Saat Istana Benarkan Sewa Ratusan Mobil saat HUT RI di IKN, tapi...
Setya membenarkan Kemensetneg tetap menyewa kendaraan operasional sekitar 100-an unit untuk wara-wiri dan logistik, seperti truk dan mobil box barang. Halaman all
(Kompas.com) 07/08/24 09:43 13631533
JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana pemerintah menyewa mobil untuk tamu negara yang akan mengikuti peringatan HUT ke-79 RI di Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur, disorot publik.
Pasalnya, bukan hanya jumlah mobil yang disewa banyak, melainkan juga harganya cukup fantastis karena adanya lonjakan harga akibat tingginya kebutuhan tidak sebanding dengan suplai yang ada.
Belakangan setelah ramai diperbincangkan, pihak Istana Kepresidenan membantah bahwa pemerintah akan menyewa mobil dalam jumlah besar. Namun, Istana membenarkan bila mereka akan menyewa bus untuk membantu mobilisasi para tamu negara termasuk para menteri.
Dikabarkan sewa 100 unit
Mulanya, kabar penyewaan ini datang dari Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pengusaha Rental Mobil Daerah Indonesia (Asperda) Kalimantan Timur Damun Kiswanto.
Ia mengaku menerima orderan penyewaan 100 unit mobil roda empat oleh Kemensetneg untuk HUT ke-79 RI di IKN. Pemerintah menyewa mobil tersebut untuk memenuhi kebutuhan pergerakan tamu negara dan very very important person (VVIP).
Bahkan, pihaknya sudah menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kemensetneg untuk pengadaan mobil tersebut.
"Jumlah kendaraan yang terkontrak sekitar 100 unit, dan itu sudah dibayar dimuka sebesar 50 persen dari nilai kontrak," kata Damun Kiswanto di Kota Balikpapan, Provinsi Kaltim, Minggu (4/8/2024).
Ia pun mengakui, animo masyarakat terhadap jasa sewa mobil meningkat karena HUT RI di IKN, bahkan hingga mencapai 1.000 unit kendaraan. Akibatnya, Damun harus mendatangkan banyak unit dari luar daerah.
Harga melonjak tinggi hingga Rp 25 juta
Karena harus mendatangkan unit kendaraan dari luar daerah, harga sewa pun melonjak tinggi. Ada biaya pengiriman untuk satu unit mobil dari luar daerah Kalimantan Timur mencapai Rp 13 juta.
Adapun unit mobil didatangkan dari Surabaya, Jakarta, Sidoarjo, Semarang, Solo, Makassar, Bali, dan Palu. Saat ini, mobil-mobil tersebut pun sedang dalam perjalanan menuju Kalimantan Timur.
Saat harga normal, harga sewa mobil untuk Fortuner sekitar Rp 2,5 juta per hari. Harga sewa Alphard biasanya pun sekitar Rp 7 juta per hari.
Namun karena kondisi-kondisi tersebut, harga sewa untuk Fortuner naik menjadi Rp 5 juta per hari.
Lalu, Hi-Ace Rp 3,5 juta per menjadi Rp 15 juta per hari. Bahkan Alphard naik tiga kali lipat lebih hingga Rp 25 juta per hari.
"Untuk Alphard yang biasanya Rp 7 juta per hari naik cukup signifikan menjadi Rp 25 juta per hari," ujar Damun Kiswanto.
Dibela KSP
Penyewaan 100 unit mobil itu turut ditanggapi oleh Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.
Dia bilang, tidak ada yang mahal jika penyewaan dilakukan dalam rangka peringatan HUT RI.
"Kalau untuk national day atau hari kemerdekaan menurut saya enggak ada yang mahal. Karena itu adalah hari kita," ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (6/8/2024).
Moeldoko pun mengakui harga sewa kendaraan di IKN mengalami kenaikan. Begitu pula dengan harga sewa hotel yang juga menjadi cukup mahal.
Namun menurutnya, bukan berarti anggaran negara jadi dihamburkan.
Ia kembali menegaskan, tidak ada yang mahal jika tujuannya peringatan hari besar negara. Terlebih peringatan HUT RI tahun ini pertama kalinya digelar di IKN.
"Memaknainya adalah jangan disamakan apple to apple dengan situasi yang umum. Ya bagi saya untuk kepentingan hari ulang tahun negara itu enggak ada yang mahal," ujarnya.
"Dan terus kedua, case-nya di sana (IKN) adalah case situasional yang mana semua penuh keterbatasan. Akomodasi terbatas. Sehingga ada saya dengar harga hotel juga cukup mahal. Hal yang wajar, lah," tambah mantan Panglima TNI itu.
Dibantah Istana
Setelahnya, pihak Istana Kepresidenan membantah menyewa ribuan unit mobil untuk HUT ke-79 RI di IKN.
Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengakui, biaya untuk penyelenggaraan upacara kemerdekaan RI tahun ini memang membengkak karena diadakan di dua tempat. Namun, kenaikan kebutuhan anggaran tidak signifikan.
Ia menjelaskan, pihaknya akan menggunakan bus sebagai transportasi menuju IKN karena sarana dan prasarana yang masih terbatas.
"Itu kan lokal, pasar lokal itu, bukan anu kita. Dan kita besok enggak akan menggunakan (Aplhard) itu kan, kita akan menggunakan bus," kata Pratikno di gedung Kementerian Sekretariat Negara, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (6/8/2024).
Pratikno mengungkapkan, penyediaan bus untuk sarana transportasi itu sudah dikoordinasikan dengan aparat setempat di Kalimantan Timur, yaitu Kapolda Kaltim dan Pangdam.
Begitu juga dengan pemerintah daerah setempat, yaitu pemerintah kabupaten dan kota.
Penyewaan bus kata dia, menjadi solusi untuk menghadapi kendala sarana prasarana transportasi saat hari besar tersebut.
Namun, ia tidak hafal jumlah seluruh bus yang bakal digunakan. Yang pasti, biaya penyediaan bus akan ditanggung oleh negara.
"Kalau penyelenggaraan upacara itu kan memang dibiayai oleh negara. Enggak ada masalah setiap tahun juga begitu," ucapnya.
Menteri juga naik bus
Terpisah, Sekretaris Kemensetneg Setya Utama menambahkan unit bus yang disewa juga tidak mencapai 1.000 buah.
Setya juga memastikan bahwa para menteri dan tamu negara lainnya akan naik bus yang disediakan Kemensetneg tersebut saat menghadiri HUT RI di IKN.
"Betul (untuk tamu negara dan menteri) kami siapkan bus," katanya, Selasa malam.
Sementara itu, saat ditanya lebih lanjut apakah nantinya Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma\'ruf Amin akan naik dalam bus yang disediakan Kemensetneg, Setya menyebut akan mengikuti aturan dari tim Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Sebab keduanya merupakan tamu VVIP.
"Sesuai ketentuan untuk VVIP, diatur Paspampres," kata Setya.
Benarkan tetap sewa kendaraan
Kendati demikian, Setya membenarkan Kemensetneg tetap menyewa kendaraan operasional sekitar 100-an unit untuk wara-wiri dan logistik, seperti truk dan mobil box barang.
Namun untuk mobilisasi dari dan ke IKN, utamanya di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), sarana transportasi yang digunakan bersifat massal, seperti bus.
Selain itu, kendaraan lain yang digunakan adalah untuk rangkaian Presiden RI dan Ibu Negara serta kendaraan kontigensi, seperti kendaraan cadangan dan ambulan.
"Tentu saja diperlukan juga kendaraan operasional untuk wara-wiri dan logistik seperti truk dan mobil box barang. Total semua itu, hanya seratusan unit," ucapnya.
Secara keseluruhan, totalnya tidak sampai 1.000 unit. Termasuk kata dia, armada bus yang disiapkan oleh panpel bidang transportasi, yaitu Kemenhub, OIKN, serta pemerintah daerah setempat.
"Jumlahnya juga hanya sekitar 200-an, jauh dari 1.000 unit untuk sarana transportasi pasukan upacara dan undangan," jelas Setya.