Bursa Kedatangan Emiten Baru Lagi, Harga IPO Premium tapi Laku Keras
Perusahaan sarang burung walet ini mencatatkan perdana sahamnya di BEI pada 8 Agustus 2024. - Halaman all
(InvestorID) 08/08/24 07:04 13747586
JAKARTA, investor.id - PT Esta Indonesia Tbk (NEST) mencatatkan (listing) perdana sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, 8 Agustus 2024 ini. Perseroan menjadi perusahaan ke-34 yang tercatat di BEI pada tahun 2024.
“Pada Kamis, 8 Agustus 2024, pembukaan perdagangan BEI dilakukan oleh PT Esta Indonesia Tbk (NEST) dalam rangka pencatatan perdana saham di papan pengembangan BEI,” jelas pengumuman BEI.
Esta Indonesia (NEST) menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebanyak 822,5 juta (20%) saham. Perseroan mematok harga penawaran umum Rp 200/saham sehingga nilai keseluruhan IPO ini Rp 164,5 miliar. Masa penawaran umumnya pada 1-6 Agustus 2024. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah KGI Sekuritas.
NEST bergerak pada sektor barang konsumen primer dengan sub industri ikan, daging & produk unggas. Jumlah saham yang dicatatkan sebanyak 4.112.500.000 lembar saham, sehingga kapitalisasi pasarnya adalah senilai Rp 822,5 miliar.
Saat IPO, jumlah saham NEST yang dipesan mencapai 17,93 miliar saham sehingga terjadi kelebihan permintaan 21,8 kali.
Pemegang saham melalui IPO tercatat sebanyak 39.408 pihak. Sedangkan founder terdiri dari dua pihak.
Esta Indonesia (NEST) telah berdiri selama lebih dari 24 tahun dan telah berpengalaman memproduksi sarang burung walet kualitas terbaik ke seluruh dunia. Perseroan didirikan pada tahun 2000 sebagai bisnis keluarga. Perseroan memiliki pabrik yang beralamat di Terboyo Industrial Park, Semarang dengan dukungan profesional-profesional muda bersemangat juang tinggi.
Perseroan telah memiliki 9 rumah burung walet sendiri dan ke depannya akan terus menambah jumlahnya khususnya di kawasan timur Indonesia. Perseroan juga sangat berpengalaman dalam usaha budidaya burung walet dan telah berhasil menyediakan teknologi budidaya untuk para peternak walet.
Valuasi
Manajemen Esta Indonesia (NEST) dalam prospektus menjelaskan saat penawaran awal (bookbuilding), jumlah pemesanan berdasarkan lembar terbanyak (tanpa mempertimbangkan faktor kumulatif) adalah pemesanan pada harga Rp 200 setiap saham dengan sekitar 91,30% dari jumlah pemesanan efek yang masuk pada masa penawaran awal.
Selanjutnya, terang manajemen, berdasarkan kesepakatan antara perseroan dan penjamin pelaksana emisi efek diputuskan untuk menetapkan harga penawaran umum sebesar Rp 200 setiap saham, di mana harga tersebut di luar kurva permintaan penawaran awal yang dihasilkan oleh sistem penawaran umum elektronik.
Selain itu, perseroan juga mempertimbangkan berbagai faktor lainnya dalam penetapan harga penawaran salah satunya kondisi pasar pada saat bookbuilding dilakukan dengan mempertimbangkan kinerja rasio perseroan yaitu price earnings ratio (PER) dan price to book value (PBV) dibandingkan dengan rata-rata PER dan PBV dari sektor consumer non- cyclicals.
Di mana PBV perseroan adalah 3,38 kali, sedangkan rata-rata PBV sektor consumer non- cyclicals 1,57 kali. Kemudian PER perseroan 25,45 kali, dan PER rata-rata sektor consumer non- cyclicals 14,50 kali.
Dengan demikian PBV dan PER perseroan ada di atas rata-rata sektor consumer non- cyclicals.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #ipo #emiten-baru #bursa-efek-indonesia #bei #esta-indonesia #nest #berita-ekonomi-terkini