Kisah Atlet Panjat Tebing Rahmad Adi di Olimpiade Paris, Kangen Suapan Ibu dan Makanan Indonesia

Kisah Atlet Panjat Tebing Rahmad Adi di Olimpiade Paris, Kangen Suapan Ibu dan Makanan Indonesia

Atlet panjat tebing Tanah Air, Rahmad Adi Mulyono, tak menampik bahwa dirinya kangen dengan makanan Indonesia. Halaman all

(Kompas.com) 10/08/24 17:23 14062190

KOMPAS.com - Atlet panjat tebing Tanah Air, Rahmad Adi Mulyono, tak menampik bahwa dirinya kangen dengan makanan Indonesia selama dua pekan berada di Paris dan Olympic Village.

Rahmad Adi Mulyono merupakan tandem Veddriq Leonardo di cabang panjat tebing putra nomor speed.

Sayang, pemuda berusia 24 tahun ini melakukan false start pada percobaan utamanya di babak seeding. Padahal, ia mencatatkan waktu 5,07 detik pada usaha keduanya yang menjadi torehan waktu lima besar dari para peserta lain.

Namun, regulasi panjat tebing mengharuskan seorang atlet yang melakukan false start untuk memulai babak berikutnya dari posisi buncit.

Hal ini berarti ia terpaksa bertemu rekan senegaranya, Veddriq Leonardo yang berdiri di puncak babak kualifikasi dengan catatan 4,79 detik, menyamai rekor dunia.

Alhasil, Adi harus bersua Veddriq di babak penyisihan eliminasi.

"Ya mas, salah saya sendiri dengan melakukan false start," tutur Adi di acara Obrolan Newsroom Kompas.com pada Jumat (9/8/2024).

Nasib kurang beruntung di tengah lawan-lawan terbaik dunia di Olimpiade Paris ini pun menjadi motivasi ekstra bagi sang pemanjat untuk menatap turnamen selanjutnya dengan optimistis.

"Persaingan di sini ketat, rata semua, jadi fokus. Siap emas untuk Los Angeles 2028, baik di putra dan putri," tutur atlet asal Surabaya ini melanjutkan.

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indoensia (FPTI), Yenny Wahid, pun mengatakan bahwa ia juga optimis terhadap masa depan sang atlet.

"Adi mencatatkan salah satu waktu terbaiknya di Olimpiade ini," ujar Yenny dalam wawancara sama.

"Mental Adi sudah juara, kita tunggu kejuaraan dunia lainnya yang bisa dia ikuti tetapi Adi ini pernah menjadi juara dunia pertama kali pada 2020 saat dia masih berumur 19 tahun."

"Adi telah mendapat kesempatan luar biasa berlaga di Olimpiade ini."

Adi pun menyampaikan pesan kepada orang tuanya yang telah mendukung kariernya sejauh ini.

"Untuk orang tua terima kasih atas dukungannya. Berikut saya akan lebih giat lagi membuktikan," ujarnya.

Dirinya juga mengaku tak sabar pulang dan bertemu kembali bersama orang tuanya.

"Kalau liburan dan pulang, saya suka minta disuapin kalau makan," tuturnya sembari mengatakan bahwa sang ibu senang memasak soto bagi buah hatinya ini.

Berhubung soto tidak menjadi menu makanan di Olympic Village, Adi pun bercerita bahwa cara ia melepas kangen untuk makanan Indonesia adalah berkat dukungan sang Ketum Yenny Wahid sendiri.

"Ada makanan dari ibu (Yenny), rendang," tuturnya sembari ketawa.

"Ya, kami bawakan mereka rendang, kering kentang, dan beberapa makanan lain. Satu koper," ujar Yenny dengan tersenyum.

Kompas.com pun bertanya bagaimana rasanya di Olympic Village, tergabung bersama ribuan atlet dari negara-negara lain.

"Seru tetapi kalau tidak ada rendang dan soto masih ada yang kurang," ujarnya menutup dengan tertawa lebar.

#yenny-wahid #panjat-tebing #olimpiade-paris-2024 #rahmad-adi-mulyono

https://www.kompas.com/sports/read/2024/08/10/17232718/kisah-atlet-panjat-tebing-rahmad-adi-di-olimpiade-paris-kangen-suapan-ibu