Harga Minyak Naik Lebih dari 2%, Mengapa?
Harga minyak naik lebih dari 2% pada Rabu (7/8/2024), bangkit kembali dari posisi terendah dalam beberapa bulan. Mengapa? - Halaman all
(InvestorID) 08/08/24 05:40 13770045
NEW YORK, investor.id - Harga minyak naik lebih dari 2% pada Rabu (7/8/2024), bangkit kembali dari posisi terendah dalam beberapa bulan. Setelah data menunjukkan penurunan persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS) yang lebih besar dari perkiraan. Bahkan, ketika kekhawatiran tentang melemahnya permintaan minyak di China terus berlanjut.
Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent ditutup naik US$ 1,85 (2,42%) pada US$ 78,33 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate AS terkerek US$ 2,03 (2,77%) menjadi US$ 75,23.
Data pemerintah AS menunjukkan, stok minyak mentah turun selama enam minggu berturut-turut, terpangkas 3,7 juta barel menjadi 429,3 juta barel minggu lalu. Angka itu melebihi ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters untuk penurunan 700 ribu barel.
Phil Flynn, seorang analis di Price Futures Group, mengatakan, data tersebut menunjukkan bahwa permintaan lebih kuat dari yang diperkirakan orang dan persediaan secara keseluruhan lebih ketat. "Persediaan minyak mentah di bawah rata-rata untuk saat ini," paparnya.
Data industri dari American Petroleum Institute pada Selasa (6/8/2024) menunjukkan peningkatan yang tidak terduga dalam persediaan minyak mentah dan bensin.
Pada Senin (5/8/2024), Brent merosot ke level terendah sejak awal Januari dan WTI menyentuh level terendah sejak Februari. Itu terjadi karena merosotnya pasar saham global yang dalam di tengah kekhawatiran tentang potensi resesi di AS setelah data pekerjaan melemah.
Kedua patokan minyak menghentikan penurunan tiga hari perdagangan berturut-turut pada Selasa. "Pemulihan yang kita dapatkan dari penurunan besar pada hari Senin menunjukkan bahwa itu adalah temper tantrum yang sangat singkat dan bukan kejatuhan pasar," kata Tim Snyder, kepala ekonom di Matador Economics.
Minyak Libya
Produksi yang lebih rendah di ladang minyak Sharara Libya yang memproduksi 300 ribu barel per hari (bpd) juga menambah kekhawatiran tentang kekurangan pasokan. Perusahaan Minyak Nasional Libya mengumumkan force majeure di ladang minyak Sharara mulai 7 Agustus, kata perusahaan itu pada Rabu.
Perusahaan Minyak Nasional Libya mengatakan pada Selasa, bahwa mereka akan mulai mengurangi produksi secara bertahap di ladang tersebut karena adanya protes.
Sementara itu, ketegangan di Timur Tengah terus memicu kekhawatiran pasokan. Timur Tengah bersiap menghadapi kemungkinan gelombang serangan baru oleh Iran dan sekutunya menyusul pembunuhan anggota senior kelompok militan Hamas dan Hizbullah minggu lalu, dengan meningkatnya kekhawatiran bahwa konflik di Gaza berubah menjadi perang Timur Tengah yang lebih luas.
Militan Houthi yang berpihak pada Iran pada Rabu menargetkan sebuah kapal kontainer di Laut Merah dan dua kapal perusak AS di Teluk Aden yang berdekatan. Serangan terhadap kapal yang melewati wilayah tersebut telah memaksa kapal tanker untuk memilih rute alternatif yang lebih panjang.
"Setiap eskalasi konflik di Timur Tengah dapat menimbulkan risiko gangguan yang lebih besar terhadap pasokan dari wilayah tersebut," kata analis ANZ Daniel Hynes.
Mendukung pandangan permintaan yang bearish, data perdagangan China menunjukkan bahwa impor minyak mentah harian bulan Juli turun ke level terendah sejak September 2022. China adalah importir minyak mentah terbesar di dunia.
Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #harga-minyak #minyak-mentah #brent #wti #produksi-minyak #stok-minyak #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/369471/harga-minyak-naik-lebih-dari-2-mengapa-