Kasus Ibu Kandung Aniaya Bayi di Jagakarsa, Keluarga Keberatan jika Korban Diotopsi
Hal ini menjadi kendala pemeriksaan, sebab otopsi penting untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban. Halaman all
(Kompas.com) 08/08/24 06:36 13746720
JAKARTA, KOMPAS.com - Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Bintoro menyebut, pihak keluarga tak mengizinkan polisi melakukan otopsi terhadap AK, bayi berusia 1,5 tahun yang tewas dianiaya ibu kandung berinisial TY (35) di Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Hal ini menjadi kendala pemeriksaan, sebab otopsi penting untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.
"Kendala kami, dari pihak keluarga pelapor, eyangnya dan keluarga yang lain keberatan untuk dilakukan otopsi," kata Bintoro saat dihubungi, Rabu (7/8/2024).
Bintoro menyebut, pihaknya belum dapat memastikan penyebab kematian korban.
Sebab, sejauh ini, polisi baru meminta keterangan dari tiga orang saksi dalam kasus tersebut. Ketiganya, yakni, nenek, paman, dan bibi korban.
Sementara, dari keterangan dokter, korban diduga mengalami gegar otak akibat penganiayaan yang dilakukan TY.
"Jadi itu yang kami dapatkan informasi dari dokter, hanya untuk penyebab kematiannya kami belum bisa memastikan karena dari pihak keluarga korban keberatan untuk dilaksanakan otopsi," tambah Bintoro.
Sebelumnya diberitakan, nasib pilu menimpa AK, bayi berusia 1,5 tahun di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. AK tewas setelah dibanting ibunya sendiri berinisial TY (35), Minggu (4/8/2024).
Menurut polisi, kejadian bermula ketika TY sedang duduk di teras rumah bersama AK. Tiba-tiba, TY membanting putrinya ke lantai.
"(AK) Lagi duduk di teras dengan ibu kandungnya, anak itu kan umur satu tahun lebih, lah terus tiba-tiba itu dia (TY) langsung ngebanting aja, kena lah ke keramik gitu di teras," ujar Kasie Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Nurma Dewi saat dihubungi, Selasa (6/8/2024).
Nurma bilang, menurut keterangan saksi, TY membanting AK berkali-kali. Saksi yang melihat kejadian itu langsung menghentikan perbuatan TY.
AK pun langsung dilarikan ke rumah sakit oleh para saksi. Namun, sehari kemudian atau Senin (5/8/2024), AK dinyatakan meninggal dunia.
#ibu-banting-bayi-hingga-tewas-di-jagakarsa #ibu-di-jagakarsa-banting-bayi