Tembok yang Tutup Akses Rumah Warga Cililitan Akhirnya Dibongkar, Puji Bisa Bernapas Lega
Dengan dibongkarnya setengah tembok tersebut, akses jalan menuju rumah Puji kini kembali terbuka dan bisa dilalui orang. Halaman all
(Kompas.com) 09/08/24 11:02 13901740
JAKARTA, KOMPAS.com - Tembok yang semula menutupi akses menuju rumah warga di Cililitan, Kramatjati, Jakarta Timur, bernama Puji Rahayu (49) akhirnya dibongkar setengah pada Kamis (8/8/2024).
Tembok yang dibangun pada Minggu (4/8/2024) tersebut semula berdiri di atas tanah ahli waris bernama Mohamad Sidik (49), yang juga merupakan tetangga Puji.
Diketahui, Sidik menutup akses jalan lantaran merasa terganggu dengan kebisingan yang kerap muncul dari rumah Puji. Katanya, sebelum gelaran Pemilu 2024, rumah Puji kerap dijadikan tempat rapat salah satu partai politik (parpol).
Dengan dibongkarnya setengah tembok tersebut, akses jalan menuju rumah Puji kini kembali terbuka dan bisa dilalui orang.
Namun, sepeda motor tak bisa menggunakan akses itu lantaran lebar jalan hanya sekitar setengah meter.
Adapun tembok tersebut dibongkar berdasarkan kesepakatan antara Puji dan Sidik dalam mediasi yang digelar oleh Kecamatan Kramatjati pada Rabu (7/8/2024).
Berterima kasih
Kuasa Hukum Puji, FR Baskoro menyatakan, kliennya merasa lega dengan pembongkaran tembok yang beberapa hari terakhir menutup akses keluar dan masuk rumahnya. Puji juga berterima kasih ke Sidik.
"Alhamdulilah, terima kasih atas kerelaan, kebaikan hati dari keluarga Pak Sidik yang dengan ikhlas membukakan gerbang untuk jalan Bu Puji," kata Baskoro kepada Kompas.com, Kamis.
Terkait rencana pembongkaran tembok seluruhnya, Baskoro mengaku masih menunggu mediasi lanjutan.
"Iya. Ini yang penting sudah dibuka dulu. Kita nanti ada pembicaraan lebih lanjut," ujar Baskoro.
"Kita saling toleransi, kita saling menghormati gitu. Karena kan tetangga adalah saudara terdekat di dunia ini kan. Jadi kalau misalnya ada apa-apa juga tetangga juga yang dimintai tolong," sambung dia.
Ada perjanjian
Lurah Cililitan Sukarya mengungkapkan, pembukaan akses ini dilakukan agar layanan sosial dan kesehatan tetap berjalan.
"Jadi saya menjalankan hasil kesepakatan yang dilaksanakan di kecamatan kemarin," kata Sukarya kepada wartawan di depan Kantor Kelurahan Cililitan, Kamis.
"Di situ ada klausul yang berbunyi bahwa untuk layanan sosial dan layanan kesehatan, kita akan membuka (tembok yang menutupi akses) sampai suasananya normal kembali," lanjut dia.
Salah satu poin utama kesepakatan tersebut ialah tidak menimbulkan kebisingan yang sebelumnya menjadi sumber konflik.
"Seumpamanya bisa membawa motor ke dalam tapi jangan dibunyikan, jangan bersuara," kata Ketua RW 09 Kelurahan Cililitan, Wahyu Wibowo, kepada wartawan.
Kesepakatan ini juga mencakup aturan terkait aktivitas di malam hari yang dinilai kerap mengganggu ketenangan.
"Terus ada rapat-rapat sampai malam itu nanti kita batasi juga," ujar Lurah Cililitan Sukarya.
"Dan kebersihan yang terutama ya. Kalau ada sampah atau apa, pada bingung siapa yang mau membersihkan. Jadi intinya harus semua warga yang di sana," sambung dia.
Bakal dibuka sepenuhnya
Meski baru dibuka setengah, Sidik mengatakan, tembok akan dibongkar sepenuhnya setelah ada kesepakatan resmi dari seluruh pihak.
"Iya (akan dibongkar total) kalau sudah ada perjanjian atau kesepakatan lagi," ungkap Sidik kepada wartawan.
Namun, Sidik belum dapat memastikan waktu pembongkaran lantaran hal ini perlu dirumuskan lebih lanjut.
"Kami menunggu untuk merumuskannya dulu," ujarnya.
Diharapkan, hasil kesepakatan terkait persoalan ini akan menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan nyaman bagi semua warga.
"Insya Allah menjadi kesepakatan di kemudian hari sampai akhir kita akan selalu damai," imbuh Sukarya.
#akses-jalan-warga-cililitan-ditutup-menantu-pemilik-lahan #penutupan-akses-di-cililitan #warga-tutup-akses-jalan-di-cililitan