Harga Minyak Memanas Tiga Hari Berturut-turut, Ada Apa?

Harga Minyak Memanas Tiga Hari Berturut-turut, Ada Apa?

Harga minyak memanas pada Kamis (8/8/2024), ini melanjutkan kenaikan untuk tiga hari berturut-turut. Setelah rilis data pekerjaan AS terbaru - Halaman all

(InvestorID) 09/08/24 04:47 13928351

HOUSTON, investor.id - Harga minyak memanas pada Kamis (8/8/2024), ini melanjutkan kenaikan untuk tiga hari berturut-turut. Setelah rilis data pekerjaan Amerika Serikat (AS) terbaru meredakan kekhawatiran permintaan. Ditambah lagi, ketegangan di Timur Tengah sehingga membantu harga pulih dari level terendah dalam delapan bulan pada Senin (5/8/2024).

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent naik 83 sen (1,06%) menjadi US$ 79,16 per barel. Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melesat 96 sen (1,28%) menjadi US$ 76,19 per barel.

Kenaikan harga didorong setelah data pekerjaan terbaru menunjukkan jumlah warga Amerika yang mengajukan klaim pengangguran baru turun lebih dari yang diharapkan minggu lalu. Hal itu menunjukkan bahwa kekhawatiran terhadap pasar tenaga kerja yang melemah terlalu dibesar-besarkan.

"Data terbaru AS mengenai klaim pengangguran menunjukkan ekonomi AS masih tumbuh, mengurangi sebagian kekhawatiran terkait permintaan minyak," kata Giovanni Staunovo, analis dari UBS.

Investor juga mencerna laporan penurunan 3,7 juta barel dalam persediaan minyak mentah AS minggu lalu, yang dilaporkan oleh Badan Informasi Energi AS (EIA) pada Rabu (7/8/2024). Penurunan ini jauh melampaui ekspektasi para analis dan menandai penurunan mingguan keenam berturut-turut ke level terendah dalam enam bulan.

Sementara itu, pembunuhan anggota senior kelompok militan Hamas dan Hizbullah pada minggu lalu meningkatkan kemungkinan serangan balasan oleh Iran terhadap Israel, memicu kekhawatiran akan pasokan minyak dari wilayah penghasil minyak terbesar di dunia.

"Jika ada serangan balasan besar-besaran dari Iran, harga minyak mentah akan melonjak, dan saya pikir itulah yang paling dikhawatirkan semua orang," kata Tim Snyder, kepala ekonom di Matador Economics.

Insiden di Yaman

Sementara itu, Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) mengatakan pada Kamis bahwa mereka telah menerima laporan tentang insiden 45 mil laut di selatan Mokha, Yaman. Militan Houthi yang bersekutu dengan Iran telah melancarkan serangan terhadap pengiriman internasional di dekat Yaman sejak November lalu sebagai solidaritas dengan Palestina dalam perang antara Israel dan Hamas.

Pasukan Israel meningkatkan serangan udara di seluruh Jalur Gaza pada Kamis, menewaskan setidaknya 40 orang, menurut tenaga medis Palestina, dalam pertempuran lebih lanjut dengan militan yang dipimpin Hamas saat Israel bersiap untuk potensi perang yang lebih luas di kawasan tersebut.

Selain itu, dukungan juga datang dari deklarasi force majeure oleh Perusahaan Minyak Nasional Libya di ladang minyak Sharara pada Selasa (6/8/2024), yang menyatakan bahwa mereka telah secara bertahap mengurangi produksi di ladang tersebut karena protes.

Analis dari Citi mengatakan ada kemungkinan harga akan naik ke kisaran rendah hingga pertengahan US$ 80 untuk Brent. "Risiko kenaikan di pasar tetap ada, dari keseimbangan yang masih ketat sepanjang Agustus, meningkatnya risiko geopolitik di Afrika Utara dan Timur Tengah, kemungkinan gangguan terkait cuaca selama musim badai, dan posisi uang yang dikelola secara ringan," kata Citi.

Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #harga-minyak #minyak-mentah #brent #wti #data-pekerjaan-as #ketegangan-di-timur-tengah #geopolitik-di-timur-tengah #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/369592/harga-minyakmemanas-tiga-hari-berturutturut-ada-apa