Ibu Kandung yang Aniaya Anak di Jagakarsa Disebut Kerap Berkata Kasar, Polisi Selidiki
Meski demikian, para saksi menyebut, TY baru pertama kali melakukan penganiayaan terhadap sang anak. Halaman all
(Kompas.com) 08/08/24 06:51 13746717
JAKARTA, KOMPAS.com - Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Bintoro menyebut, pihaknya sedang mendalami dugaan bahwa TY (35) kerap berkata kasar dan bersikap temperamental terhadap AK, putri kandungnya sendiri yang baru berusia 1,5 tahun.
TY merupakan pelaku penganiayaan terhadap AK yang menyebabkan tewasnya korban pada Minggu (4/8/2024).
"Memang untuk (dugaan) tempramen dari pelaku inisial TY, sering berkata kasar terhadap anaknya, saat ini masih kami dalami," ujar Bintoro saat dihubungi, Rabu (7/8/2024).
Bintoro mengatakan, dugaan mengenai sikap temperamental pelaku itu disampaikan oleh para saksi yang tak lain merupakan keluarga TY sendiri.
Meski demikian, para saksi menyebut, TY baru pertama kali melakukan penganiayaan terhadap sang anak.
"Dari keterangan saksi, untuk melakukan seperti itu (menganiaya anak) baru pertama kali," ujar Bintoro.
Hingga kini, pihak kepolisian masih berusaha meminta keterangan TY terkait peristiwa ini. TY disebut belum bisa dimintai keterangan karena masalah kesehatan kejiwaannya.
"Kami juga sudah mengirimkan surat untuk pemeriksaan psikiater terhadap kejiwaan saudara TY. Kita tunggu, insya Allah informasi observasi dulu selama kurang lebih 14 hari. Baru dari situ hasil pemeriksaannya bisa kita sampaikan," tambah dia.
Sebelumnya diberitakan, nasib pilu menimpa AK, bayi berusia 1,5 tahun di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. AK tewas setelah dibanting ibunya sendiri berinisial TY (35), Minggu (4/8/2024).
Menurut polisi, kejadian bermula ketika TY sedang duduk di teras rumah bersama AK. Tiba-tiba, TY membanting putrinya ke lantai.
"(AK) Lagi duduk di teras dengan ibu kandungnya, anak itu kan umur satu tahun lebih, lah terus tiba-tiba itu dia (TY) langsung ngebanting aja, kena lah ke keramik gitu di teras," ujar Kasie Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Nurma Dewi saat dihubungi, Selasa (6/8/2024).
Nurma bilang, menurut keterangan saksi, TY membanting AK berkali-kali. Saksi yang melihat kejadian itu langsung menghentikan perbuatan TY.
AK pun langsung dilarikan ke rumah sakit oleh para saksi. Namun, sehari kemudian atau Senin (5/8/2024), AK dinyatakan meninggal dunia.
#ibu-banting-bayi-hingga-tewas-di-jagakarsa #ibu-di-jagakarsa-banting-bayi