Pakaian Musim Dingin Tak Selalu Ribet Perawatannya

Pakaian Musim Dingin Tak Selalu Ribet Perawatannya

Pakaian musim dingin identik dengan bahan yang tebal dan perlh perawatan yang ribet. Setuju?

(Kompas.com) 10/08/24 17:01 14062193

JAKARTA, KOMPAS.com - Pakaian musim dingin identik dengan bahan yang tebal sehingga terasa gerah dan memerlukan perawatan yang sedikit lebih ribet.

Namun, mengetahui saran perawatan yang tepat menjadi kunci. Sebelum mencuci, pastikan membaca label perawatan yang menempel di pakaian.

Pufftech Parka merek ritel Uniqlo, misalnya, meski tampilannya tampak tebal ternyata tak memerlukan perawatan yang rumit.

Adapun jaket yang menjadi bagian dari koleksi Musim Gugur/Musim Dingin Uniqlo itu dirancang dengan material ultralight dan padded sintetis.

"Karena sintetis jadi lebih cepat kering," ujar Senior Marketing Manager UNIQLO Indonesia, Evy Christina Setiawan dalam preview koleksi Musim Gugur/Musim Dingin Uniqlo 2024 di Jakarta Selatan, Jumat (9/8/2024).

Jangan cuci jaket menggunakan mesin cuci. Evi menyarankan untuk mencucinya menggunakan tangan jika jaket kotor.

Agar bentuknya tetap bagus, keringkan dengan cara diangin-anginkan dan menggantungnya menggunakan gantungan yang agak tebal demi menjaga bentuknya.

Sementara jika digantung menggunakan gantungan baju yang tipis, jaket dikhawatirkan bakal mengikuti bentuknya.

DOK UNIQLO Jaket parka Pufftech dalam koleksi Musim Gugur/Musim Dingin Uniqlo 2024 yang ditampilkan dalam press preview di Jakarta, Jumat (9/8/2024).

Dari informasi yang dikumpulkan timnya, jaket tersebut dapat dicuci tangan pada malam hari, diangin-anginkan dengan cara digantung, dan pada pagi harinya sudah kering jika suhu berkisar 25 derajat Celcius.

"Jadi diangin-anginkan dengan gantungan yang tebal. Dan karena sintetis cenderung lebih cepat kering," ucap Evy.

Koleksi Musim Gugur/Musim Dingin Uniqlo 2024

Adapun pada saat yang sama, Uniqlo memperkenalkan Koleksi Musim Gugur/Musim Dingin yang menghadirkan dua subtema, yakni Neo-Tradition, dan Neo-Nordic City.

Subtema Neo-Tradition menampilkan inspirasi pakaian musim gugur dengan tampilan dan siluet yang relatif baru baru serta pilihan padu padan yang belum pernah ditampilkan.

Rangkaian koleksi pada subtema ini terinspirasi dari kota Edinburgh yang dinamis dengan gaya khasnya yang memadukan tradisi dan hal-hal baru.

Sementara dalam subtema Neo-Nordic City, koleksi yang dihadirkan terinspirasi dari dinamisnya kota Stockholm, yang merepresentasikan gaya dan item koleksi musim dingin yang serasi dan multifungsi, baik untuk aktivitas indoor dan outdoor.

DOK UNIQLO Koleksi Musim Gugur/Musim Dingin Uniqlo 2024 yang ditampilkan dalam press preview di Jakarta, Jumat (9/8/2024).

Koleksinya sangat kental akan gaya "Hygge", yang secara harfiah memiliki arti kenyamanan, santai, dan relaks, memberi gambaran bahwa sehelai pakaian meningkatkan nilai setiap individu lewat gaya yang mereka tampilkan, bukan dipengaruhi oleh tren.

Beberapa produk yang menjadi sorotan dari koleksi ini adalah Rok Panjang Panel Denim, Celana Panjang Jeans Lebar, Jaket Blouson Pendek Utilitas, PUFFTECH Jaket Parka, Jaket Parka Seamless Down, dan lainnya.

"Sebagaian besar (koleksi) sudah ada di toko, tetapi sebagian lainnya akan secara bertahap," ungkapnl Evy.

Adapun warna-warna redup dari koleksi ini membuatnya bisa dijadikan essential item dalam melakukan padu padan busana. Tak terkecuali bagi pasangan artis peran dan presenter Darius Sinathrya dan Donna Agnesia.

Pilihan warna bumi pada koleksi ini memudahkan keduanya dalam mencocokkan busana.

"Kami kebtulan memang senang pakai baju (yang) enggak seragam banget tapi warnanya kurang lebih senada," tutur Donna.

Sieh dir diesen Beitrag auf Instagram an

Ein Beitrag geteilt von KOMPAS Lifestyle (@kompas.lifestyle)

#musim-dingin #uniqlo #pakaian-musim-dingin

https://lifestyle.kompas.com/read/2024/08/10/170142720/pakaian-musim-dingin-tak-selalu-ribet-perawatannya