Kisah Pelari AS Raih Emas Olimpiade: Lulusan Harvard, Meneliti Tidur

Kisah Pelari AS Raih Emas Olimpiade: Lulusan Harvard, Meneliti Tidur

Atlet wanita Amerika Serikat, Gabby Thomas, berhasil meraih medali emas cabang olahraga (cabor) atletik Olimpiade 2024 nomor lari 200 meter putri. Halaman all

(Kompas.com) 07/08/24 07:45 13615088

KOMPAS.com – Pelari wanita Amerika Serikat, Gabby Thomas, berhasil meraih medali emas cabang olahraga (cabor) atletik Olimpiade 2024 nomor women’s 200 meter.

Thomas mengemas medali emas Olimpiade 2024 seusai finis pertama dengan catatan waktu 21,81 detik.

Sang atlet berumur 27 tahun itu berada di depan Julien Alfred (Saint Lucia) dan Brittany Brown (Amerika Serikat) yang secara berurutan finis di posisi kedua dan ketiga.

Gabby Thomas menjadi atlet Amerika Serikat pertama yang juara di nomor 200 meter wanita sejak Allyson Felix pada Olimpiade 2012.

Kisah menarik mengiringi keberhasilan Gabby Thomas di Olimpiade 2024. Ia tidak hanya piawai di lintasan lari.

Atlet kelahiran 7 Desember 1996 itu ternyata mempunyai prestasi apik di bidang pendidikan.

Menurut laporan TIME, Thomas adalah lulusan salah satu universitas terbaik di dunia, yakni Harvard.

Peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 itu lalu memegang gelar master public health atau kesehatan masyarakat di Universitas Texas.

ANDREJ ISAKOVIC Pelari AS Gabrielle Thomas berlari untuk memenangi final nomor lari 200 meter putri cabang atletik Olimpiade Paris 2024 di Stade de France di Saint-Denis, sebelah utara Paris, pada 6 Agustus 2024. (Foto oleh Andrej ISAKOVIC/AFP)

Thomas menyelesaikan gelar masternya di Universitas Texas dengan menulis soal relasi ras dengan kualitas tidur.

"Kesimpulan terbesar bagi saya adalah bahwa tidur adalah krisis kesehatan masyarakat dan sebagai masyarakat, kita tidak menyadarinya," kata Thomas dilansir dari Associated Press.

"Stres gaya hidup memiliki dampak yang signifikan terhadap tidur dan sebenarnya terkait dengan banyak masalah kesehatan kronis di kemudian hari."

"Jadi, meskipun saya memprioritaskan tidur saya sendiri agar saya bisa menjadi salah satu pelari terbaik di dunia, ini juga karena saya sangat sadar akan konsekuensi dari tidak mendapatkan tidur yang cukup di kemudian hari," ucapnya.

Di samping menjadi atlet, Gabby bekerja untuk menawarkan layanan medis kepada pasien yang tidak memiliki asuransi.

Menariknya, ibu Gabby Thomas, Jennifer Randall, merupakan seorang profesor di Universitas Michigan.

Sang ibu memiliki peran besar terhadap karier Gabby Thomas. Ia memberikan dukungan penuh untuk Thomas kecil dalam menekuni olahraga lari.

Atlet berpostur 178 cm itu mulai menekuni olahraga lari saat berada di tahun pertama SMA di Massachusetts.

Selanjutnya, Harvard merekrut Thomas untuk mengikuti kompetisi atletik nomor 100 meter, 200 meter, lompat jauh, dan lompat jangkit.

Pada tahun 2018, Thomas berhasil memenangi gelar NCAA nomor 200 meter.

#amerika-serikat #olimpiade #harvard #olimpiade-2024 #gabby-thomas

https://www.kompas.com/sports/read/2024/08/07/07455328/kisah-pelari-as-raih-emas-olimpiade-lulusan-harvard-meneliti-tidur