Pilihan Utama di Sektor Batu Bara Jatuh ke Saham Ini
Saham Adaro Energy (ADRO) menjadi pilihan utama di sektor batu bara. Apa alasannya? Simak juga target harga saham ADRO. - Halaman all
(InvestorID) 08/08/24 15:00 13800521
JAKARTA, investor.id – PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) membukukan volume penjualan batu bara sebanyak 18,5 juta ton pada kuartal II-2024, meningkat 12% qoq atau naik 9% yoy. Alhasil, volume penjualan sepanjang semester I-2024 menjadi 34,9 juta ton, tumbuh 7% yoy.
Volume penjualan Adaro pada semester I-2024 mencerminkan kombinasi antara pertumbuhan batu bara termal yang naik 5% yoy menjadi 32,3 juta ton dan batu bara kokas yang melonjak 43% yoy menjadi 2,6 juta ton.
Peningkatan volume penjualan Adaro secara kuartalan pada kuartal II-2024 terjadi meskipun produksi melambat sebesar 2% qoq atau flat yoy menjadi 17,7 juta ton. Ini mengindikasikan gangguan cuaca yang memengaruhi produksi beberapa tambang emiten berkode saham ADRO tersebut, terutama PT Adaro Indonesia yang mencatatkan penurunan 6% qoq.
“Mengingat ketidakpastian cuaca pada semester II-2024 di tengah berlanjutnya pengawasan terhadap La Nina, kami menilai pencapaian penjualan pada semester I-2024 sesuai harapan karena mencapai 52% dari estimasi tahun ini,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisnawan dan Christian Sitorus dalam risetnya.
BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan EBITDA operasional ADRO sebesar US$ 540-570 juta pada kuartal II-2024. Dengan begitu, EBITDA operasional perseroan sepanjang semester I-2024 ditaksir mencapai US$ 1,1-1,2 miliar atau sekitar 54-55% dari estimasi tahun ini.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Perhitungan EBITDA operasional ADRO berdasarkan volume penjualan aktual pada kuartal II-2024, dengan perkiraan sedikit penurunan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) sebesar 8-10% qoq – berdasarkan harga rata-rata batu bara termal dan kokas pada kuartal II-2024.
“Kemudian, itu dikombinasikan dengan perkiraan sedikit kenaikan biaya akibat stripping ratio yang lebih tinggi pada kuartal II-2024 sebesar 4 kali dibandingkan kuartal I-2024 yang sebesar 3,7 kali dan proyeksi tahun ini 4,5 kali,” jelas Erindra.
Di sisi lain, harga batu bara Newcastle dan Indonesia (ICI) menunjukkan sedikit perubahan hingga akhir Juli 2024. ICI1, ICI2, dan ICI3 naik tipis sebesar 1,4%, 0,2%, dan 0,3% secara mingguan (wow). Terlebih, persediaan batu bara di pelabuhan-pelabuhan China terus turun dari puncaknya, meski tetap lebih tinggi dari rata-rata dalam lima tahun terakhir, yang menyiratkan peningkatan permintaan musiman.
Dengan berbagai faktor tersebut, BRI Danareksa Sekuritas kembali menegaskan rating beli untuk saham ADRO. Target harga saham ADRO berbasis arus kas terdiskonto (discounted cash flow/DCF) sebesar Rp 3.770.
“ADRO tetap menjadi pilihan utama di sektor batu bara, apalagi skor ESG lebih baik. Risiko utamanya jika target produksi tidak tercapai, proyek tertunda, dan belanja modal lebih tinggi,” pungkas Erindra.
Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #adro #adaro #saham-adro #saham-batubara #harga-batubara #rekomendasi-saham #bri-danareksa-sekuritas #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/369520/pilihan-utama-di-sektor-batu-bara-jatuh-ke-saham-ini