Kurangi Impor BBO, Pemerintah Perlu Perkuat Riset dan Bangun Ekosistem Farmasi

Kurangi Impor BBO, Pemerintah Perlu Perkuat Riset dan Bangun Ekosistem Farmasi

Pemerintah perlu bangun ekosistem industri farmasi agar mengurangi ketergantungan impor BBO, selain menguatkan riset dan pengembangan - Halaman all

(InvestorID) 07/08/24 21:00 13688578

JAKARTA, investor.id – Pemerintah saat ini tengah merumuskan peraturan terkait impor bahan baku obat (BBO). Hal ini merupakan salah satu upaya agar ketergantungan Indonesia terhadap impor BBO berkurang. Diketahui, impor BBO mencapai 90% sebagian besar berasal dari Tiongkok dan India.

Direktur Eksekutif Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GP Farmasi Indonesia) Elfiano Rizaldi mengapresiasi upaya pemerintah tersebut. Selain menyiapkan peraturan impor, menurut Elfiano, pemerintah perlu pula untuk memperkuat riset.

Disampaikan Elfiano, Kementerian Kesehatan sudah mendorong dengan Undang-Undang Kesehatan No. 17 Tahun 2023 dan kemudian turunannya Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2024. Salah satu pasal di dalamnya juga mendorong agar Indonesia memiliki ketahanan farmasi, khususnya ketergantungan terhadap bahan baku obat kimia impor makin berkurang.

“Tidak kalah penting untuk mendorong anggaran research and development oleh pemerintah maupun pelaku usaha dengan menyiapkan anggaran yang lebih. Karena bagaimanapun bahan baku obat kimia ini harus juga ditopang oleh research and development," ucap Elfiano di HQ B-Universe, Kab. Tangerang, Banten, Rabu (7/8/2024).

Selain penguatan riset, menurut Elfiano, industri farmasi Indonesia juga bergantung pada industri kimia dasar. Ia berharap pemerintah dapat segera membangun pabrik kimia dasar yang juga dapat memproduksi bahan kimia untuk obat-obatan. Ia percaya diri Indonesia mampu bergerak ke sana. Sebab, infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) sudah cukup untuk membangun ekosistem bahan baku obat.

"Kalau infrastrukturnya, tenaga, dan semuanya sih sudah siap ya. Tinggal sekarang bagaimana ekosistemnya kita bangun. Untuk mendirikan industri bahan baku obat kimia ini tidak hanya satu dua kementerian dan lembaga. Ada sekitar 12 kementerian dan lembaga yang terkait. Nah untuk itu kementerian dan lembaga ini harus berselaras dan ekosistemnya terbangun dan konsisten," tambah Elfiano.

Terakhir, Elfiano mengajak pemerintah dan industri untuk bersama-sama membangun ekosistem produksi bahan baku obat.

"Untuk itu perlu regulasi-regulasi yang mendorong agar produsen industri bahan obat kimia ini sudah terbentuk, kemudian hasil produksinya bisa digunakan oleh industri formulerium, dan kemudian hasil obat jadinya juga bisa digunakan untuk kebutuhan obat di negara kita," tandasnya.

Editor: Maswin (maswin.investorID@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #industri-farmasi #ketergantungan-bbo #penguatan-riset-dan-pengembangan #gp-farmasi-indonesia #elfiano-rizaldi #investor-daily-fgd #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/business/369447/kurangi-impor-bbo-pemerintah-perlu-perkuat-riset-dan-bangun-ekosistem-farmasi