Mencari Ruang Aman di Tengah Kesepian Lewat Bercerita di Bilik Curhat
Bilik Curhat yang baru-baru ini diperkenalkan oleh Visinema hadir sebagai solusi unik untuk menjawab keresahan ini. Halaman all
(Kompas.com) 12/08/24 06:06 14257524
JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah gemerlap kehidupan modern, banyak dari masyarakat merasa kesepian dan tidak punya tempat untuk berbagi cerita.
Bilik Curhat yang baru-baru ini diperkenalkan oleh Visinema hadir sebagai solusi unik untuk menjawab keresahan ini.
Salah satu kisah yang mencerminkan fenomena ini datang dari Kaylani Indah (21), yang merasa menemukan pelipur lara di Bilik Curhat.
Kaylani datang jauh dari kota Tangerang, ia mengendarai sepeda motornya menuju Sarinah, hanya untuk mengeluarkan isi hatinya yang terkungkung sejak lama.
"Aku itukan enggak punya teman cerita, jadi kalau punya masalah aku pendam sendiri. Rasanya sering kesepian, enggak bisa ungkapin masalah kehidupan. Jadi aku mau coba curhat di sini (Bilik Curhat)," ujar Kaylani saat diwawancarai Kompas.com, Minggu (11/8/2024).
Cerita Kaylani bukanlah satu-satunya yang membuat hati terenyuh.
Di bilik yang sama, seorang pengunjung yang enggan disebutkan namanya membagikan beban sebagai tulang punggung keluarga.
“Aku tadi cerita tentang keluarga. Aku tulang punggung dari tiga bersaudara, hanya punya seorang ibu, dan tidak ada ayah. Aku harus memenuhi kebutuhan keluarga," tuturnya.
Pengunjung ini mewakili realita pahit dari generasi sandwich, mereka yang terjepit antara tanggung jawab terhadap orang tua dan adik-adik serta masa depan mereka sendiri.
Bilik Curhat Visinema
Bilik Curhat ini bukan sekadar proyek iseng. Ide ini muncul saat Visinema berbagi cerita di awal produksi.
“Setelah beberapa film sebelumnya, saya merasa perlu membuat sesuatu yang dekat dengan kehidupan kita. Kami sadar bahwa semakin dewasa, semakin enggan untuk terbuka tentang masalah finansial atau kehidupan, seperti belum punya rumah. Jadi, aku berpikir, bagaimana kalau ada sebuah bilik untuk curhat yang kemudian kita compile untuk memberitahu orang-orang bahwa mereka tidak sendirian,” ujar produser Visinema, Cristian Imanuell.
Bilik Curhat ini memberikan ruang aman untuk mereka yang takut dihakimi oleh orang lain.
“Kalau kita curhat ke dalam video, video gak akan nge-judge kita," tambah sang produser.
Di bilik ini, seseorang bisa meluapkan perasaan tanpa takut akan perspektif orang lain yang berubah.
“Kami ingin memberikan ruang aman untuk teman-teman yang mempunyai masalah agar mereka tahu bahwa mereka tidak sendiri,” tutur Cristian.
Saat Bilik Curhat pertama kali diluncurkan di Dukuh Atas, Sabtu (11/8/2024) antusiasme masyarakat sangat meriah.
Salah satu kisah yang muncul adalah dari seorang siswa SMA yang ayahnya baru saja meninggal.
“Dia mempertanyakan nasibnya, apakah dia bisa lanjut kuliah atau tidak, apa yang harus dia lakukan," kenang sang produser.
Situasi ini mengingatkan bahwa hidup tidak memiliki manual book dan kita semua berusaha mencari jalan masing-masing.
Ke depannya, Visinema berencana untuk mengompilasi curhatan-curhatan ini dan mungkin menjadikannya bagian dari cerita yang mereka angkat dalam film.
"Kami menyadari bahwa ada masalah yang sesuai dengan visi Visinema sendiri, yaitu menceritakan cerita yang dekat dengan penontonnya. Tunggu saja film terbaru kami di bulan September ini," ujar Cristian.
Sebagai bagian dari pengalaman curhat, Visinema juga menyediakan secangkir kopi gratis bagi mereka yang telah selesai bercerita.
“Kami berharap ini bisa menjadi sedikit penghiburan setelah curhat," ungkap Cristian.
Bilik Curhat ini menjadi bukti nyata, terkadang kita hanya butuh ruang untuk didengar tanpa mendapat penghakiman.
#bilik-curhat #bilik-curhat-di-stasiun-mrt-dukuh-atas #bilik-curhat-visinema