Saham Astra (ASII) Loncat

Saham Astra (ASII) Loncat

Saham Astra kembali menghijau pada sesi I perdagangan 8 Agustus 2024. - Halaman all

(InvestorID) 08/08/24 10:55 13773899

JAKARTA, investor.id - Saham PT Astra International Tbk (ASII) loncat tipis-tipis pada sesi I perdagangan 8 Agustus 2024. Di sekitar pukul 10.48 WIB saham ini ada di Rp 4.700 atau +1,51%.

Saham Astra melanjutkan capaian positif pada perdagangan 6 dan 7 Agustus kemarin yang selalu ditutup menghijau masing-masing +1,10% dan +0,43%.

Astra (ASII) pada 8 Agustus ini memiliki acara penting padaberupa penyelenggaraan paparan publik atau public expose.

Acara digelar mulai pukul 10.00-11.30 WIB melalui webinar Zoom. Adapun mata acaranya adalah pemaparan kinerja Astra (ASII) untuk semester I-2024.

Sebagaimana telah dilaporkan Astra International (ASII) mencatatkan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 15,85 triliun pada semester I-2024, turun 9,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 17,44 triliun.

Adapun pendapatan bersih Astra turun tipis 1,5% menjadi Rp 159,96 triliun dari Rp 162,39 triliun.

Laba bruto Astra juga turun 2,8% menjadi Rp 35,6 triliun dari Rp 36,63 triliun. Begitu pun laba sebelum pajak penghasilan turun 13,1% menjadi Rp 24,97 triliun dari Rp 28,74 triliun.

Sedangkan laba periode berjalan emiten berkode saham ASII tersebut turun 12,8% menjadi Rp 20,42 triliun dari Rp 23,43 triliun.

Lead Investment Analyst Stockbit, Edi Chandren sempat menyebut laba bersih selama 1H24 tersebut melampaui ekspektasi karena setara 54% dari estimasi FY24 konsensus.

“Resiliensi kinerja ASII pada 2Q24 – di tengah lesunya penjualan otomotif – ditopang oleh kinerja solid segmen terkait batu bara (UNTR), segmen jasa keuangan, serta kinerja entitas asosiasi dan JV,” sebutnya dalam ulasan Stockbit Sekuritas, Rabu (31/7/2024).

UNTR

Sementara itu, anak usaha ASII, yaitu PT United Tractors Tbk (UNTR) mencetak pendapatan bersih Rp 64,5 triliun pada semester I-2024, turun 6% dibandingkan periode yang sama tahun 2023. Menurut manajemen UNTR, hal tersebut disebabkan oleh penurunan kinerja dari segmen mesin konstruksi dan pertambangan batu bara.

Penurunan pendapatan ditambah dengan biaya keuangan yang lebih tinggi dan kerugian selisih kurs menyebabkan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk (laba bersih) UNTR turun sebesar 15% menjadi Rp 9,5 triliun dari Rp 11,2 triliun.

Hingga Juni 2024, volume penjualan alat berat Komatsu oleh UNTR tercatat sebanyak 2.147 unit atau turun 32% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 3.145 unit.

Dari total keseluruhan penjualan alat berat, sebesar 63% diserap sektor pertambangan, 14% ke sektor perkebunan, 13% diserap sektor konstruksi, dan sisanya sebesar 10% diserap sektor kehutanan.

Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #astra-intenational #asii #saham-astra #saham-asii #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/369505/saham-astra-asii-loncat