Harga Minyak Anjlok Tertekan Aksi Jual Besar-besaran di Pasar Saham Global
Harga minyak anjlok dalam perdagangan bergejolak, Senin (5/8/2024). Hal itu karena tertekan aksi jual besar-besaran di pasar saham global - Halaman all
(InvestorID) 06/08/24 04:31 13459269
HOUSTON, investor.id - Harga minyak anjlok dalam perdagangan yang bergejolak pada Senin (5/8/2024). Hal itu karena tertekan aksi jual besar-besaran di pasar saham global. Tapi penurunan tersebut dibatasi oleh kekhawatiran bahwa pembalasan Iran atas pembunuhan seorang pemimpin Hamas di Teheran dapat menyebabkan perang yang meluas di Timur Tengah.
Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent ditutup turun 51 sen (0,66%) menjadi US$ 76,3 per barel, meskipun sebelumnya diperdagangkan di sekitar level terendah sejak Januari. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 58 sen (0,79%) pada US$ 72,94.
Pasar ekuitas anjlok dari Asia hingga Amerika Utara karena investor meninggalkan aset berisiko sambil berharap bahwa pemangkasan suku bunga cepat oleh Federal Reserve akan diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi AS. "Pasar saham anjlok karena laporan pekerjaan (Jumat) meyakinkan pasar bahwa The Fed sekali lagi tertinggal," tulis Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group.
Kekhawatiran atas kemungkinan gangguan pasokan lebih lanjut akibat perang Timur Tengah yang lebih luas membatasi penurunan harga minyak sepanjang hari.
Israel dan AS bersiap menghadapi eskalasi serius di kawasan tersebut setelah Iran dan sekutunya Hamas dan Hizbullah berjanji untuk membalas Israel atas pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh dan seorang komandan militer Hizbullah minggu lalu.
Pedagang minyak memperkirakan respons Iran akan berlangsung singkat, membuat minyak mentah berjangka lebih rentan terhadap kekhawatiran resesi AS seperti yang mengguncang pasar pada hari Senin, kata John Kilduff, mitra pendiri Again Capital LLC.
"Jika ini berlalu dengan cepat, harga minyak mentah akan mengikuti pesta suram yang luar biasa ini dan harga akan lepas kendali," kata Kilduff.
Penurunan konsumsi solar di China, penyumbang pertumbuhan permintaan minyak terbesar di dunia, juga membebani minyak.
Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #harga-minyak #minyak-mentah #brent #wti #pemangkasan-suku-bunga #pasar-saham-global #pemangkasan-suku-bunga #berita-ekonomi-terkini