78% Saham GOTO Dipegang Publik

78% Saham GOTO Dipegang Publik

Porsi kepemilikan publik atas saham GOTO bertambah seiring aksi yang dilakukan William Tanuwijaya. - Halaman all

(InvestorID) 12/08/24 07:17 14263584

JAKARTA, investor.id - Porsi kepemilikan publik atas saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) bertambah jadi 78,23% saham. Di sisi lain, kepemilikan William Tanuwijaya atas saham seri A GOTO terpantau berkurang.

Pendiri Tokopedia tersebut tinggal memiliki 4.636.318.091 (0,39%) saham seri A GOTO per 31 Juli 2024. Berkurang 3,72 miliar saham atau sekitar 44% dari jumlah kepemilikannya per akhir Juni 2024 yang sebanyak 8.361.318.091 (0,7%) saham seri A.

Padahal di akhir Juni itu, jumlah kepemilikan William sempat bertambah dibandingkan per penghujung Mei yang jumlahnya 7.296.224.541 (0,61%) saham seri A GOTO.

Adapun untuk saham seri B GOTO, jumlah kepemilikan William masih sama yakni 12.588.634.432 (1,05%) saham atau 14,23% hak suara.

William Tanuwijaya merupakan salah satu penerima manfaat akhir dari GOTO bersama dengan Andre Soelistyo, Kevin Bryan Aluwi, dan Melissa Siska Juminto. William Tanuwijaya kini tak lagi menjabat sebagai komisaris perseroan.

Kepemilikan Andre, Kevin, dan Melissa baik untuk saham seri A maupun seri B GOTO tak mengalami perubahan untuk data per akhir Juli dibandingkan bulan sebelumnya.

Pemegang saham GOTO untuk masyarakat alias publik non warkat jadi sebanyak 939.818.409.393 (78,23%) per akhir Juli. Meningkat 3,72 miliar saham (jumlahnya sama dengan yang dilepas William Tanuwijaya) dibandingkan akhir Juni di posisi 936.093.409.393 (77,92%) saham GOTO.

Namun untuk jumlah pemegang saham GOTO keseluruhan per 31 Juli 2024 berjumlah 366.453 pihak. Turun 97 pihak dari akhir Juni yang berjumlah 366.550 pemegang saham.

Sementara jumlah saham treasuri GOTO di posisi 14.089.665.616 (1,17%) saham per akhir Juli 2024, sama dengan posisi di 30 Juni 2024.

Saham GOTO pada perdagangan 9 Agustus 2024 kemarin menguat 2% ke Rp 51. Sebanyak 1,81 miliar saham ditransaksikan, frekuensi 6.423 kali, dan nilai transaksi Rp 92,23 miliar.

Dalam periode satu bulan terakhir asing mencatatkan net sell saham GOTO Rp 461 miliar.

Sementara itu GOTO berencana menarik kembali sebanyak 10,26 miliar saham treasuri atau saham hasil pembelian kembali (buyback). Aksi ini bertujuan untuk memangkas modal.

Saham treasuri yang bakal ditarik tersebut merupakan saham seri A yang perseroan beli sebelum GOTO melakukan penawaran umum pada 2021. Saham tersebut juga merupakan saham buyback dari hasil opsi greenshoe yang dilaksanakan GOTO dalam rangka stabilisasi harga IPO setelah pencatatan saham pada 2022.

“Apabila pengurangan modal ini dilaksanakan, jumlah saham yang dikeluarkan oleh perseroan akan berkurang sebesar 0,85%,” tulis manajemen GOTO dalam pengumuman resminya, Kamis (8/8/2024).

Selain menggerus dari sisi modal, manajemen GOTO melanjutkan, penarikan saham treasuri tersebut juga akan menyebabkan perubahan anggaran dasar perseroan. Tepatnya, perubahan pasal 4 ayat 2 anggaran dasar perseroan sehubungan modal disetor dan ditempatkan perseroan sebagai akibat dari realisasi hasil pengurangan modal.

GOTO pun bersiap menyelenggarakan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) salah satunya untuk meminta persetujuan pemegang saham terkait rencana penarikan saham treasuri tersebut.

Private Placement

Pada RUPSLB yang dijadwalkan berlangsung 30 Agustus 2024 atau akhir bulan ini di kantor GOTO tersebut, perseroan juga akan meminta persetujuan pemegang saham untuk melakukan peningkatan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu atau private placement sebanyak 10% dari modal.

Mata acara lain yang masuk pembahasan adalah terkait persetujuan pemegang saham atas pengunduran diri Wei-Jye Jacky Lo dari jabatannya sebagai direktur GOTO dan mengangkat Simon Tk Leung Ho sebagai direktur perseroan menggantikan Wei-Jye Jacky Lo.

“Sesuai ketentuan pasal 17 ayat 6 anggaran dasar perseroan, masa jabatan efektif Bapak Simo Tak Leung Ho akan melanjutkan sisa masa jabatan Bapak Wei-Jye Jacky Lo yang telah mengundurkan diri, yaitu sejak ditutupnya RUPSLB sampai penutupan RUPST ketiga setelah RUPSLB ini (dalam hal ini, tahun 2027) dengan tidak mengurangi hak-hak RUPS untuk memberhentikan individu tersebut sewaktu-waktu sesuai pasal 17 ayat 3 anggaran dasar perseroan,” jelas manajemen GOTO.

Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #goto #saham-goto #goto-gojek-tokopedia #william-tanuwijaya #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/369838/78-saham-goto-dipegang-publik