Wisata ke Pulau Rubiah di Aceh, Snorkeling dan Lihat Mes Haji Pertama

Wisata ke Pulau Rubiah di Aceh, Snorkeling dan Lihat Mes Haji Pertama

Pulau Rubiah di Sabang, Aceh, tidak hanya memiliki perairan jernih, tapi juga mes haji pertama dan wisata kuliner. Halaman all

(Kompas.com) 08/08/24 08:10 13757751

SABANG, KOMPAS.com - Semilir angin terasa ketika saya mencelupkan kaki ke pasir putih nan lembut di Pulau Rubiah, daratan kecil di seberang Pulau We, Kota Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

Meski terletak di ujung Pulau Sumatera dan bagian lain pulau ini menghadap samudera lepas, ombaknya begitu tenang.

Saya yang sudah menyewa pakaian snorkeling, lengkap dengan kacamata dan kaki katak, merasa tak sabar untuk terjun ke perairan.

Air laut di Rubiah jernih kebiruan sehingga saya seperti menyelami permata berwarna bening, hijau, dan biru. Terumbu karangnya tidak tajam jadi saya tak perlu khawatir, kecuali jika ada kawanan bulu babi di kedalaman tiga meter.

Ratusan ikan warna warni berenang di dekat wisatawan. Ada juga yang mengerubungi wisatawan yang membawa remah-remah mi instan ke dalam air.

Berjam-jam menyelami perairan Rubiah rasanya tidak akan cukup. Namun, Irfan (32), warga Kampung Iboih yang menjadi pemandu Petugas Imigrasi dan sejumlah wartawan sudah menepi.

Kami pun pergi ke Rubiah bersama petugas Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Tarif snorkeling di Pulau Rubiah

KOMPAS.com/Syakirun Ni\'am Suasana pantai di Pulau Rubiah, Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam terasa tenang. Airnya jernih dan udaranya sejuk, Rabu (7/8/2024).

Irfan mengatakan, Rubiah menjadi destinasi yang paling diminati wisatawan yang datang ke Kota Sabang, Aceh.

Menurutnya, kondisi pantai dengan air yang jernih, banyak ikan, dan terumbu karang cantik mampu menggaet wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara.

"Paling diminati sama turis-turis, paling banyak ikannya di dalam ini, untuk snorkeling," kata Irfan saat ditemui Kompas.com di warung makan pesisir di Rubiah, Rabu (7/8/2024).

"Airnya jernih sekali, biru," tambah dia.

Menurut dia, wisatawan tidak perlu merogoh sakunya dalam-dalam untuk snorkeling di Rubiah.

Biaya sewa alat snorkeling mulai Rp 50.000 per orang, sedangkan biaya pemandu mulai Rp 200.000 untuk kelompok, tarif sewa kamera mulai Rp 200.000, dan biaya speedboat dari Dermaga Kampung Iboeh mulai Rp 100.000 per orang.

Menginap di Kampung Iboih

KOMPAS.com/Syakirun Ni\'am Deretan penginapan di Kampung Iboih, Sabang langsung menghadap ke pantai yang jernih. Deri teras penginapan, wisatawan bisa menikmati jernihnya pantai Iboih dengan ikan warna-warni. Pengunjung juga bisa menikmati garis pantai Pulau Rubiah yang hijau, Rabu (7/8/2024).

Jika ingin menginap, wisatawan bisa menyewa hotel di pesisir Kampung Iboih, tepat di samping dermaga. Tarifnya berkisar dari Rp 100.000 sampai Rp 400.000, tak sedikit pula yang kamarnya menghadap langsung ke laut.

Wisatawan bisa memandang gugusan pohon-pohon hijau Rubiah atau air laut dengan ikan warna-warni.

Menurut Irfan, penginapan hanya tersedia di Kampung Iboeh.

"Di seberang. Kalau di Rubiah ini enggak ada penginapan," tutur Irfan.

Mes haji pertama di Pulau Rubiah

KOMPAS.com/Syakirun Ni\'am Dermaga Pantai Kampung Iboih di Pulau We, Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam tampak eksotis dengan air laut yang jernih dan tenang. Dermaga ini digunakan wisatawan untuk menyeberang ke Pulau Rubiah maupun mencari lumba-lumba di laut lepas, Rabu 7/8/2024).

Selain daya tarik alam, Pulau Rubiah juga menawarkan wisata edukasi sejarah dan religi.

Pengunjung bisa mengunjungi mes atau tempat karantina jemaah haji yang pertama didirikan di Indonesia pada tahun 1920. Saat itu, jemaah haji yang pulang dari Tanah Suci menjalani karantina di dalam gedung di Pulau Rubiah.

Ketika dikunjungi Kompas.com, gedung karantina haji itu tampak terbengkalai. Atap-atapnya ambruk, dengan beberapa puing interior berserakan.

Dari dermaga, wisatawan perlu mendaki anak tangga ke dalam hutan sekitar 400 meter. Gedung tersebut berdiri di antara semak belukar dan pohon-pohon daerah pesisir yang lebat.

Selain karantina haji, pengunjung juga bisa menziarahi makam Siti Rubiah, salah satu sosok ulama perempuan.

Makam Siti Rubiah merupakan satu dari 44 makam auliya (seperti Wali Songo di Jawa) di Aceh.

"Itu istrinya auliya kalau kita bilang di sini, makam keramat juga. Jadi istrinya di sini," tutur Irfan.

"Makanya nama pulau ini Pulau Rubiah. Kalau suaminya di seberang sana," lanjut dia.

Wisata kuliner

Melancong ke Pulau Rubiah belum lengkap jika tidak menyantap kuliner bahari setempat.

Wisatawan bisa memilih menyantap makanan di sekitar dermaga Pulau Rubiah atau di Kampung Iboih. Mereka pun bisa menikmati olahan hasil tangkapan nelayan setempat di warung makan, persis di Dermaga Iboih.

Pemandangannya berupa garis pantai Pulau Rubiah yang hijau dan perairan di bawah dermaga yang jernih.

Jika waktunya tepat, wisatawan bisa menyaksikan anak-anak setempat memancing ikan menggunakan adonan tepung terigu.

Titik 0 Kilometer Indonesia

Shutterstock/Riqial Tugu Titik Nol Kilometer Indonesia di Sabang.

Sudah sampai Sabang terasa belum sempurna jika tidak menginjakkan kaki ke Titik 0 Kilometer Indonesia. Titik tersebut ditandai dengan tugu yang dibangun di atas bukit di ujung barat daya Pulau We.

Di tempat ini, wisatawan bisa memandang laut lepas dari daratan terluar Indonesia sembari menikmati debur ombak.

Jangan lupa beli oleh-oleh berupa pakaian produksi warga setempat dan rujak khas Aceh yang rasanya segar.

View this post on Instagram

A post shared by Generasi Cuan (@gen.cuan)

#wisata-aceh #wisata-sabang #pulau-rubiah-sabang-snorkeling #snorkeling-pulau-rubiah #pulau-rubiah-dimana #pulau-rubiah-adalah

https://travel.kompas.com/read/2024/08/08/081000627/wisata-ke-pulau-rubiah-di-aceh-snorkeling-dan-lihat-mes-haji-pertama