Kisah Warga Muara Angke Berpuluh Tahun Lewati Jalan Rusak yang Tak Kunjung Diperbaiki

Kisah Warga Muara Angke Berpuluh Tahun Lewati Jalan Rusak yang Tak Kunjung Diperbaiki

Selama ini, warga selalu patungan untuk menguruk jalanan dengan kerikil dan puing bekas agar jalan tersebut bisa dilalui dan tak selalu becek. Halaman all

(Kompas.com) 06/08/24 08:12 13481781

JAKARTA, KOMPAS.com - Puluhan tahun sudah Jalan Dermaga Ujung 1, Muara Angke, Jakarta Utara, rusak parah.

Meski berada di kota besar, Jalan Dermaga Ujung 1 justru didominasi tanah merah dengan kontur yang tidak merata.

Jalan itu semakin sulit dilalui ketika hujan tiba. Pasalnya, air akan menggenang di beberapa titik.

Genangan air tersebut membuat Jalan Dermaga Ujung 1 menjadi sangat licin dan becek sehingga sulit untuk dilalui.

Selama ini, warga selalu patungan untuk menguruk jalanan dengan kerikil dan puing bekas agar jalan tersebut bisa dilalui dan tak selalu becek.

Namun, tumpukan kerikil dan puing bekas justru membuat jalan ini semakin tak nyaman ketika dilalui.

Setiap pengendara harus berhati-hati ketika melintas. Jika tidak, pengendara bisa saja terjatuh karena tergelincir tanah yang sudah bercampur air atau batuan.

Dalam situasi demikian, jalan ini masih sering dilalui mobil bak, becak motor, dan kendaraan lain yang bermuatan berat, sehingga memperparah kondisinya.

Sementara, jika musim panas tiba, jalanan ini menjadi berdebu. Debu jalanan pun akan berhamburan ketika dilalui kendaraan atau pejalan kaki.

Puluhan tahun

Sejumlah warga yang tinggal di sekitar Jalan Dermaga Ujung 1 pun mengeluhkan kondisi ini. Warga mengatakan, sudah puluhan tahun jalan tersebut rusak parah dan tak beraspal.

"Dari saya kecil belum pernah diaspal sama sekali," kata salah seorang warga bernama Susi (35) saat diwawancarai Kompas.com di lokasi, Senin (5/8/2024).

Susi mengungkapkan, dirinya sudah tinggal di Jalan Dermaga Ujung 1 selama 30 tahun. Selama itu, kerusakan jalan di depan rumahnya belum pernah diperbaiki pemerintah.

Bukan hanya Susi, warga lain bernama Yanti (35) juga mengeluhkan hal yang sama.

"Sama aja keluhannya seperti itu, ini jalanannya kaya gini mulu (rusak mulu)," ucap Yanti.

Hambat aktivitas warga

Rusaknya Jalan Dermaga Ujung 1 membuat aktivitas warga menjadi terhambat. Sejumlah warga merasa begitu kesulitan ketika hendak bepergian karena jalan tersebut rusak dan becek.

"Sebenarnya sulit banget ya kalau mau pergi ke mana-mana repot, gujlak-gajluk (bergelombang)," kata Susi.

Agus (60), warga setempat, turut merasakan hal yang sama. Ia merasa tidak nyaman bepergian karena kerusakan jalan di depan rumahnya.

"Kurang nyaman aja, ke mana-mana susah," ucap Agus.

Bikin anak-anak jatuh

Bukan hanya menghambat aktivitas warga, kerusakan Jalan Dermaga Ujung 1 juga sering membuat anak-anak terjatuh hingga terluka.

"Iya, sering berdarah (kalau jatuh) itu anak saya sering banget, ya Allah," keluh Susi.

Jika saja Susi selalu membawa buah hatinya ke rumah sakit tiap kali terjatuh, kata dia, mungkin sudah banyak biaya yang ia keluarkan.

Susi berharap agar jalan di depan rumahnya bisa segera diperbaiki pemerintah supaya nyaman dilalui.

Pun demikian dengan Yanti. Dia berharap agar jalan di depan rumahnya itu bisa segera diaspal.

"Ya, semoga pemerintah bisa langsung lihat, bisa lebih baik lagi, biar kayak daerah-daerah orang diaspal," terang Yanti.

Patungan uruk jalan

Selama puluhan tahun, warga pun secara sukarela patungan untuk melakukan pengurukan jalan. Jalan tersebut diuruk menggunakan puing bekas dan kerikil yang dibeli warga dengan harga Rp 120.000 per satu truk.

Agus mengatakan, biasanya ia dimintai patungan sebesar Rp 50.000 untuk setiap pengurukan jalan.

Pengurukan jalan itu bisa dilakukan sebanyak dua kali dalam satu tahun.

Meski tak membuat Jalan Dermaga Ujung 1 menjadi rata, pengurukan setidaknya membuat jalan bisa dilalui dan tak terlalu becek.

Minta perbaikan tak direspons

Sejumlah warga pun mengaku sudah meminta pemerintah untuk memperbaiki Jalan Dermaga Ujung 1. Namun, sampai detik ini, permintaan tersebut tak direspons.

"Sudah ada dari RT mengajukan perbaikan, cuma mungkin enggak ada respons atau tindak lanjut," kata Yanti.

Warga setempat lain bernama Warkiman (57) juga mengatakan hal yang sama. Katanya, pihak RT atau RW sudah berkali-kali mengajukan perbaikan jalan ke Dinas Bina Marga atau Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara, namun belum ditanggapi hingga kini.

"Memang sulit, sudah mengajukan ke mana pun enggak pernah direspons. Ini kan sudah ada status RT dan RW, tapi kita mau mengajukan ke mana pun enggak pernah direspons, enggak ada ujung pangkal atau lanjutannya," ujar dia.

#jalan-dermaga-ujung-muara-angke #jalan-dermaga-ujung-rusak

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/08/06/08121571/kisah-warga-muara-angke-berpuluh-tahun-lewati-jalan-rusak-yang-tak