Tembok yang Blokir Akses Rumah Warga di Cililitan Baru Dibongkar Setengah, Motor Tak Bisa Lewat

Tembok yang Blokir Akses Rumah Warga di Cililitan Baru Dibongkar Setengah, Motor Tak Bisa Lewat

Tembok yang menutupi akses menuju rumah warga di Cililitan, Kramatjati, Jakarta Timur, bernama Puji Rahayu (49) dibongkar setengah. Halaman all

(Kompas.com) 08/08/24 12:33 13781144

JAKARTA, KOMPAS.com - Tembok yang menutupi akses menuju rumah warga di Cililitan, Kramatjati, Jakarta Timur, bernama Puji Rahayu (49) dibongkar setengah pada Kamis (8/8/2024) pagi.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, proses pembongkaran tembok dimulai pada pukul 09.00 WIB dan berakhir pada 09.21 WIB.

Pembongkaran dilakukan oleh dua petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Cililitan, didampingi oleh Lurah Cililitan, Sukarya.

Tembok tersebut semula berdiri di atas tanah ahli waris bernama Mohamad Sidik (49), yang juga merupakan tetangga Puji.

Dengan dibongkarnya setengah tembok tersebut, akses jalan menuju rumah Puji kini kembali terbuka dan bisa dilalui orang.

Namun, sepeda motor tak bisa menggunakan akses tersebut lantaran lebar jalan hanya sekitar setengah meter.

Kuasa Hukum Puji, FR Baskoro menyatakan, kliennya merasa lega dengan adanya pembokaran tembok yang dalam beberapa hari ini menutup akses keluar dan masuk rumahnya.

"Alhamdulilah, terima kasih atas kerelaan, kebaikan hati dari keluarga Pak Sidik yang dengan ikhlas membukakan gerbang untuk jalan Bu Puji," kata Baskoro kepada Kompas.com, Kamis.

Terkait rencana pembongkaran tembok seluruhnya, Baskoro mengaku masih menunggu mediasi lanjutan.


"Iya. Ini yang penting sudah dibuka dulu. Kita nanti ada pembicaraan lebih lanjut," ujar Baskoro.

"Kita saling toleransi, kita saling menghormati gitu. Karena kan tetangga adalah saudara terdekat di dunia ini kan. Jadi kalau misalnya ada apa-apa juga tetangga juga yang dimintai tolong," sambung dia.

Sebelumnya diberitakan, jalan di depan rumah warga RT 09, RW 09, Cililitan, Kramatjati, Jakarta Timur, bernama Puji Rahayu ditutup oleh keluarga pemilik tanah, Mohamad Sidik, pada Minggu (4/8/2024).

Mohamad Sidik adalah salah satu ahli waris dari pemilik tanah yang merupakan ayahnya sendiri, Muhammad Ali atau akrab disapa Engkong Ali.

Setidaknya, ada dua rumah berisi delapan kepala keluarga (KK) dengan jumlah keseluruhan 21 orang yang terdampak penutupan akses jalan ini. Salah satu lansia yang tinggal di rumah Puji kini tidak bisa lagi berolahraga atau sekadar berjemur di ujung gang.

Sementara, sebanyak tiga anak tidak bisa berangkat sekolah karena mereka tidak ingin melewati akses alternatif, yakni melalui ruang tengah tetangga yang masih satu saudara dengan Puji.

Berdasarkan pembicaraan dalam mediasi, Sidik menyampaikan kepada Lurah Cililitan Sukarya bahwa ia menutup akses jalan karena merasa bising.

Pasalnya, rumah Puji kerap dijadikan tempat rapat salah satu partai politik (parpol) sebelum gelaran Pemilu 2024 lalu.

Oleh karenanya, pada Februari 2024, Sidik menutup sebagian akses jalan tersebut. Harapannya, sepeda motor tidak bisa lagi masuk ke rumah Puji, sehingga tidak banyak orang bertamu.

Namun, enam bulan setelahnya, Sidik akhirnya memutuskan untuk menutup total akses jalan tersebut.

#akses-jalan-warga-cililitan-ditutup-menantu-pemilik-lahan #penutupan-akses-di-cililitan #warga-tutup-akses-jalan-di-cililitan

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/08/08/12333891/tembok-yang-blokir-akses-rumah-warga-di-cililitan-baru-dibongkar-setengah