Mensos Risma Temui Belasan Korban TPPO di Kupang yang Tergiur Gaji Tinggi

Mensos Risma Temui Belasan Korban TPPO di Kupang yang Tergiur Gaji Tinggi

Mensos Risma menemui belasan korban tindak pidana perdagangan orang di Kupang. Mereka itu tergiur bekerja di luar negeri karena gaji tinggi. Halaman all

(Kompas.com) 08/08/24 10:13 13769309

KUPANG, KOMPAS.com - Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia Tri Rismaharini menemui belasan korban tindak pidana perdagangan orang di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kedatangan Risma dalam rangka memberikan bantuan sosial serta pelatihan keahlian kepada para korban, agar bisa membuka usaha yang dapat menghidupi mereka.

"Tidak cukup dengan bansos maka saya akan bangun usaha. Saya bantu ini-ini mau apa, saya bantu semuanya," kata Risma di Santra Efata Kupang pada Kamis (8/8/2024).

Dalam kesempatan itu, Risma menanyakan keinginan para korban secara satu per satu.

Adapun belasan korban TPPO yang ada di Sentra Efata adalah perempuan. Mereka tergiur bekerja di luar negeri karena mendapat tawaran gaji yang besar.

Mayoritas korban terdesak kondisi ekonomi sehingga mereka nekat merantau ke negeri orang secara ilegal demi menghidupi keluarganya.

"Ibu, saya pergi ke Singapura itu ingin membantu orangtua saya yang sedang sakit," kata salah seorang korban kepada Risma

"Sakit apa ayahmu?" tanya Risma.

"Bapak saya (sakit) stroke sama (sakit) ginjal," jawabnya.

Setelahnya, Risma meminta stafnya untuk menjemput ayah korban tersebut agar dibawa dan dirawat di rumah sakit yang ada di sekitar Sentra Efata.

"Sudah kalau bapaknya nanti kami tangani, biar nanti kita bawa ke rumah sakit di sini. Sekarang untuk bagaimana bisa, kalau ditinggal, bagaimana, siapa yang akan menjaga adek-adekmu?" tanyanya lagi.

"Saya pengen punya usaha bu. Saya pengen kasih usaha ke saudara saya, saudara kandung saya (kakaknya)," ujarnya lagi.

Salah seorang korban lainnya juga mengaku tergiur gaji yang lebih besar sehingga mencoba peruntungan menjadi pekerja di Singapura meski melalui jalur yang tak resmi.

Ibu dengan empat anak itu juga berkeinginan mencari pekerjaan ke luar negeri untuk membantu perkonomian keluarganya.

"Saya pergi ke Singapura karena gaji di sana lebih besar katanya. Saya ingin membantu keluarga saya. Saya punya anak empat orang, ingin bantu suami saya," ucap korban tersebut.

Dia menambahkan keluarganya memiliki kios kecil di daerah Sumba, namun kios itu tak mencukupi untuk menafkahi keluarganya.

Di hadapan Risma, ia pun meminta agar mendapat bantuan usaha bengkel untuk suaminya.

"Jadi saya mau minta bantuan dari ibu, ingin usaha yang lain lagi buat suami buka bengkel begitu," katanya ke Risma.

"Bisa bu kita bisa bantu," jawab Risma.

Tak hanya itu, ada juga seorang korban yang ingin membuka usaha membuat dan menjual kain tenun.

Hal ini diungkapkannya saat ditanyakan Risma soal keinginannya membuka usaha.

"Pengen alat tenun," kata korban ke Risma.

"Tenun. Bisa tenun?" tanya politikus PDI-P tersebut.

"Bisa," jawabnya lagi.

"Oke nanti saya bantu alat tenun sama benangnya lengkap," ujarnya.

Selepas menanyakan keinginan para korban, Risma menyatakan semuanya akan dicatat oleh stafnya.

Kementerian Sosial juga nantinya akan melakukan pengecekan ke kediaman para korban untuk diberikan bantuan.

"Nanti biar didata dari teman-teman Efata nanti biar diserahkan ke saya, seperti itu," kata Risma.

#menteri-sosial-tri-rismaharini #tindak-pidana-perdagangan-orang #korban-tppo

https://nasional.kompas.com/read/2024/08/08/10130541/mensos-risma-temui-belasan-korban-tppo-di-kupang-yang-tergiur-gaji-tinggi