Usai Mediasi, Warga Cililitan yang Akses Jalannya Ditutup Minta Maaf ke Ahli Waris
Puji Rahayu (49), warga Cililitan, Kramatjati, Jakarta Timur, yang akses jalannya ditutup meminta maaf kepada ahli waris, Mohamad Sidik (42). Halaman all
(Kompas.com) 07/08/24 16:51 13666435
JAKARTA, KOMPAS.com - Puji Rahayu (49), warga RT 09/RW 09, Cililitan, Kramatjati, Jakarta Timur, yang akses jalannya ditutup meminta maaf kepada ahli waris, Mohamad Sidik (42).
Hal tersebut Puji sampaikan usai menghadiri mediasi kelima di Kecamatan Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu (7/8/2024).
Dalam kesempatan ini, Puji juga memastikan bahwa hubungannya dengan keluarga Sidik baik-baik saja.
“Intinya, saya dengan keluarga Pak Sidik itu baik-baik saja dan saya minta maaf jika ada kesalahan saya yang tidak diketahui maupun diketahui,” kata Puji.
“Saya, keluarga besar saya, minta maaf, terutama pribadi saya,” lanjut dia.
Puji juga mengucapkan terima kasih kepada Kecamatan Kramatjati yang telah memfasilitasi mediasi mengenai perkara penutupan akses jalan di depan rumahnya oleh Sidik.
“Ya intinya saya terima kasih kepada Pak Camat dan seluruh jajaran yang ada, Pak Bhaskoro (kuasa hukum) yang sudah membantu saya,” pungkas Puji.
Ini merupakan mediasi pertama di tingkat kecamatan karena pertemuan sebelumnya pada tingkat RT, RW, dan kelurahan tidak membuahkan hasil.
Usai mediasi, Plt Camat Kramatjati Kamal Alatas, Lurah Cililitan Sukarya, dan Kapolsek Kramatjati Kompol Tuti Aini berbicara dengan Sidik di lantai dua Kecamatan Kramatjati.
Hingga berita ini diturunkan, proses pembicaraan masih berlangsung. Sementara Puji dan keluarganya telah meninggalkan Kantor Kecamatan Kramatjati.
Diberitakan sebelumnya, sebuah jalan di depan rumah warga bernama Puji Rahayu (49), RW 09, Cililitan, Kramatjati, Jakarta Timur, ditutup oleh keluarga pemilik tanah, yakni Mohamad Sidik pada Minggu (5/8/2024).
Mohamad Sidik adalah salah satu ahli waris dari pemilik tanah yang merupakan ayahnya sendiri, Muhammad Ali atau akrab disapa Engkong Ali.
Puji menyampaikan, penutupan ini mengakibatkan dia dan keluarganya terdampak. Setidaknya, ada dua rumah yang berisi delapan kepala keluarga (KK) dengan jumlah keseluruhan 21 orang.
Setelah penutupan, salah satu lansia yang bermukim di rumah Puji kini tidak bisa lagi berolahraga atau sekadar berjemur di ujung gang.
Sementara, sebanyak tiga anak tidak bisa berangkat sekolah karena mereka tidak ingin melewati akses alternatif, yakni masuk ke dalam ruang tengah tetangga yang masih satu saudara dengan Puji.
Alasan Sidik menutup setengah jalan pada Februari 2024 itu karena merasa resah dengan Puji yang kerap menerima tamu.
Pasalnya, Puji disebut merupakan salah satu tim sukses dari salah satu partai politik pada Pemilu 2024, sehingga kerap menggelar rapat di kediamannya.
Lurah Cililitan, Sukarya mengetahui alasan Sidik menutup jalan ini setelah dia bertanya langsung ke Sidik dalam mediasi antara kedua pihak yang berlangsung di Kelurahan Cililitan.
“Saya tanya, \'Kenapa ditutup setengah, Pak?\'. Alasannya, \'Saya merasa kebisingan. Karena Ibu Puji sering mendatangkan tamu-tamu, karena Ibu Puji itu tim sukses salah satu partai. Jadi, sering kumpul. Saya merasa terganggu Pak Lurah, karena saya punya anak kecil’,” ungkap Sukarya.
“Ya akhirnya timbul permasalahan, akhirnya ditutup (setengah) sama Pak Sidik. \'Saya enggak tutup penuh lho, Pak. Cuma, saya berharap, motor enggak lewat situ. Itu saya masih bermurah hati\',” tutur Sukarya.
#akses-jalan-warga-cililitan-ditutup-menantu-pemilik-lahan #penutupan-akses-di-cililitan #warga-tutup-akses-jalan-di-cililitan