Polisi Ungkap Kendala Kasus Kematian Petugas TPST Bantargebang, Saksi Belum Beri Info Jelas
Tiga saksi yang diperiksa dalam kasus meninggalnya petugas kebersihan TPST Bantargebang belum memberikan informasi yang jelas. Halaman all
(Kompas.com) 06/08/24 15:26 13522435
BEKASI, KOMPAS.com - Polres Metro Bekasi Kota mengalami kendala dalam mengungkap penyebab kematian Waryanto (51), petugas kebersihan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP Muhammad Firdaus menyampaikan, tiga saksi yang diperiksa dalam kasus ini belum memberikan informasi yang jelas.
"Ya, terakhir yang kita dalami tiga keterangan itu statusnya masih saksi. Ya keterangan masih tertutup, karena belum memberikan informasi sejelasnya," ujar Firdaus, kepada kompas.com, Selasa (6/8/2024).
Polisi juga masih menunggu hasil otopsi jenazah Waryanto. Selain itu, hasil pemeriksaan toksikologi atau kandungan racun di dalam tubuh mayat juga belum keluar.
Hasil toksikologi penting untuk didapat karena bisa menjadi petunjuk penyebab kematian,
"Belum, toksikologi belum keluar. Belum, paling lambat tiga bulan, kata dokter," ucap Firdaus.
Diketahui, Waryanto (51) petugas kebersihan TPST Bantargebang, ditemukan tewas di penampungan air setelah hilang selama dua hari.
Saat ditemukan, kondisi kepala korban terbungkus karung dan kedua kaki serta tangan terikat tali.
Jasad Waryanto pertama kali ditemukan oleh Tio (28) yang tengah memancing di penampungan air TPST Bantargebang, Rabu (17/7/2024).
Tio melihat ada tumpukan kain mengambang di atas air sedang dimakan biawak. Saat dihampiri, ternyata tumpukan kain tersebut merupakan jasad Waryanto.
Polisi sudah memeriksa 28 saksi terkait kasus meninggalnya Waryanto, dari jumlah tersebut ada 3 saksi yang masih didalami keterangannya.
#pemulung-di-tpst-bantargebang #jasad-di-tpst-bantargebang #jasad-petugas-kebersihan-di-tpst-bantargebang