Semangati Korban TPPO, Mensos Risma Cerita Perjuangan saat Jadi Wali Kota Surabaya

Semangati Korban TPPO, Mensos Risma Cerita Perjuangan saat Jadi Wali Kota Surabaya

Mensos Tri Rismaharini memberi motivasi kepada para korban TPPO di Kupang, sambil menceritakan pengalamannya saat jadi wali kota Surabaya. Halaman all

(Kompas.com) 08/08/24 11:17 13775243

KUPANG, KOMPAS.com - Menteri Sosial (Mensos) RI Tri Rismaharini memberikan motivasi ke sejumlah korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) agar semangat mengasah keahlian dan membuka usaha.

Wanita yang akrab disapa Risma ini turut menceritakan pengalamannya ketika menjabat Wali Kota Surabaya.

Kala itu, ia menemukan banyak ibu rumah tangga yang awalnya susah secara ekonomi kemudian bangkit dengan membuka usaha.

"Saya mencoba saat saya awal jadi wali kota bagaimana keluarga itu di Surabaya kondisinya jauh lebih baik, lebih sejahtera," kata Risma di Sentra Efata Kupang, NTT, Kamis (8/8/2024).

Salah satu upaya yang dilakukannya adalah melatih keahlian ibu rumah tangga yang masih kekurangan secara ekonomi untuk membuat usaha.

"Ibu-ibu tahu? Hasilnya sekarang, itu saya mulai 2010, ini Bu Diah ini, satu bulan dia bisa empat miliar. Ada Bu Wiwit sudah ekspor (barang jualannya) setiap hari. Kalah wali kotanya," ungkap Risma.

Menurut Risma, semua tujuan tidak harus dimulai dengan sesuatu yang besar atau pendidikan yang tinggi.

Asal ada kemauan untuk maju dan usaha, pasti akan diberikan jalan untuk maju dan berkembang.

"Ada lagi Bu, siapa namanya, Aminah. ini juga sudah ekspor. Bu Aminah ini jualan semanggi, semanggi itu kayak pecel, dia satu bln bisa sampe 500 juta. sorry, satu hari itu bisa Rp 125 juta. Jadi dulu satu hari dia jualan hanya kurang lebih cari uang 100.000 aja susah," tutur dia.

Selain itu, ia juga menceritakan perjuangannya mengatasi banjir di Surabaya.

Risma mengeklaim, kerja kerasnya saat itu membuat Kota Surabaya tidak sering lagi terkena banjir.

"Saya dulu awal mula di Surabaya itu hampir 50 persen banjir, ya karena saya kerja mulai pagi setelah sholat subuh sampai jam 2 pagi, sampai saya tuh enggak pulang, yang terjadi, saya sebelum turun, tidak ada banjir di Surabaya," ucapnya.

Di hadapan 18 korban TPPO di Kupang itu, Risma mengajak mereka tetap semangat dan terus berusaha.

Dalam kesempatan itu, ia juga menanyakan keinginan para korban. Beberapa di antaranya ingin membuka usaha membuat kain tenun, punya kios, bengkel, hingga hewan ternak.

Risma memastikan stafnya telah mencatat dan akan membantu mewujudkan hal tersebut.

"Ayo semangat, yang bisa mengalahkan semua itu cuma kerja keras tidak main-main," tegas dia.

#menteri-sosial-tri-rismaharini #tindak-pidana-perdagangan-orang-tppo #korban-tppo

https://nasional.kompas.com/read/2024/08/08/11173641/semangati-korban-tppo-mensos-risma-cerita-perjuangan-saat-jadi-wali-kota