratel (MTEL) Theodorus Ardi Hartoko di sela media gathering, Senin (5/8/2024).
Pria yang akrab disapa Teddy ini mengatakan, ditopang oleh 38 ribu menara dan lebih dari 37 ribu KM fiber optic PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel (MTEL) sebagai perusahaan digital infrastruktur telekomunikasi terbesar di Indonesia, berupaya mengambil peran lebih besar untuk menjadi garda terdepan dalam mengakselerasi pemerataan akses jaringan telekomunikasi di seluruh pelosok negeri, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Menurut Teddy, kepercayaan industri terhadap perseroan merupakan bahan bakar kami untuk terus aktif melakukan ekspansi bisnis yang sejalan dengan strategi Perusahaan, termasuk adopsi teknologi baru untuk menghadapi perubahan di industri dengan melakukan kemitraan strategis yang selektif dan terus mengembangkan infrastruktur di luar pulau Jawa.
“Kami percaya strategi ini semakin mendekatkan kami dengan visi Mitratel untuk menjadi Digital InfraCo nomor satu di pasar APAC (Asia-Pacific),” ucapnya.
Teddy mengatakan, salah satu upaya untuk meningkatkan layanan telekomunikasi di Indonesia dilakukan dengan mendorong inovasi Flying Tower System (FTS), teknologi pesawat tanpa awak bertenaga surya yang menggunakan teknologi Zephyr High Altitude Platform Station (Zephyr HAPS) dari anak usaha Airbus, AALTO HAPS Ltd. (AALTO).
Berbagai upaya penguatan infrastruktur serta inovasi yang diinisiasi oleh Mitratel ini semakin mengukuhkan pertumbuhan kinerja perusahaan yang tercermin dari pencapaian semester I- 2024, pendapatan mencapai Rp 4,45 triliun, meningkat 7,8% dari periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/YoY) dan laba bersih tembus Rp 1 triliun.
Bisnis Mitratel
Model bisnis Mitratel menekankan diri pada sistem Economic Sharing, dimana Mitratel hadir sebagai one stop solution untuk berbagai kebutuhan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia. Model bisnis yang dipercaya membantu Mobile Network Operator (MNO) dalam melakukan efisiensi biaya operasional ini, menjadi salah satu faktor utama pertumbuhan jumlah penyewa layanan Mitratel yang mencapai 58.598 tenant, atau naik 7,1% yoy. ‘
Meningkatnya kepercayaan industri telekomunikasi terhadap Mitratel menghasilkan peningkatan laba perusahaan, di mana laba sebelum pajak, bunga dan amortisasi (EBITDA) pada pada periode Januari - Juni 2024 ini mencapai Rp 3,69 triliun. Angka ini meningkat 10,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Margin EBITDA yang meningkat menjadi 83,1% dari 81,2% pada tahun sebelumnya, mencerminkan efisiensi perusahaan yang semakin baik.
Berbagai keberhasilan pertumbuhan bisnis Mitratel, dicapai dengan tetap memprioritaskan dan mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam operasi dan strategi bisnisnya. Sejumlah upaya keberlanjutan telah dilakukan Mitratel untuk mengurangi dampak lingkungan, yakni dengan cara penerapan sistem manajemen lingkungan yang tersertifikasi dan penyempurnaan kebijakan lingkungan yang berkelanjutan.
Salah satu bentuk nyata upaya mengurangi emisi karbondioksida (CO2), Mitratel menggunakan panel tenaga surya sebagai alternatif energi ramah lingkungan untuk menara-menara Base Transceiver Station (BTS) yang berada pada lokasi off grid.
Sebagai hasil dari upaya tersebut, Mitratel meraih Best ESG Risk Rating di antara perusahaan menara dan telekomunikasi dengan skor 22.4, di atas dari nilai rata-rata industri domestik dan global sebesar 26,2%, dan menjaga posisi untuk selalu masuk di indeks LQ45.
“Kami percaya bahwa dengan menerapkan praktik-praktik terbaik dalam lingkungan, sosial, dan tata kelola, kami tidak hanya akan menciptakan nilai tambah bagi perusahaan tetapi juga bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar kami" tutup Teddy.
Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #mitratel #mtel #menara-mtel #fiber-mtel #bisnis-mitratel #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/369249/mitratel-mtel-fokus-kembangkan-konektivitas-luar-jawa