Kapolres Jaktim: Tawuran Bukan Lagi Sekadar Kenakalan Remaja, tetapi Kriminal

Kapolres Jaktim: Tawuran Bukan Lagi Sekadar Kenakalan Remaja, tetapi Kriminal

Fenomena tawuran yang kerap terjadi di wilayah Jakarta Timur bukan lagi sekadar kenakalan remaja. Halaman all

(Kompas.com) 06/08/24 09:42 13493555

JAKARTA, KOMPAS.com - Fenomena tawuran yang kerap terjadi di wilayah Jakarta Timur bukan lagi sekadar kenakalan remaja.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Nicolas Ary Lilipaly mengatakan, tawuran kini telah berkembang menjadi tindak kriminal.

"Bagi saya ini sudah bukan kenakalan remaja lagi. Ini sudah kriminal murni karena mereka sudah menggunakan alat untuk mencederai orang lain," ujar Nicolas mengutip wawancara eksklusif dengan Kompas.com, Selasa (6/8/2024).

Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan senjata seperti celurit, pedang, hingga bom molotov menjadi alat yang sering digunakan saat tawuran.

Hal ini menunjukkan tingkat kekerasan yang semakin tinggi, dengan kasus-kasus ekstrem seperti di Ciracas, di mana seorang remaja kehilangan tangan akibat tawuran.

"Pelaku punya alat bukti yang digunakan, seperti air keras, celurit panjang, dan stik golf," tambah Nicolas.

Nicolas menyebut penggunaan media sosial turut memperparah situasi.

"Tawuran sekarang banyak diatur melalui media sosial, mereka saling menantang dan memprovokasi," ungkapnya.

Adapun beberapa kecamatan di Jakarta Timur seperti Matraman, Duren Sawit, dan Cakung menjadi titik rawan dengan intensitas tawuran yang tinggi.

Dalam upaya untuk mengatasi masalah ini, pihak kepolisian telah melakukan berbagai langkah preventif dan represif, termasuk patroli siber dan kerja sama dengan sekolah-sekolah.

Meski demikian, Nicolas menekankan perlu kerja sama dari semua pihak, termasuk masyarakat, untuk mencegah dan menangani tawuran.

"Ini bukan hanya tugas polisi, tetapi juga tugas kita semua untuk menjaga keamanan dan ketertiban," tegasnya.

#tawuran-di-jakarta #tawuran-di-jakarta-semakin-marak #tawuran-di-jakarta-timur

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/08/06/09420821/kapolres-jaktim-tawuran-bukan-lagi-sekadar-kenakalan-remaja-tetapi