Dukung Kebijakan Cabut KJP bagi Pelajar yang Tawuran, Kapolres Jaktim: Untuk Efek Jera
Polisi mendukung kebijakan pencabutan Kartu Jakarta Pintar (KJP) terhadap pelajar yang terlibat aksi tawuran. Halaman all
(Kompas.com) 06/08/24 15:58 13528140
JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly mendukung kebijakan pencabutan Kartu Jakarta Pintar (KJP) terhadap pelajar yang terlibat aksi tawuran.
Menurut dia, langkah ini bisa memberikan efek jera bagi pelajar sehingga tidak terlibat dalam kegiatan negatif lagi.
"Hak-hak yang disediakan oleh negara itu tolong ditinjau kembali. Kalau anak berperilakunya tidak bisa ditoleransi, ya sudah dicabut," ujar Nicolas dalam wawancara khusus dengan Kompas.com, dikutip pada Selasa (6/8/2024).
Namun, keputusan itu tidak boleh diambil secara sembarangan. Nicolas menegaskan, penilaian harus dilakukan secara teliti untuk melihat sejauh mana keterlibatan pelajar tersebut dalam tawuran.
"Kita harus tahu dulu dia sampai di mana keterlibatan dia, pemahaman dia, dan sebagainya," kata Nicolas.
"Kadang-kadang hanya ikut-ikutan, kebanyakan hanya ikut-ikutan, harus dipilah-pilah. Kebanyakan hanya ikut-ikutan teman karena ingin solidaritas antar kelompok, antargeng itu," lanjut dia.
Ia juga menambahkan, keputusan pencabutan KJP juga harus dibuat dengan mempertimbangkan berbagai faktor.
"Kita harus memberikan pembinaan lagi sampai berapa kali, itu harus disusun, kategori-kategori dicabut," terangnya.
"Jangan sekali terus langsung dicabut, itu yang kita usulkan yang kita harapkan, seperti itu. Supaya mendatangkan efek deteran, efek jera bagi mereka," ujar Nicolas.
Lebih lanjut, Nicolas mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama menangani masalah tawuran.
Sebab, fenomena tawuran bukan hanya terjadi di Jakarta Timur saja, tetapi sudah menjadi tren di berbagai wilayah.
"Tawuran ini sudah tren, itu kehidupan para remaja dan warga tertentu," katanya.
Dengan pendekatan yang lebih komprehensif, diharapkan masalah tawuran dapat diminimalisasi dan pelajar dapat diberikan kesempatan untuk belajar dari kesalahan mereka.
"Mari kita sama-sama, dari instansi pemerintah, instansi terkait, kelembagaan, kementerian terkait, mari kita lihat fenomena ini sebagai masalah yang harus kita selesaikan bersama," imbuh dia.
#tawuran-di-cakung #tewas-dalam-tawuran #korban-tawuran #tawuran-di-jakarta-timur