Indonesia Negara dengan Penduduk Paling Malas Gerak di Dunia

Indonesia Negara dengan Penduduk Paling Malas Gerak di Dunia

Indonesia tempati posisi pertama negara paling 'mager' alias malas gerak di dunia dengan rata-rata hanya 3.513 langkah per hari.

(Bisnis.Com) 07/08/24 12:40 13641066

Bisnis.com, JAKARTA - Dengan semakin canggihnya teknologi yang membantu mempermudah berbagai hal, tingkat kemalasan ikut meningkat.

Dalam sebuah studi dari Stanford University mengungkap sederet negara yang penduduknya paling malas dan Indonesia menempati posisi pertama.

Berdasarkan sebuah studi oleh Stanford University mengungkap tingkat aktivitas fisik global, menganalisis data dari lebih dari 700.000 orang di 46 negara, menggunakan data telepon pintar untuk melacak langkah harian.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature ini menyoroti kesenjangan dalam aktivitas fisik di seluruh dunia. Temuan tersebut menunjukkan bahwa beberapa negara memiliki rata-rata langkah harian yang jauh lebih rendah, yang menunjukkan gaya hidup yang sedentari alias tidak banyak bergerak.

Berikut ini daftar negara dengan penduduk termalas di dunia, dengan jumlah langkah harian paling sedikit:

1. Indonesia

Indonesia berada di posisi teratas sebagai negara dengan rata-rata langkah harian terendah, yakni hanya 3.513 langkah per hari. Indonesia, terutama di Jakarta, menghadapi tantangan seperti kemacetan kota dan terbatasnya infrastruktur pejalan kaki. Hal itu berkontribusi besar terhadap rendahnya tingkat aktivitas.

Temuan studi ini juga menyoroti perlunya peningkatan perencanaan kota dan inisiatif kesehatan masyarakat untuk mendorong lebih banyak berjalan kaki dan aktivitas fisik di kalangan masyarakat Indonesia.

2. Arab Saudi

Arab Saudi berada di peringkat kedua dalam daftar, dengan rata-rata 3.807 langkah per hari. Menurut laporan, iklim panas dan faktor budaya negara tersebut berperan penting dalam rendahnya tingkat aktivitas fisik.

Banyak warga Saudi lebih suka tinggal di dalam ruangan, terutama selama bulan-bulan musim panas yang terik, yang menyebabkan gaya hidup yang lebih banyak duduk. Menurut laporan tersebut, upaya untuk mempromosikan aktivitas fisik, seperti kampanye kesadaran publik dan pengembangan fasilitas olahraga dalam ruangan, sangat penting dalam mengatasi masalah ini.

3. Malaysia

Malaysia adalah negara lain dengan rata-rata langkah harian yang rendah, yaitu 3.963 langkah per hari. Urbanisasi dan preferensi terhadap transportasi bermotor merupakan faktor utama yang berkontribusi terhadap tren ini.

Kota-kota seperti Kuala Lumpur dan Penang mengalami kemacetan lalu lintas yang tinggi, sehingga berjalan kaki menjadi kurang menarik.

Menurut laporan ini, inisiatif kesehatan masyarakat yang bertujuan mendorong berjalan kaki dan pengembangan infrastruktur yang ramah pejalan kaki dapat membantu meningkatkan tingkat aktivitas fisik di Malaysia.

4. Filipina

Filipina mencatat rata-rata warganya hanya melakukan 4.008 langkah per hari, menempatkannya di antara negara-negara yang kurang aktif. Urbanisasi dan faktor sosial ekonomi berperan dalam tren ini.

Kota-kota seperti Manila dan Cebu menghadapi tantangan seperti kemacetan lalu lintas yang tinggi dan infrastruktur pejalan kaki yang terbatas. Menurut para ahli, inisiatif untuk mempromosikan jalan kaki dan bersepeda, bersama dengan peningkatan transportasi umum, dapat membantu meningkatkan tingkat aktivitas fisik di Filipina.

5. Afrika Selatan

Afrika Selatan berada di peringkat rendah dalam daftar, dengan rata-rata 4.105 langkah per hari. Keragaman geografi dan kesenjangan sosial-ekonomi negara ini berkontribusi pada berbagai tingkat aktivitas fisik.

Daerah perkotaan seperti Johannesburg dan Cape Town menunjukkan tingkat aktivitas yang lebih rendah dibandingkan dengan daerah pedesaan.

6. Mesir

Mesir masuk dalam daftar tersebut dengan rata-rata 4.315 langkah per hari. Iklim panas dan urbanisasi di negara tersebut merupakan faktor signifikan yang berkontribusi terhadap rendahnya tingkat aktivitas di sana.

Kota-kota seperti Kairo dan Alexandria menghadapi tantangan seperti kemacetan lalu lintas yang tinggi dan terbatasnya infrastruktur pejalan kaki. Menurut laporan ini, upaya untuk mempromosikan aktivitas fisik melalui kampanye kesadaran publik dan pengembangan ruang yang ramah pejalan kaki dapat membantu meningkatkan tingkat aktivitas di Mesir.

7. Brasil

Brasil, dengan rata-rata 4.289 langkah per hari, juga berada di peringkat rendah dalam hal aktivitas fisik. Bentang alam yang beragam dan kesenjangan sosial-ekonomi di negara tersebut berkontribusi pada berbagai tingkat aktivitas.

Daerah perkotaan seperti São Paulo dan Rio de Janeiro menunjukkan tingkat aktivitas yang lebih rendah dibandingkan dengan daerah pedesaan. Menurut penelitian ini, kampanye kesehatan masyarakat dan pengembangan ruang rekreasi dapat membantu mendorong lebih banyak aktivitas fisik di kalangan warga Brasil.

8. India

India menempati peringkat kedelapan di antara negara-negara dengan rata-rata langkah harian terendah, dengan rata-rata 4.297 langkah per hari. Studi tersebut menyoroti bahwa urbanisasi dan perubahan gaya hidup merupakan faktor signifikan yang berkontribusi terhadap rendahnya tingkat aktivitas ini.

Kota-kota besar seperti Mumbai, Delhi, dan Bangalore menunjukkan penurunan aktivitas fisik yang nyata, dengan penduduk yang sering kali mengandalkan transportasi bermotor daripada berjalan kaki.

Data tersebut menunjukkan perlunya peningkatan kesadaran dan inisiatif untuk mempromosikan aktivitas fisik di India.

9. Meksiko

Meksiko mencatat rata-rata 4.692 langkah per hari, menempatkannya di antara negara-negara yang kurang aktif. Urbanisasi dan faktor sosial ekonomi berperan dalam tren ini. K

ota-kota seperti Mexico City dan Guadalajara menghadapi tantangan seperti kemacetan lalu lintas yang tinggi dan infrastruktur pejalan kaki yang terbatas. Menurut data, inisiatif untuk mempromosikan jalan kaki dan bersepeda, bersama dengan peningkatan transportasi umum, dapat membantu meningkatkan tingkat aktivitas fisik di Meksiko.

Selain itu, menurut sumber, sebagian besar tenaga kerja Meksiko bekerja di sektor informal, yang dapat memengaruhi persepsi produktivitas. Pekerjaan informal sering kali tidak memiliki regulasi dan tunjangan, yang menyebabkan kurangnya visibilitas dalam statistik produktivitas resmi.

10. Amerika Serikat

Amerika Serikat, dengan rata-rata 4.774 langkah per hari, juga masuk dalam daftar negara yang kurang aktif. Meskipun merupakan negara maju, prevalensi pekerjaan yang tidak banyak bergerak dan ketergantungan pada mobil sebagai transportasi berkontribusi pada rendahnya tingkat aktivitas fisik.

Kota-kota seperti New York dan Los Angeles menunjukkan variasi aktivitas yang signifikan, dengan beberapa lingkungan lebih mudah dilalui dengan berjalan kaki daripada yang lain.

Berdasarkan data terbaru, kebijakan kesehatan publik yang mempromosikan transportasi aktif dan program kesehatan di tempat kerja dapat membantu meningkatkan jumlah langkah harian untuk warga Amerika.

#negara-paling-malas-gerak #mager #negara-paling-malas-jalan-kaki

https://lifestyle.bisnis.com/read/20240807/106/1788721/indonesia-negara-dengan-penduduk-paling-malas-gerak-di-dunia