Berpotensi Ditinggalkan KIM Plus pada Pilkada Jakarta, PDI-P: Tak Masalah, Sebenarnya yang Dirugikan Masyarakat
Ketua DPP PDI-P Eriko Sotarduga sebut PDI-P tak masalah jika ditinggalkan oleh KIM Plus pada Pilkada Jakarta 2024. Halaman all
(Kompas.com) 08/08/24 20:37 13826126
JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Eriko Sotarduga mengatakan, PDI-P tak terlalu ambil pusing jika ditinggalkan oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024.
Pernyataan itu disampaikan Eriko saat menjawab pertanyaan dari pembawa acara Budiman Tanuredjo dalam program "Satu Meja the Forum" yang ditayangkan di Kompas TV, Rabu (7/8/2024).
"Kalau kita dikatakan tidak ada yang mau bersama-sama dengan kita (pada Pilkada Jakarta) tidak ada masalah juga," jelas Eriko.
"Kan kami tidak bisa memaksakan yang lain untuk bersama-sama dengan kami," lanjutnya.
Menurut Eriko, masyarakat menjadi pihak yang paling dirugikan apabila nantinya Pilkada Jakarta 2024 hanya diikuti oleh calon tunggal yang melawan kotak kosong.
Potensi calon tunggal pada Pilkada Jakarta 2024 kemungkinan bakal terjadi lantaran sejumlah partai politik di luar KIM, yakni PKB dan PKS diisukan bakal bergabung sehingga membentuk KIM Plus.
"Nah nanti dengan seperti ini (Pilkada Jakarta hanya ada calon tunggal), kalau terpilih yang tidak sesuai, tentu masyarakat sendiri akan merasakan ya," jelas Eriko.
Di lain sisi, Eriko menyampaikan, setiap partai politik sejatinya memiliki hak untuk berkoalisi dengan partai mana pun dalam Pilkada.
Selain itu, setiap partai politik, kata Eriko, juga punya hak mengajukan sosok tertentu untuk dicalonkan sebagai pemimpin di suatu daerah selagi memenuhi syarat minimal jumlah kursi pencalonan.
"Ini kan juga hak dari masing-masing partai. Dan partai berhak memajukan dengan minimum kursi yang ada," kata Eriko.
Sebelumnya diberitakan, wacana pembentukan KIM Plus muncul setelah Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid menyatakan, Pilkada Jakarta 2024 berpeluang hanya diikuti satu pasangan calon jika PKB memilih bergabung ke KIM Plus.
Jazilul mengatakan, kemungkinan partai-partai politik bergabung menjadi satu kubu hanya untuk mendukung satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur terbuka lebar.
Jazilul mengakui bahwa partainya tengah mempertimbangkan tawaran untuk bergabung ke KIM Plus.
Adapun KIM merupakan koalisi pendukung Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024. Mereka adalah Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Gelora, Partai Garuda, Partai Rakyat Indonesia Adil Makmur (Prima), dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Saat ini Pilkada DKI Jakarta 2024 kemungkinan bakal diikuti dua nama beken, yaitu eks Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan eks Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Anies Baswedan sudah dideklarasikan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Nasdem. Sedangkan Ridwan Kamil diusung Partai Gerindra dan Partai Golkar.
Sementara itu, PKS mengungkapkan bahwa memang adanya tawaran gabung ke koalisi lain terkait pilkada di sejumlah daerah, termasuk Jakarta.
Namun, Juru Bicara PKS Pipin Sopian menegaskan bahwa hingga saat ini partainya masih serius memperjuangkan duet Anies Baswedan-Sohibul Iman bisa berlayar pada Pilkada Jakarta 2024.
“Jadi keseriusan PKS untuk memperjuangkan itu sangat serius. Di sini lain memang tawaran untuk gabung ke koalisi yang lain juga ada. Jadi kami di berbagai pilkada termasuk di Jakarta dan Jawa Barat, yang berharap berkoalisi dengan PKS begitu banyak partai politik dan kami harus menghormati itu,” kata Pipin dalam program Sapa Indonesia Pagi di Kompas TV pada Senin (5/8/2024).