5 Eks Klitih Tampil di Fight Club: Event Tinju untuk Redam Kejahatan di Yogya - kumparan.com

5 Eks Klitih Tampil di Fight Club: Event Tinju untuk Redam Kejahatan di Yogya - kumparan.com

5 Eks Klitih Tampil di Fight Club: Event Tinju untuk Redam Kejahatan di Yogya

(Kumparan.com) 06/08/24 18:24 13544977

Kejahatan jalanan atau yang kerap disebut klitih meresahkan masyarakat Yogyakarta. Coba meredam aksi klitih, event bernama Fight Club Yogyakarta atau Fight Club Yk muncul.

Remaja kini tak perlu bikin onar di jalanan, mereka bisa tampil keren di atas ring. Unjuk gigi dan ditonton banyak orang.

"Memang kalau bicara sejarah awalnya itu sengaja nggak sengaja sebenarnya. Kita suka boxing, di Yogyakarta kan kasus klitih banyak banget dan nggak selesai-selesai. Posisi saya antropolog juga, sempat riset kecil," kata Kepala Divisi Pengembangan Fight Club Yk Adi Bayu Perkasa, pada Selasa (6/8).

Bayu mengatakan, dalam riset itu dia sempat bertemu pelaku klitih dan ngobrol. Lalu, Bayu ingin bikin program yang efektif untuk meredam kejahatan jalanan.

Selain pengaruh lingkungan dan obat-obatan, Bayu mengatakan remaja nekat klitih karena ingin kelihatan sangar. Terkadang adrenalin mereka terpicu karena aksi saling tantang.

"Waktu itu kita lagi pemetaan konsepnya, kebetulan saya dekat Dinas Perdagangan saya izin pakai fasilitasnya untuk bikin konsepnya dulu. Sama teman-teman lingkungan dulu, teman band, bikin boxing-boxing-an, tetapi ternyata warga udah pada lihat akhirnya pingin nyobain juga," bebernya.

Fight Club Yk ini bertempat di kompleks Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta atau Pasty Yogya. Mereka mengusung jargon "No Win-No Lose-No Pressure". Tak ada menang kalah.

Sementara aturan main mengikuti ketentuan organisasi Persatuan Tinju Amatir Indonesia atau Pertina.

"Yang unik karena tidak ada kemenangan dan kekalahan jadi risiko bentrok malah tidak ada," katanya.

Eks Klitih Ikut

Dia mengatakan ada beberapa eks klitih yang ikut berpartisipasi.

"Sementara yang kami kenal memang benar-benar pernah jadi atau ketangkep di klitih seenggaknya ada lima. Itu yang ngaku ke kami. Kalau harapan kami, malah kami penginnya nggak tahu siapa pun itu. Kami ingin meredam supaya besoknya nggak ada lagi orang pingin klitih," katanya.

Dia ingin mengubah gengsi remaja tak lagi berlomba-lomba membacok orang tetapi berlomba-lomba ingin main di Fight Club Yk.

Bayu mengatakan para eks klitih ini mengaku senang bisa tampil dan dilihat banyak orang. Harapannya mereka jadi tak cari perhatian di jalanan.

"Di sini kalau kalah juga nggak malu. Karena tidak ada penentuan sama sekali. Pertandingan selesai dua-duanya, tangannya diangkat," bebernya.

Konsultasi dengan Pertina

Bayu mengatakan dirinya pun konsultasi dengan Pertina. Sebelum tanding, para petinju ini tetap wajib pemanasan. Mereka juga diajari dasar teori-teori dalam tinju. Misalnya tak boleh memukul kepala bagian belakang dan lain sebagainya.

"Kami ajarin lewat aturan boxing kami ajari edukasinya juga. Sebelum pertandingan biasanya," jelasnya.

Selain senang-senang, Bayu mengatakan tak menutup kemungkinan mereka yang tampil di sini bisa jadi jalan untuk menjadi petinju profesional.

"Sangat besar. Itu bagian afiliasi kami dengan Koni melalui Pertina. Itu memang kami ada program penjaringan," bebernya.

Apabila ada yang tertarik ingin jadi atlet, Bayu akan membantu agar mereka bisa semakin berkembang dan bisa bermain di ajang profesional.

"Nanti kami akan ajukan dan dari Pertina mereka akan membantu memfasilitasi untuk nanti jadi, misalkan diarahkan ke Porda atau ke PON," katanya.

"Daripada di jalan ternyata ada hal yang lebih membanggakan," jelasnya.

Animo Membeludak

Event ini ternyata disambut meriah oleh remaja-remaja di Kota Pendidikan itu. Selama sembilan kali gelaran ada ratusan remaja yang ikut serta. Sementara, penonton mencapai ribuan.

"Ke depan kita pindah ke Plaza Ngasem karena sudah tak memungkinkan tempatnya sudah terlalu banyak," katanya.

Dahulu, event ini digelar seminggu sekali. Lalu karena animo tinggi dibuat dua minggu sekali. Setiap event ada 30 pertandingan.

"Ini yang paling fixed sekarang satu bulan sekali mediumnya makin besar kami menambah kuota jadi sekitar 110 fighter per hari. Event di minggu ketiga setiap bulan sekali," bebernya.

Event ini dipastikan mengantongi izin instansi terkait. Saat pertandingan dilaksanakan pun disediakan sejumlah fasilitas termasuk fasilitas kesehatan seperti ambulans.

Daftar Cukup Bayar Rp 10 Ribu

Di awal-awal mereka yang ingin tampil di ring tak dipungut biaya. Namun kini peserta yang tampil membayar Rp 10 ribu. Uang itu untuk operasional acara termasuk fasilitas kesehatan dan lain sebagainya.

"Untuk iuran ambulans itu sebenarnya. Itu (biaya) untuk operasional," bebernya.

Inovasi juga tak akan berhenti. Ke depan Fight Club Yk akan kerja sama dengan sejumlah komunitas seperti hip hop hingga band.

"Agar ini bukan hanya sebagai acara momentum saja," jelasnya.

#news #klitih #yogya #5 #n-a

https://kumparan.com/kumparannews/5-eks-klitih-tampil-di-fight-club-event-tinju-untuk-redam-kejahatan-di-yogya-23H5wlplkao