Bilik Curhat, Ruang Aman bagi Warga Mencurahkan Perasaan
Bilik Curhat ini dihadirkan sebagai tempat di mana orang dapat meluapkan perasaan mereka tanpa khawatir akan dihakimi. Halaman all
(Kompas.com) 12/08/24 05:47 14257530
JAKARTA, KOMPAS.com - Masyarakat kini bisa mencurahkan isi hatinya di dalam bilik berukuran 2x1,5 meter yang kedap suara. Ya, tempat tersebut dinamai Bilik Curhat karya dari produser film bernama Cristian Imanuell (31).
Inisiatif ini diluncurkan di beberapa titik strategis di Jakarta, seperti di Stasiun MRT Dukuh Atas dan Sarinah, Jakarta Pusat.
Setelah sukses dengan film Mencuri Raden Saleh dan Keluarga Cemara, Cristian kembali dengan proyek terbarunya yang sangat berbeda dari karya-karya sebelumnya.
Kali ini, Cristian, berfokus pada sebuah inisiatif unik yang menyentuh sisi emosional manusia melalui Bilik Curhat.
Tujuan dibangunnya Bilik Curhat untuk menyediakan ruang aman bagi masyarakat yang ingin berbagi dan meluapkan perasaan mereka.
Proyek ini lahir dari keinginan sang produser untuk menciptakan tempat di mana setiap orang merasa tidak sendirian dalam menghadapi masalah hidup.
"Saat syuting, kami sering berbagi cerita tentang masalah-masalah besar dalam hidup dan kenapa itu tidak pernah dikeluarkan. Dari situ, kami menyadari bahwa semakin kita dewasa, semakin sulit untuk terbuka, terutama tentang masalah finansial dan mimpi yang belum tercapai, seperti memiliki rumah," ungkap Cristian saat diwawancarai Kompas.com, Minggu (11/8/2024).
Bilik Curhat ini dihadirkan sebagai tempat di mana orang dapat meluapkan perasaan mereka tanpa khawatir akan dihakimi.
Bilik Curhat terbuka untuk semua kalangan, tanpa batasan usia yang bisa dimanfaatkan sejak Sabtu (10/8/2024) dan Minggu (11/8/2024) pukul 07.00 - 22.00 WIB.
"Ini memang sangat terbuka untuk umum, kami tidak membatasi umurnya. Pengalaman hidup tidak bisa dikotakkan dalam rentang usia tertentu. Ada anak SMA yang sudah merasakan beban finansial besar, bahkan mempertanyakan masa depannya setelah kehilangan orang tua," jelas sang produser.
Inisiatif ini diharapkan menjadi sarana bagi mereka yang merasa kesepian dalam masalahnya untuk menemukan bahwa ada orang lain yang mungkin pernah berada di posisi yang sama dan bisa memberikan nasehat.
Dalam pelaksanaan Bilik Curhat, privasi dan keamanan para peserta menjadi prioritas utama.
Tim dari Visinema memastikan setiap curhatan yang direkam hanya akan dipublikasikan dengan persetujuan dari peserta.
“Kami berkonsultasi dengan mereka terlebih dahulu sebelum materi dipublikasikan. Jadi memang vidoe-video nanti kompilasinya akan kita berikan ke mereka dulu ‘Hai ini jadi videonya seperti ini’ gitu," ujar Cristian.
Setelah sukses dengan fase pertama di Stasiun MRT Dukuh Atas dan Sarinah, tim Visinema berencana untuk berkolaborasi dengan berbagai event di banyak tempat lain.
Mereka berharap untuk terus menyediakan ruang aman bagi siapa saja yang ingin meluapkan isi hatinya.
Sebagai bentuk apresiasi, setiap peserta Bilik Curhat juga diberikan secangkir kopi gratis sebagai tanda terima kasih atas partisipasinya.
"Siapapun yang mau curhat gratis aja. Jadi bagi siapapun yang curhat kami juga memberikan kopi gratis bagi siapapun setelah curhat untuk mereka menyadari ada sedikit penghiburan dari kami setelah curhat,” ujarnya.
Bilik Curhat ini tidak hanya menjadi tempat untuk berbagi cerita, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan Visinema dalam memahami cerita-cerita yang dekat dengan penontonnya.
Proyek ini diharapkan bisa memperkuat hubungan antara Visinema dan audiensnya, dan menjadi inspirasi untuk film-film berikutnya.
Dengan Bilik Curhat, Visinema memberikan pesan bahwa setiap masalah ada jalannya, dan tidak ada yang benar-benar sendirian dalam menghadapi hidup.
#bilik-curhat #bilik-curhat-di-stasiun-mrt-dukuh-atas #bilik-curhat-visinema