Mulai Hari Ini, Harga Pertamax Naik jadi Rp 13.700 per Liter Halaman all
PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax. Halaman all
(Kompas.com) 10/08/24 12:33 14034114
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax.
Kenaikan harga BBM itu resmi berlaku terhitung sejak Sabtu (10/8/2024) pukul 00.00 waktu setempat.
Pjs Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari mengatakan, harga Pertamax resmi naik menjadi Rp 13.700 per liter. Dengan demikian, harga bensin dengan nomor oktan atau RON 92 itu naik Rp 750 per liter dari harga sebelumnya sebesar Rp 12.950 per liter.
PIXABAY/IADE-MICHOKO Ilustrasi bahan bakar minyak (BBM).Heppy menjelaskan, keputusan perusahaan untuk mengerek harga Pertamax selaras dengan tren harga rata-rata publikasi minyak dunia atau ICP yang meningkat. Selain itu, perusahaan juga mempertimbangkan pergerakan kurs rupiah terhadap dollar AS.
"Seperti Badan Usaha lain, Pertamina juga melakukan penyesuaian harga BBM Non Subsidi," kata dia, dalam keterangannya, Sabtu.
Lebih lanjut Heppy bilang, perusahaan sebenarnya telah melakukan penyesuaian harga BBM sejak awal Agustus 2024. Penyesuaian harga dilakukan secara bertahap terhadap BBM jenis lain.
"Sebelumnya, produk BBM Non Subsidi lainnya seperti Pertamax Turbo, Pertamax Green 95 dan Dex Series telah disesuaikan pada awal Agustus lalu," ujarnya.
Meskipun mengalami kenaikan, Heppy bilang, harga Pertamax masih kompetitif dibandingkan dengan badan usaha lain.
Jika dibandingkan dengan BBM dengan ron serupa dari badan usaha lain, harga Pertamax memang masih lebih rendah.
Berdasarkan catatan Kompas.com, harga BBM dengan RON 92 yang dijual oleh Shell, yakni Shell Super ialah Rp 14.520 per liter, kemudian BP AKR menjual BBM BP 92 seharga Rp 13.850 per liter, dan Vivo menjual Revvo 92 Rp 14.320 per liter.
"Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga Pertamax dan masih paling kompetitif untuk BBM RON 92 di Indonesia," tutur Heppy.
Heppy melanjutkan, kebijakan penyesuaian harga BBM Non Subsidi Pertamina selalu mempertimbangkan stabilitas ekonomi, sehingga meskipun tren ICP mengalami kenaikan sejak akhir trimester pertama, harga BBM Non Subsidi Pertamina Patra Niaga tidak mengalami perubahan sejak Maret 2024.
"Kami pastikan harga ini tetap paling kompetitif untuk produk-produk dengan kualitas setara," ucap dia.
#pertamax #harga-bbm #pertamina #harga-pertamax #harga-bensin #bbm-non-subsidi