Siang Ini, Camat Turun Tangan Mediasi Kasus Warga Cililitan Tutup Akses Rumah Tetangga

Siang Ini, Camat Turun Tangan Mediasi Kasus Warga Cililitan Tutup Akses Rumah Tetangga

Ini merupakan mediasi pertama di tingkat kecamatan karena pertemuan sebelumnya pada tingkat RT, RW, dan kelurahan tidak membuahkan hasil. Halaman all

(Kompas.com) 07/08/24 13:53 13648832

JAKARTA, KOMPAS.com - Kecamatan Kramatjati akan menggelar mediasi soal perkara penutupan akses jalan di depan rumah Puji Rahayu (49), warga RT 09/RW 09 Kelurahan Cililitan oleh pemilik tanah, Mohammad Sidik (42).

Ini merupakan mediasi pertama di tingkat kecamatan karena pertemuan sebelumnya pada tingkat RT, RW, dan kelurahan tidak membuahkan hasil.

Berdasarkan pantauan Kompas.com pukul 13.29 WIB, perwakilan masing-masing pihak telah hadir di Kecamatan Kramatjati.

Mereka adalah Sidik beserta istri dan anak, Puji dengan keluarga dan kuasa hukumnya, Lurah Cililitan Sukarya, dan pihak berwenang lainnya.

Sementara itu, beberapa bintara pembina desa (babinsa) dan petugas kepolisian turut hadir untuk mengamankan jalannya mediasi kelima ini.

Sejauh ini, mediasi kelima yang sebelumnya dijadwalkan digelar pada pukul 13.00 WIB belum juga dimulai.

Mediasi akan dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Camat Kramatjati, Kamal Alatas.

Diberitakan sebelumnya, sebuah jalan di depan rumah warga bernama Puji Rahayu (49), RW 09, Cililitan, Kramatjati, Jakarta Timur, ditutup oleh keluarga pemilik tanah, yakni Mohamad Sidik pada Minggu (5/8/2024).


Mohamad Sidik adalah salah satu ahli waris dari pemilik tanah yang merupakan ayahnya sendiri, Muhammad Ali atau akrab disapa Engkong Ali.

Puji menyampaikan, penutupan ini mengakibatkan dia dan keluarganya terdampak. Setidaknya, ada dua rumah yang berisi delapan kepala keluarga (KK) dengan jumlah keseluruhan 21 orang.

Setelah penutupan, salah satu lansia yang bermukim di rumah Puji kini tidak bisa lagi berolahraga atau sekadar berjemur di ujung gang.

Sementara, sebanyak tiga anak tidak bisa berangkat sekolah karena mereka tidak ingin melewati akses alternatif, yakni masuk ke dalam ruang tengah tetangga yang masih satu saudara dengan Puji.

Saat hendak menyambangi kediaman Puji, Kompas.com memasuki salah satu gang dengan ukuran kurang dari satu meter.

Di ujung kanan gang, tiba-tiba seekor anjing menggonggong saat kami melintas.

Di sebelah kiri ujung gang terdapat pintu masuk kediaman warga yang juga merupakan saudara Puji. Kami masuk dengan perlahan.

Salah satu penghuni rumah yang tengah berbaring di atas tempat tidur langsung terbangun saat melihat kami datang.

Sementara itu, kami terus berjalan, melewati ruang tengah, hingga akhirnya tiba di kediaman Puji.

Lurah Cililitan, Sukarya, mengungkapkan bahwa pemilik tanah bernama Mohamad Sidik (42) menutup akses jalan menuju rumah Puji Rahayu (49) karena merasa bising.

Pasalnya, rumah Puji kerap dijadikan tempat rapat salah satu partai politik (parpol) sebelum gelaran Pemilu 2024 lalu.

Hal itu terungkap dalam mediasi yang digelar Sukarya dengan Sidik dan Puji Rahayu beberapa waktu lalu.

“Alasannya, \'Saya merasa kebisingan karena Ibu Puji sering mendatangkan tamu-tamu, karena Ibu Puji itu tim sukses salah satu partai. Jadi sering kumpul. Saya merasa terganggu Pak Lurah, karena saya punya anak kecil’,” ungkap Sukarya.

#akses-jalan-warga-cililitan-ditutup-menantu-pemilik-lahan #penutupan-akses-di-cililitan #warga-tutup-akses-jalan-di-cililitan

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/08/07/13533551/siang-ini-camat-turun-tangan-mediasi-kasus-warga-cililitan-tutup-akses