Dorong Hilirisasi Industri, Menperin Resmikan Pabrik Percontohan Limbah Sawit
Pilot Plant ini merupakan salah satu langkah menjalankan hilirisasi industri berbasis Sumber Daya Alam (SDA), termasuk menumbuhkan Industri Hijau. Halaman all
(Kompas.com) 08/08/24 12:48 13780894
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita meresmikan pabrik peroncontohan atau Pilot Plant Fraksionasi Tandan Kosong Kelapa Sawit di Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Agro (BBSPJIA) di Bogor, Kamis (8/8/2024).
Agus mengungkapkan, Pilot Plant ini merupakan salah satu langkah menjalankan hilirisasi industri berbasis Sumber Daya Alam (SDA), termasuk menumbuhkan Industri Hijau yang berkelanjutan melalui pemanfaatan limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS) menjadi produk-produk yang bernilai tambah tinggi.
Menurutnya, Kemenperin menjadikan sektor kelapa sawit sebagai salah satu program Prioritas Hilirisasi Industri dalam rangka meningkatkan nilai tambah komoditas ekspor.
SHUTTERSTOCK/SAMSUL SAID Ilustrasi kelapa sawit, tandan buah segar kelapa sawit.Nilai ekonomi sektor perkelapasawitan hulu-hilir nasional mencapai lebih dari Rp 750 triliun, setara dengan 3,5 persen dari PDB Nasional pada tahun 2023.
"Angka ini berpotensi akan terus bertambah melalui inovasi teknologi, dari yang sebelumnya berpusat pada hilirisasi minyak sawit, menjadi diperluas termasuk pengolahan biomassa kelapa sawit," kata Agus.
Pilot Plant ini mampu menghasilkan Glukosa, Xilosa, Lignin (GXL) secara bersamaan. Glukosa merupakan prekursor pembuatan bio etanol, yaitu bahan bakar nabati pencampur bensin (gasoline).
Sementara itu, Xilosa dan Lignin merupakan prekursor pembuatan Bio Fine Chemicals (bahan kimia berbasis sumber daya terbarukan), yang dapat diolah menjadi produk antara lain xylitol, benzene dan toluene.
Menperin mengharapkan fasilitas Pilot Plant ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat pemangku kepentingan industri.
Humas Kemenperin Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam satu kesempataDengan demikian, pengolahan biomassa kelapa sawit, yang selama ini masih terabaikan, dapat menyelesaikan permasalahan pengelolaan limbah atau hasil samping kebun kelapa sawit
"Selain itu diharapkan bisa mendukung terwujudnya program hilirisasi industri kelapa sawit untuk kemajuan ekonomi bangsa yang berkelanjutan," ungkapnya.
Di sisi lain, Pilot Plant ini juga diharapkan sebagai bagian dari upaya subsitusi impor agar digunakan untuk mengakselerasi transisi pengembangan industri berbasis bahan terbarukan dalam mengurangi impor bahan baku industri berbasis petroleum atau petrochemical.
"Hal ini pun akan memperkuat pondasi pasokan bahan baku industri fine chemical yang selama ini masih mengandalkan impor, sehingga bermanfaat untuk keseimbangan neraca perdagangan nasional," katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Andi Rizaldi mengatakan, Penguasaan Teknologi Fraksionasi TKKS pada skala pilot ini dapat digunakan untuk meningkatkan pemanfaatan dan optimalisasi TKKS untuk diproses dan menghasilkan prekursor bernilai tinggi seperti Glukosa, Xilosa, dan Lignin (GXL).
Selain itu, teknologi yang dihasilkan akan menjadi satu lisensi teknologi yang merupakan hasil karya anak bangsa.
Dia menyakini keberhasilan pilot plant TKKS menjadi produk GXL akan menambah daya saing kelapa sawit Nasional, meningkatkan image positif terhadap isu lingkungan dan memperkuat serta memperdalam struktur industri Nasional.
"Sesuai arahan dari Bapak Menteri, kami melakukan pengembangan industri hulu dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan asing," kata Andi.
#kelapa-sawit #agus-gumiwang-kartasasmita #hilirisasi #komoditas-ekspor #industri-kelapa-sawit