Akses Jalan Rumah Warga Cililitan Bakal Dibuka Sepenuhnya Setelah Perjanjian Rampung
Mohamad Sidik (49), berencana membongkar tembok secara keseluruhan setelah surat kesepakatan dan perjanjian selesai dibuat. Halaman all
(Kompas.com) 08/08/24 17:52 13809755
JAKARTA, KOMPAS.com - Mohamad Sidik (49), ahli waris yang menutup akses jalan rumah tetangganya, Puji Rahayu (49), berencana membongkar tembok secara keseluruhan.
Pembongkaran itu bakal dilakukan setelah surat kesepakatan dan perjanjian selesai dibuat.
"Iya (akan dibongkar total) kalau sudah ada perjanjian atau kesepakatan lagi," ungkap Sidik kepada wartawan di depan Kantor Kelurahan Cililitan, Kamis (8/8/2024).
Kesepakatan ini perlu dirumuskan terlebih dahulu sebelum dilakukan tindakan lebih lanjut.
"Kami menunggu untuk merumuskannya dulu," ujarnya.
Sementara, Lurah Cililitan, Sukarya mengungkapka,n salah satu syarat utama yang diminta dalam kesepakatan ini ialah menghilangkan kebisingan yang sebelumnya mengganggu Sidik.
"Yang diminta dulu karena bising ya. Itu akan kita hilangkan kebisingan di situ," jelas Sukarya.
Selain itu, rapat-rapat yang berlangsung hingga larut malam juga akan dibatasi untuk menjaga ketenangan lingkungan.
"Terus ada rapat-rapat sampai malam itu nanti kita batasi juga," tambah Sukarya.
Diharapkan hasil kesepakatan akan menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan nyaman bagi semua warga.
"Insya Allah menjadi kesepakatan di kemudian hari sampai akhir kita akan selalu damai," imbuh dia.
Sebelumnya diberitakan, jalan di depan rumah warga RT 09, RW 09, Cililitan, Kramatjati, Jakarta Timur, bernama Puji Rahayu ditutup oleh keluarga pemilik tanah, Mohamad Sidik, pada Minggu (4/8/2024).
Mohamad Sidik adalah salah satu ahli waris dari pemilik tanah yang merupakan ayahnya sendiri, Muhammad Ali atau akrab disapa Engkong Ali.
Setidaknya, ada dua rumah berisi delapan kepala keluarga (KK) dengan jumlah keseluruhan 21 orang yang terdampak penutupan akses jalan ini.
Salah satu lansia yang tinggal di rumah Puji kini tidak bisa lagi berolahraga atau sekadar berjemur di ujung gang.
Selain itu, terdapat tiga anak tidak bisa berangkat sekolah karena mereka tidak ingin melewati akses alternatif, yakni melalui ruang tengah tetangga yang masih satu saudara dengan Puji.
Berdasarkan pembicaraan dalam mediasi, Sidik menyampaikan kepada Lurah Cililitan Sukarya bahwa ia menutup akses jalan karena merasa bising.
Pasalnya, rumah Puji kerap dijadikan tempat rapat salah satu partai politik (parpol) sebelum gelaran Pemilu 2024 lalu.
Oleh karenanya, pada Februari 2024, Sidik menutup sebagian akses jalan tersebut. Harapannya, sepeda motor tidak bisa lagi masuk ke rumah Puji, sehingga tidak banyak orang bertamu.
Namun, enam bulan setelahnya, Sidik akhirnya memutuskan untuk menutup total akses jalan tersebut.
#akses-jalan-warga-cililitan-ditutup-menantu-pemilik-lahan #penutupan-akses-di-cililitan #warga-tutup-akses-jalan-di-cililitan