PBSI Fokus Evaluasi Tunggal Putra-Ganda Putra Usai Olimpiade Paris

PBSI Fokus Evaluasi Tunggal Putra-Ganda Putra Usai Olimpiade Paris

PBSI akan mengevaluasi hasil Olimpiade Paris khususnya tunggal putra dan ganda putra yang diharapkan meraih medali, tetapi tak berhasil mencapainya. Halaman all

(Kompas.com) 10/08/24 17:39 14067255

KOMPAS.com - Tim Ad Hoc PBSI akan mengevaluasi hasil Olimpiade Paris 2024 khususnya sektor tunggal putra dan ganda putra yang tak berhasil meraih medali.

Hal tersebut disampaikan Humas Ad Hoc PBSI untuk Olimpiade Paris 2024, Yuni Kartika, saat menyambut Gregoria Mariska Tunjung di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Jumat (9/8/2024).

Yuni mengatakan, secara hasil tidak ada yang dievaluasi dari Gregoria sebab medali perunggu sudah melampaui target.

Hasil di Olimpiade Paris 2024 disebut juga bisa membantu Gregoria masuk jajaran pebulu tangkis top dunia.

"Kalau hasil Jorji (sapaan Gregoria) kami tidak evaluasi ya karena ini memang hasil terbaik dan melewati target yang ditentukan," ucap Yuni.

"Ke depan kami semakin yakin, kalau melihat petanya, akan semakin banyak pemain senior yang retired setelah Olimpiade," katanya.

"Harapan Jorji masuk ke top 5, top 3, terbuka lebar. Tapi saya ingin dia lebih fit dan jangan sampai cedera," ujar Yuni.

Namun, Yuni menegaskan bahwa tim Ad Hoc PBSI dan seluruh pihak terkait di federasi bakal melakukan evaluasi untuk tunggal putra dan ganda putra.

Kedua sektor itu sejatinya menjadi harapan PBSI untuk bisa meneruskan tradisi emas atau setidaknya menyumbangkan medali Olimpiade Paris.

Akan tetapi, Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting tersingkir di babak grup. Sementara, Fajar/Rian terhenti di perempat final.

"Untuk yang lain, kami akan evaluasi per sektor sesuatu target yang ditetapkan," ujarnya kepada media termasuk Kompas.com.

"Evaluasi yang kami fokuskan adalah ke tunggal putra dan ganda putra yang memang diharapkan bisa meraih medali," ucap Yuni Kartika.

Yuni merasa Jonatan, Ginting, dan Fajar/Rian bisa bersaing sebab mereka sudah sering naik podium juara. Namun, kendala non-teknis diakui Yuni sangat terlihat dalam permainan ketiga wakil tersebut.

"Yang ingin kami evaluasi adalah penampilan mereka harusnya bisa lebih bagus supaya ada kemenangan. Walaupun masalah non-teknisnya cukup terlihat mengganggu. Lawan juga gugup, bukan cuma Indonesia," katanya.

"Secara teknis dan fisik tidak merasa kurang. Mereka cukup bisa bersaing karena sudah juara All England dan lain-lain. Cuma ya kenapa di Olimpiade bisa kalah? Tapi lawannya sekarang sudah merata," ujar Yuni.

"Jojo dan Ginting lawannya main lebih bagus daripada turnamen sebelumnya. Ginting mainnya normal, tapi kalau Jojo sudah sempat memimpin malah tertikung. Kami ingin mendapat insight dari mentor bagaimana masukannya," kata Yuni.

"Fajar/Rian saya melihatnya tidak bisa mengatasi saat poin-poin akhir. Padahal, sudah setting dua kali dan kalah 1-2 poin. Jojo kami harapkan penampilannya lebih bagus dan Ginting mainnya normal, tidak underperform," imbuhnya.

#pbsi #jonatan-christie #anthony-sinisuka-ginting #gregoria-mariska #fajar-rian #olimpiade-paris-2024

https://www.kompas.com/badminton/read/2024/08/10/17390268/pbsi-fokus-evaluasi-tunggal-putra-ganda-putra-usai-olimpiade-paris