Tembok yang Tutup Jalan Rumah Warga di Cililitan Dibongkar Setengah, Kini Bisa Dilalui Orang

Tembok yang Tutup Jalan Rumah Warga di Cililitan Dibongkar Setengah, Kini Bisa Dilalui Orang

Dengan dibongkarnya setengah tembok tersebut, akses jalan menuju rumah Puji kini kembali terbuka dan bisa dilalui orang. Halaman all

(Kompas.com) 08/08/24 10:41 13769300

JAKARTA, KOMPAS.com - Tembok yang menutupi akses menuju rumah warga di Cililitan, Kramatjati, Jakarta Timur, bernama Puji Rahayu (49) dibongkar setengahnya pada Kamis (8/8/2024) pagi.

Tembok tersebut semula berdiri di atas tanah ahli waris bernama Mohamad Sidik (49).

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, proses pembongkaran tembok dimulai pada pukul 09.00 WIB dan berakhir pada 09.21 WIB.

Pembongkaran dilakukan oleh dua petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Cililitan, didampingi oleh Lurah Cililitan, Sukarya.

Sementara, Puji tampak menunggu dan menyaksikan proses pembongkaran tembok di depan rumahnya.

Dengan dibongkarnya setengah tembok tersebut, akses jalan menuju rumah Puji kini kembali terbuka dan bisa dilalui orang.

Namun, sepeda motor tak bisa menggunakan akses tersebut lantaran lebar jalan hanya sekitar setengah meter.

Saat dihampiri usai pembongkaran tembok selesai, Puji enggan memberikan komentar.

"Saya enggak mau komentar dulu ya," kata Puji kepada wartawan, Kamis.

"Nanti saja ya. Saya masih menunggu kuasa hukum saya datang," ujar dia.

Adapun pembongkaran setengah tembok ini telah disepakati Puji dan Sidik dalam mediasi yang digelar Kecamatan Kramatjati, Rabu (7/8/2024).

Sebelumnya diberitakan, jalan di depan rumah warga RT 09, RW 09, Cililitan, Kramatjati, Jakarta Timur, bernama Puji Rahayu ditutup oleh keluarga pemilik tanah, Mohamad Sidik, pada Minggu (4/8/2024).

Mohamad Sidik adalah salah satu ahli waris dari pemilik tanah yang merupakan ayahnya sendiri, Muhammad Ali atau akrab disapa Engkong Ali.

Setidaknya, ada dua rumah berisi delapan kepala keluarga (KK) dengan jumlah keseluruhan 21 orang yang terdampak penutupan akses jalan ini.

Salah satu lansia yang tinggal di rumah Puji kini tidak bisa lagi berolahraga atau sekadar berjemur di ujung gang.

Sementara, sebanyak tiga anak tidak bisa berangkat sekolah karena mereka tidak ingin melewati akses alternatif, yakni melalui ruang tengah tetangga yang masih satu saudara dengan Puji.

Berdasarkan pembicaraan dalam mediasi, Sidik menyampaikan kepada Lurah Cililitan Sukarya bahwa ia menutup akses jalan karena merasa bising.

Pasalnya, rumah Puji kerap dijadikan tempat rapat salah satu partai politik (parpol) sebelum gelaran Pemilu 2024 lalu.

Oleh karenanya, pada Februari 2024, Sidik menutup sebagian akses jalan tersebut. Harapannya, sepeda motor tidak bisa lagi masuk ke rumah Puji, sehingga tidak banyak orang bertamu.

Namun, enam bulan setelahnya, Sidik akhirnya memutuskan untuk menutup total akses jalan tersebut.

#penutupan-akses-di-cililitan #warga-tutup-akses-jalan-di-cililitan

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/08/08/10413111/tembok-yang-tutup-jalan-rumah-warga-di-cililitan-dibongkar-setengah-kini