Eko Yuli Usai Tradisi Medali Olimpiade Terputus: Saya Sudah Coba Sampai Titik Darah Terakhir...
Tradisi medali lifter kebanggaan Indonesia, Eko Yuli Irawan, mesti terhenti di Olimpiade 2024 Paris. Halaman all
(Kompas.com) 08/08/24 05:20 13740737
KOMPAS.com – Tradisi medali lifter kebanggaan Indonesia, Eko Yuli Irawan, mesti terhenti di Olimpiade 2024 Paris.
Eko mendapatkan kesempatan tiga kali percobaan angkatan snatch. Ia sempat gagal di angkatan pertama 135 kilogram.
Meski begitu, lifter berumur 35 tahun itu berhasil pada percobaan kedua 135 kg.
Selanjutnya, Eko mencoba untuk menaikkan angkatan menjadi 139 kilogram, tetapi dia kembali gagal.
Sang lifter kelahiran Lampung itu juga gagal di tiga kali percobaan angkatan clean and jerk 162 kilogram.
Eko bahkan sampai terjatuh seusai gagal mengangkat beban pada percobaan ketiga. Ia pun sempat memegang paha bagian kanannya.
Tak hanya sampai di situ, peraih medali emas Asian Games 2018 tersebut juga tampak dibopong untuk keluar dari arena.
Dengan demikian, Eko pun tidak bisa meneruskan catatan positif selalu meraih medali di Olimpiade.
Eko memang mempunyai tradisi medali Olimpiade. Sebelumnya, dia berhasil mengemas medali pada empat keikutsertaan di ajang multicabang bergengsi ini.
Pada Olimpiade Beijing 2008, Eko berhasil meraih medali perunggu. Empat tahun kemudian, dia kembali membukukan perunggu di London.
Selanjutnya, Eko secara beruntun meraih medali perak Olimpiade di Rio (2016) dan Tokyo (2020).
Tak ayal, Eko pun meminta maaf kepada masyarakat Indonesia atas ketidakberhasilan dirinya menyumbang medali untuk Merah Putih di Olimpiade 2024.
Peraih tujuh medali emas SEA Games itu menjelaskan, kegagalan di Olimpiade 2024 tak lepas dari cedera yang masih dideritanya.
“Saya tampil dengan kondisi yang tidak 100 persen. Cedera kaki saya belum sembuh tuntas,” kata Eko Yuli.
“Lutut sudah dari tahun lalu, kalau yang paha samping kanan baru satu bulan lalu,” ucap peraih medali perunggu Asian Games 2010 dan 2014 itu.
“Saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia karena belum bisa memberikan medali, tetapi saya sudah mencoba untuk mengeluarkan semua kemampuan saya sampai titik darah terakhir,” ujarnya.
Sementara itu, Chef de Mission (CdM) Indonesia di Olimpiade 2024, Anindya Bakrie, mengatakan bahwa Eko Yuli sejatinya sudah berjuang maksimal.
Anindya Bakrie pun mengapresiasi upaya keras yang dilakukan Eko Yuli selama turun di Olimpiade 2024.
“Tadi selesai pertandingan saya sempat ketemu Eko. Dia bilang mohon maaf belum bisa memberikan yang terbaik,” kata Anindya.
“Kita lihat sendiri perjuangannya sampai titik darah penghabisan. Eko juga senior tidak muda lagi, lawannya usianya masih muda-muda. Kami terima kasih ke Mas Eko yang sudah tampil di Olimpiade kelima,” ujarnya.
#olimpiade #eko-yuli-irawan #olimpiade-2024 #olimpiade-angkat-besi