Viral Tiktoker Diduga Jadi Korban Premanisme di Pantura Cirebon, Ini Penjelasan Polisi

Viral Tiktoker Diduga Jadi Korban Premanisme di Pantura Cirebon, Ini Penjelasan Polisi

Sifful yang melakukan misi berjalan kaki menuju Jakarta dihentikan sejumlah pemuda.

(Republika) 08/08/24 00:32 13709548

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON – Jagat maya dihebohkan dengan video yang memperlihatkan seorang tiktoker asal Banjarnegara, Jawa Tengah, bernama Lufias Saiko alias Sifful, yang diduga menjadi korban premanisme saat melewati jalur pantura Cirebon. Dalam video itu, Sifful yang sedang melakukan misi berjalan kaki menuju Jakarta sambil live streaming, tiba-tiba dihentikan oleh sejumlah pemuda.

Peristiwa itu terjadi di Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon. Peristiwa penghentian paksa itupun terlihat dari TikTok milik Sifful dengan akun @lufias_saiko.

Menanggapi peristiwa itu, kepolisian Polsek Depok bergerak cepat mencari pemuda yang menghentikan aksi tiktoker tersebut. Polisi juga melakukan klarifikasi terhadap pemuda itu.

Kapolsek Depok, AKP Affandi, menjelaskan, pemuda tersebut diketahui bernama Asep. Saat peristiwa itu terjadi, Asep sedang berjaga di pos ronda.

"(Soal aksi premanisme dan pemalakan) tidak ada, itu nggak benar. Itu (videonya) kepotong," ujar Affandi, kepada Republika, Rabu (7/8/2024).

Affandi menjelaskan, dari hasil klarifikasi, saat itu Asep dan sejumlah pemuda lainnya sedang jaga pos ronda. Kemudian datang rombongan anak-anak muda, yang berjalan kaki. Adapula yang naik motor dan di belakang mereka juga ada mobil.

"Katanya kurang lebih 20 orang, sepuluh motor," ucap Affandi.

Melihat banyaknya anak muda, lanjutAffandi, Asep khawatir mereka adalah geng motor. Karena itu, Asep berinisiatif mendatangi mereka dan menanyakan asal mereka.

Setelah mengetahui rombongan anak muda itu sedang live TikTok, Asep pun meminta mereka untuk meminta izin terlebih dulu kepada pemilik wilayah, yang dalam hal ini Jasa Marga. Selain itu, Asep juga memberi tahu mereka agar mengirimkan pemberitahuan kepada polisi untuk pengawalan. Pasalnya, lokasi tersebut rawan kecelakaan.

Asep pun saat itu tidak berkenan dirinya direkam sehingga meminta tiktoker tersebut mematikan videonya. Sementara itu, terkait kata ‘250’ yang terekam dalam video, Affandi memastikan itu bukan pemalakan yang dilakukan oleh Asep. Melainkan ucapan dari tim tiktoker terkait aksi live mereka. Namun, video itu terpotong sehingga menimbulkan kesalahpahaman di kalangan warganet.

#viral-premanisme-di-tiktok #korban-premanisme-viral-di-tiktok #polres-cirebon #cirebon

https://news.republika.co.id/berita/shuzdq409/viral-tiktoker-diduga-jadi-korban-premanisme-di-pantura-cirebon-ini-penjelasan-polisi