Harga Bitcoin Jatuh Lebih dari 1%, Gara-gara Apa?
Harga Bitcoin jatuh lebih dari 1%. Hal itu terjadi seiring dengan merosotnya pasar saham di Amerika Serikat (AS). - Halaman all
(InvestorID) 08/08/24 06:28 13747597
JAKARTA, investor.id - Pasar kripto ambles dalam 24 jam terakhir. Harga Bitcoin jatuh lebih dari 1%. Hal itu terjadi seiring dengan merosotnya pasar saham di Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Kamis (8/8/2024) pukul 06.10 WIB, kapitalisasi pasar kripto global anjlok 2% menjadi US$ 1,95 triliun dalam 24 jam. Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) jatuh 1,68% dalam 24 jam terakhir. Saat ini, harga Bitcoin di level US$ 55.356 per koin atau setara Rp 887,35 juta (kurs, Rp 16.030).
Hal serupa terjadi pada Ethereum (ETH) yang anjlok 4,61% menjadi US$ 2.362 per koin. Sedangkan Binance (BNB) terpangkas 2,16% dalam 24 jam. Sehingga BNB dibanderol dengan harga US$ 476 per koin.
Dikutip dari CoinDesk, pasar kripto jatuh seiring dengan merosotnya saham-saham di Amerika Serikat (AS), menyusul pernyataan dovish dari Bank Jepang gagal bertahan.
Perdagangan dimulai dengan baik pada hari Rabu setelah Deputi Gubernur Bank Jepang Shinichi Uchida mengatakan bahwa bank sentral tidak akan menaikkan biaya pinjaman saat pasar tidak stabil.
Komentar dovish tersebut membuat yen melemah dan pasar saham Jepang serta indeks berjangka AS menguat. Sementara Nikkei berhasil ditutup naik sebesar 1,2% dan saham AS dibuka dengan kenaikan sekitar 1,5%, namun optimisme telah memudar sepanjang hari dan indeks-indeks utama Wall Street rontok.
CEO JPMorgan Jamie Dimon tidak terdengar begitu yakin bahwa The Fed akan berhasil mengembalikan inflasi ke target 2%. Hal-hal yang membuatnya khawatir tentang inflasi adalah pengeluaran defisit, ‘remiliterisasi’, dan pergeseran ekonomi hijau.
Mengenai pemangkasan suku bunga yang tampaknya akan segera terjadi, Dimon mengatakan hal itu mungkin akan terjadi, tetapi ia tidak berharap hal itu akan berdampak banyak.
Pemangkasan Segera
Sementara itu, mantan Presiden Federal Bank of New York Bill Dudley menyarankan, The Fed perlu segera memangkas suku bunga dan dalam jumlah besar. "Bukti pasar tenaga kerja yang melemah dan inflasi yang menurun telah terkumpul dengan cepat, yang secara kuat menunjukkan bahwa Fed tertinggal," ucap Dudley.
Dudley mencatat bahwa kenaikan cepat baru-baru ini dalam tingkat pengangguran telah melanggar ambang batas ‘aturan Sahm’ (dinamai menurut ekonom Claudia Sahm), sehingga mengindikasikan pengangguran yang jauh lebih tinggi dan resesi AS yang akan segera terjadi.
"Kebijakan moneter ketat dan akan semakin ketat seiring dengan meredanya inflasi harga dan upah," lanjut Dudley.
Dudley juga berpendapat bahwa untuk mencapai suku bunga The Fed yang netral akan membutuhkan setidaknya 150 basis poin dalam pemangkasan suku bunga dan jika Fed perlu masuk ke kisaran yang akomodatif, pemangkasan 100 basis poin tambahan mungkin diperlukan.
"Bersiaplah untuk volatilitas yang lebih besar di pasar saham dan obligasi," simpul Dudley, yang memperkirakan ‘sikap hati-hati’ Ketua The Fed Jerome Powell akan mencegah langkah pelonggaran yang cepat.
Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #pasar-kripto #bitcoin #harga-bitcoin #ethereum #binance #eth #bnb #pasar-saham-as #wall-street #the-fed #pemangkasan-suku-bunga #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/369475/harga-bitcoin-jatuh-lebih-dari-1-garagara-apa