Indonesia Dapat Kurangi Impor Rp 1,5 Triliun, Bila Produksi 22 Bahan Baku Obat

Indonesia Dapat Kurangi Impor Rp 1,5 Triliun, Bila Produksi 22 Bahan Baku Obat

Plt Kepala BPOM Rizka Andalusia menyatakan ada potensi penurunan impor 21,54% atau senilai Rp 1,5 triliun bila Indonesia memproduksi 22 BBO - Halaman all

(InvestorID) 07/08/24 19:41 13683175

JAKARTA, investor.id – Plt Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Rizka Andalusia mengatakan, BPOM bersama para pelaku industri kesehatan tengah mengembangkan industri bahan baku obat (BBO) dalam negeri. Upaya ini sebagai bagian mengurangi ketergantungan terhadap impor BBO.

Rizka yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan ini menyatakan, terdapat potensi penurunan impor sebesar 21,54% atau senilai Rp 1,5 triliun apabila Indonesia dapat memproduksi 22 BBO.

Dijelaskan Rizka, dari 10 bahan baku obat prioritas yang sudah dipilih, jika termanfaatkan seluruhnya untuk industri farmasi Indonesia, maka akan terjadi penurunan 19,5% dari nilai impor atau Rp 1,5 triliun.

“Harapannya di tahun ini bisa tercapai, sehingga tahun depan terjadi penurunan nilai impor tersebut. Kalau tahun ini terjadi dilakukan chain source atau kemanfaatan bahan baku obat tersebut, maka diharapkan tahun depan terjadi penurunan sebesar 1,5 triliun," tambah Rizka usai menjadi pembicara dalam Investor Daily Focus Group Discussion, Rabu (7/8/24).

Diketahui, saat ini BPOM tengah menyusun Regulatory Impact Assesment bersama Kemenperin yang akan digunakan sebagai dasar untuk pengaturan tata niaga impor BBO. Jika berhasil, maka ini menjadi bagi peluang bagi sektor swasta nasional untuk unjuk gigi.

"Bahan baku obatnya sudah diproduksi oleh dua produsen bahan baku obat dalam negeri saat ini. Ada Kimia Farma, kemudian ada Brightgene. Nah, bahan baku tersebut jika dimanfaatkan oleh industri farmasi kita dalam negeri, itu akan sangat-sangat bermanfaat untuk menurunkan nilai impor bahan baku obat," tuturnya.

Rizka pun menyinggung peluang pertumbuhan investasi alat kesehatan. Diketahui rata-rata pertumbuhan investasi industri alat kesehatan pada 2021-2023 mencapai 731% dengan total nilai investasi industri alat kesehatan sebesar Rp1,6 triliun.

Rizka hadir dalam Investor Daily Focus Group Discussion bertema "Inovasi Kesehatan dalam Mendorong Industri Farmasi" yang dilaksanakan di HQ B-Universe di kawasan PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (7/8/2024). 

“Hari ini B-Universe sudah mengumpulkan berbagai stakeholder yang terkait dengan industri farmasi dan alat kesehatan. Yang kita sama-sama ingin mencapai tujuan kemandirian di sektor kefarmasian dan alat kesehatan," ucap Rizka usai FGD.

Editor: Maswin (maswin.investorID@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #bahan-baku-obat-bbo #industri-kesehatan #industri-farmasi #rizka-andalusia #bpom #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/business/369431/indonesia-dapat-kurangi-impor-rp-15-triliun-bila-produksi-22-bahan-baku-obat