DANA dan Ant International Gelar SisBerdaya 2024, Tingkatkan Kompetensi Wirausahawan Perempuan Bersaing secara Global
DANA dan Ant International kembali menghadirkan program SisBerdaya pada 2024 untuk membantu pengusaha perempuan mengembangkan manajemen bisnis. Halaman all
(Kompas.com) 08/08/24 12:24 13780895
KOMPAS.com - DANA dan Ant International, pemimpin pembayaran digital dan layanan keuangan yang berkantor pusat di Singapura, kembali menghadirkan program SisBerdaya pada 2024.
Program tersebut merupakan inisiatif lokal yang dirancang untuk memberdayakan perempuan pengusaha di kategori mikro dan ultra mikro, melalui pelatihan, pendampingan, dan kompetisi.
Inisiatif dijalankan untuk membantu pengusaha perempuan mengembangkan manajemen bisnis dan keterampilan digital mereka agar tetap kompetitif dalam ekonomi digital sekaligus mampu berinovasi dan mengembangkan bisnis mereka.
Pendaftaran program SisBerdaya telah dibuka mulai Selasa (29/7/2024) hingga Rabu (21/8/2024).
Untuk diketahui, SisBerdaya menyasar dua kategori usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), yaitu kategori ultra mikro untuk usaha yang memiliki pendapatan bulanan Rp 1 juta hingga Rp 10 juta dan memiliki 0 - 3 karyawan.
Selain itu, kategori mikro untuk usaha dengan pendapatan bulanan Rp 10 juta hingga Rp 30 juta rupiah dengan karyawan berjumlah 4 - 10 orang.
Program tersebut akan dilaksanakan dalam beberapa tahap, dimulai dengan pendaftaran pada akhir Juli dengan mengelompokkan peserta ke tiga wilayah utama, yaitu Indonesia Barat (Sumatra, Kalimantan, Jawa di luar Jakarta Raya), Indonesia Timur (Sulawesi, Bali, NTT, NTB, Ambon, Papua), dan Jakarta Raya (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi).
Adapun tahap berikutnya yaitu penjurian tertutup untuk menyaring peserta menjadi 195 pendaftar pada September, dilanjutkan dengan pendampingan secara daring.
Kemudian, peserta yang memenuhi syarat akan masuk tahapan berikutnya, berupa pendampingan dan pelatihan keterampilan selama satu bulan oleh pakar professional dan praktisi dari DANA, Ant International, pemerintah, serta mitra industri, yaitu Women\'s World Banking dan GreatNusa by Bina Nusantara.
Director of Communications DANA Olavina Harahap mengatakan, kesuksesan SisBerdaya 2023 terbukti membuka wawasan, peluang, dan akses terhadap pembiayaan digital bagi peserta untuk terus mengembangkan usahanya.
“Oleh karena itu, program SisBerdaya tahun ini hadir semakin inklusif. Dengan tema, ‘Giliran Pengusaha Perempuan Bisa Mendunia’, kami ingin mengajak wirausahawan perempuan untuk bisa membuka perspektif baru, membangkitkan optimismenya, serta meningkatkan daya saingnya hingga ke tingkat global,” ujar Olavina dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (8/8/2024).
Sejalan dengan komitmen pihaknya dalam mendukung perkembangan UMKM dengan asas inklusivitas dan inovatif bagi seluruh masyarakat, tahun ini DANA juga menambah kategori baru, yaitu DisBerdaya atau Disabilitas Berdaya yang berfokus untuk UMKM perempuan penyandang disabilitas.
“Kami yakin kembalinya SisBerdaya mampu meningkatkan kapabilitas wirausahawan perempuan di Indonesia secara inklusif, mewujudkan kemandirian ekonomi, dan mengakselerasi ekonomi digital,” katanya.
Dok. DANA Director of Communications DANA Olavina Harahap mengatakan, kesuksesan SisBerdaya 2023 terbukti membuka wawasan, peluang, dan akses terhadap pembiayaan digital bagi peserta untuk terus mengembangkan usahanya.Tingkatkat inklusivitas ekonomi digital
Pada kesempatan sama, Director of Public Policy and Business Development, Indonesia at Ant International, Noudhy Valdryno, mengungkapkan, dengan visi misi yang selaras, Ant International dan DANA berkomitmen meningkatkan inklusivitas ekonomi digital di Indonesia dan Asia Tenggara, khususnya pengusaha perempuan.
SisBerdaya merupakan salah satu bentuk apresiasi untuk semangat kewirausahaan perempuan, serta mendukung mereka baik secara finansial maupun kapasitas bisnisnya.
“Melalui tiga aspek, yaitu akses pembiayaan, adaptasi terhadap layanan digital, dan kemampuan manajemen bisnis secara profesional, Ant International bertujuan untuk mengurangi hambatan bagi semua pemilik bisnis dan memberdayakan mereka untuk melakukan digitalisasi dan mencapai pertumbuhan, sekaligus menstimulasi perekonomian lokal,” terang Noudhy.
Pihaknya optimistis, SisBerdaya mampu menjadi penggerak untuk memperluas peluang bagi perempuan dan pengusaha penyandang disabilitas untuk tumbuh, serta mencapai potensi penuh mereka untuk bersaing dalam skala global.
Inisiatif program SisBerdaya juga mendapat dukungan Dewan Nasional Keuangan Inklusi (DNKI), sebagai implementasi keuangan inklusif untuk segmen target kelompok perempuan.
Dukungan tersebut dituangkan dalam Penandatanganan Komunike Bersama antara DANA, DNKI, dan mitra kolaborator program SisBerdaya, di antaranya Ant International, Women’s World Banking, GreatNusa by Bina Nusantara, Perempuan Tangguh Indonesia, dan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia.
Deputi I Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Kementerian Koordinator Perekonomian Ferry Irawan mengatakan, perempuan pemilik UMKM khususnya menghadapi hambatan gender, kesulitan akses layanan keuangan formal, serta rendahnya literasi dan inklusi keuangan.
Sebanyak 11,9 persen pelaku usaha UMKM belum terinklusi dalam layanan keuangan formal, dengan sebagian besar menggunakan modal sendiri.
Upaya kolaboratif antarpemangku kepentingan untuk pertumbuhan ekonomi sangat penting guna mendorong perekonomian secara makro. Salah satunya, melalui program SisBerdaya yang diinisiasi oleh DANA.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat menghasilkan UMKM unggulan yang mampu bersaing tidak hanya secara nasional tetapi juga global.
“Mewakili pemerintah, kami berkomitmen mendukung program peningkatan literasi dan inklusi keuangan, serta pemberdayaan UMKM terutama bagi kelompok perempuan dan penyandang disabilitas. Program ini diharapkan dapat terimplementasi dengan baik, sukses, dan berdampak yang mendukung tujuan pembangunan nasional yaitu peningkatan literasi dan inklusi keuangan yang menopang stabilitas sistem keuangan guna mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur,” kata Ferry.
Dok. DANA Tahun ini, DANA membuka program turunan bertajuk DisBerdaya (Pemberdayaan Disabilitas) yang menyasar khusus bagi perempuan pengusaha penyandang disabilitas, yang berada di bawah naungan Perempuan Tangguh Indonesia (PTI) dan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI).Tiga pilar keuangan inklusif
Deputi Direktur Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen (DUPK) Bank Indonesia (BI) Irene Heniwati mengatakan, pihaknya melakukan upaya pengembangan ekonomi dan keuangan inklusif dengan mengacu pada tiga pilar, yaitu Pemberdayaan Ekonomi, Perluasan Akses dan Literasi Keuangan, serta Harmonisasi Kebijakan.
Pada pilar Pemberdayaan Ekonomi, BI mendorong pemberdayaan perempuan melalui pengembangan ekonomi dan keuangan inklusif berbasis Kelompok Subsisten.
Program tersebut sebagian besar menyasar kelompok usaha perempuan pada segmen ultra mikro dan mikro.
“Adapun pilar Perluasan Akses dan Literasi Keuangan, BI meningkatkan akselerasi digital pada layanan keuangan digital melalui perluasan QRIS, edukasi layanan keuangan digital (DFS) dan perlindungan konsumen,” terang Irene.
Seluruh program dan kebijakan tersebut disinergikan dengan berbagai pihak, termasuk DNKI.
“Melalui program SisBerdaya, DANA telah menginisiasi suatu program yang berkelanjutan dan inklusif untuk perempuan dan penyandang disabilitas yang dapat mendukung pencapaian literasi dan keuangan inklusif ke depannya,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Edwin Nurhadi, mengatakan, pihaknya terus bekerjasama dengan mitra strategis seperti DANA dalam rangka meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia.
“Kami juga akan terus berkolaborasi dalam meningkatkan kapasitas bisnis UMKM melalui akses pembiayaan serta pelatihan-pelatihan yang bisa dimanfaatkan langsung guna memberdayakan UMKM teman-teman disabilitas," ungkap Edwin.
Tahun ini, DANA membuka program turunan bertajuk DisBerdaya (Pemberdayaan Disabilitas) yang menyasar khusus bagi perempuan pengusaha penyandang disabilitas, yang berada di bawah naungan Perempuan Tangguh Indonesia (PTI) dan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI).
Program DisBerdaya akan berjalan paralel dengan SisBerdaya dengan fokus pada peserta yang telah dikurasi oleh PTI dan HWDI.
Sebanyak 50 UMKM terpilih nantinya akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan hingga menjadi 5 UMKM pemenang dari program tersebut.
Guna mencapai visi tahun ini, program SisBerdaya dan DisBerdaya akan memfasilitasi peserta dengan serangkaian kurikulum pelatihan dan pendampingan yang lebih mendalam.
Misalnya, peserta akan diberikan pelatihan pengelolaan keuangan, manfaat pembayaran digital, kanvas model bisnis, manajemen sumber daya manusia dan dasar-dasar hukum, dan masih banyak lagi.
Program SisBerdaya dan DisBerdaya diharapkan dapat berperan serta dalam menjamin inklusivitas dan kesetaraan kesempatan bagi seluruh peserta, dalam meningkatkan kapasitas usahanya di masa depan.
Informasi lebih lanjut mengenai program SisBerdaya 2024 dapat diakses melalui bit.ly/sisberdaya2024.