3 Kriteria Fesyen Ramah Lingkungan Menurut Andien Aisyah
Andien membeberkan tiga kriteria fesyen ramah lingkungan menurutnya, salah satunya dibuat dari bahan daur ulang.
(Kompas.com) 12/08/24 11:50 14288782
JAKARTA, KOMPAS.com - Perputaran tren dalam industri fesyen terjadi begitu cepat. Bahkan setiap tahunnya terdapat peluncuran barang baru yang masif sesuai dengan minat pasar.
Persaingan yang begitu ketat di industri fesyen memicu peningkatan fast fashion, yang berdampak buruk pada pelestarian lingkungan.
Oleh karenanya, beberapa waktu belakangan, konsep fesyen berkelanjutan yang ramah lingkungan mulai banyak dikampanyekan.
Salah satu artis yang aktif mengkampanyekan fesyen ramah lingkungan yaitu, Andien Aisyah.
Tak sekadar kampanye, Andien juga sudah menerapkan penggunaan fesyen ramah lingkungan sejak lama.
Berikut tiga kriteria fesyen ramah lingkungan yang diterapkan oleh Andien.
1. Tahan lama
Penyanyi 38 tahun ini menyatakan, dirinya cukup selektif dalam mengikuti tren. Andien cenderung memilih memakai baju dengan model yang timeless dan bisa digunakan dalam jangka waktu lama.
“Kalau memilih fashion yang ramah lingkungan itu sebenarnya menurutku pilarnya ada banyak. Salah satunya, sebuah baju ketika itu digunakan lebih dari lima tahun, itu sudah termasuk ramah lingkungan,” ujar Andien kepada Kompas.com saat ditemui di Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.
Andien mengaku, setiap membeli baju, dirinya selalu memastikan kalau baju tersebut bisa digunakan dalam jangka waktu lebih dari 5 tahun.
Jika baju tersebut tahan lama, maka hal ini sudah termasuk meminimalisir limbah industri fesyen akibat fast fashion.
“Artinya, perputaran di dalam lemari kita itu tidak cepat. Bajuku rata-rata pasti lebih dari lima tahun,” katanya.
2. Teknik pembuatan yang alami
Selain itu, Andien memilih untuk membeli baju dari pengrajin fesyen lokal.
Hal ini karena dirinya bisa memastikan, bahwa sejak awal proses pembuatan hingga sampai ke tangan pembeli dilakukan secara alami.
“Kemudian memilih baju dengan bahan yang ramah lingkungan, misalnya pewarna dan benangnya juga yang ramah lingkungan,” tutur Andien.
Pelantun lagu ‘Gemilang’ itu menyadari, dengan menggunakan hasil karya pengrajin lokal bukan hanya membantu para pelaku UMKM Indonesia, melainkan juga membantu melestarikan lingkungan.
“Contohnya yang aku pakai ini kain dari Sumba, yang benar-benar semuanya pakai pewarna alami, dan tekniknya juga ramah lingkungan dalam arti tidak pakai listrik atau minim listrik,” tambahnya.
3. Menggunakan bahan daur ulang
Lebih lanjut, ia juga menjelaskan sangat penting untuk memastikan bahan-bahan dari baju ataupun produk fesyen lainnya ramah lingkungan.
Bahkan, Andien mengaku tak gengsi untuk menggunakan produk fesyen hasil upcycle. Metode upcycle ini melahirkan item fesyen baru, yang pada prosesnya dibuat dari bahan sisa produksi.
Cara ini bisa membuat produk yang tadinya tidak layak atau rusak, menjadi layak dipakai dengan memanfaatkan kreativitas.
“Selain itu juga meng-upcycle baju, menggunakan bahan-bahan recycle, itu juga termasuk ramah lingkungan,” pungkas dia.
#andien-aisyah #andien #fesyen-ramah-lingkungan #kriteria-fesyen-ramah-lingkungan