Telan Kerugian di Semester I 2024, Bos Superbank: Masih dalam Periode Investasi Halaman all
PT Super Bank Indonesia atau Superbank mencatat rugi bersih tahun berjalan senilai Rp 188,46 miliar pada semester I 2024. Halaman all?page=all
(Kompas.com) 08/08/24 15:30 13820512
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Super Bank Indonesia atau Superbank mencatat rugi bersih tahun berjalan senilai Rp 188,46 miliar pada semester I 2024.
Kerugian ini naik 66,9 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu dengan rugi bersih Rp 112,92 miliar.
Presiden Direktur Superbank Tigor M Siahaan mengatakan, saat ini pihaknya sedang berada dalam tahap investasi. Dengan begitu, rugi yang dialami perusahaan dapat disebut lumrah.
SHUTTERSTOCK/ANTON_AV Ilustrasi bank."Jadi bisnis sendiri harus investasi dulu kan. Kalau tidak bagaimana? Langsung dapat untung dari day one? Tidak mungkin," kata dia ketika ditemui di Jakarta, Kamis (8/8/2024).
Ia menjelaskan, Superbank melakukan investasi di platform, infrastruktur, sumber daya manusia (SDM), samai sewa gedung.
"All these are investment, sementara barangnya baru launch dua bulan lalu. Tentu saja tidak mungkin dong langsung profit," terang dia.
Tigor menyampaikan, hal tersebut telah dimengerti orang pada umumnya, termasuk pemegang saham.
Seiring dengan itu, pemegang saham Superbank yaitu Grab, Singtel, dan KakaoBank justru menyuntikkan investasi tambahan senilai Rp 1,2 triliun.
"Itu karena mereka tahu ini adalah periode investasi," tutur Tigor.
Lebih lanjut, Tigor menjelaskan, periode ini akan digunakan Superbank untuk dapat pengembangan teknologi dan produk perbankan, serta relasi dengan nasabah.
#tabungan #produk-perbankan #superbank #pemegang-saham-superbank