Wall Street Mayoritas Menguat, tapi Dow Jones Turun, Mengapa?

Wall Street Mayoritas Menguat, tapi Dow Jones Turun, Mengapa?

Wall Street mayoritas menguat pada Senin (13/8/2024). Tapi, Dow Jones turun, mengapa? - Halaman all

(InvestorID) 13/08/24 04:40 14341883

NEW YORK, investor.id – Wall Street mayoritas menguat pada Senin (13/8/2024), tapi, Dow Jones Industrial Average turun. Di saat investor bersiap menghadapi serangkaian data ekonomi Amerika Serikat (AS) minggu ini, terutama data harga konsumen (CPI), untuk menilai prospek kebijakan moneter The Fed.

Dikutip dari Reuters, S&P 500 naik tipis 0,23 poin dan berakhir pada 5.344,39 poin, sementara Nasdaq Composite menguat 35,31 poin (0,21%) menjadi 16.780,61. Sedangkan Dow Jones malah turun 140,53 poin (0,36%) menjadi 39.357,01. Indeks Russell 2000, yang berfokus pada perusahaan kecil, juga turun 0,9%.

James Abate, kepala investasi di Centre Asset Management di New York, mengatakan, rotasi menuju perusahaan berkapitalisasi kecil seperti Russell 2000 dan siklikal secara umum, termasuk sektor keuangan, sangat populer beberapa minggu lalu, tetapi tren itu kini sudah berbalik. 

"Jika kita melihat tren pendapatan dan pertumbuhan, kita belum memiliki ekonomi yang cukup luas dan berkembang yang dapat mendukung pertumbuhan yang meluas dan apresiasi harga saham,” ungkap Abate.

Investor sedang menunggu data indeks harga konsumen (CPI) AS yang dirilis pada Rabu (14/8/2024) dan laporan pendapatan peritel untuk menilai permintaan konsumen. Data CPI diperkirakan akan menunjukkan inflasi utama naik 0,2% pada Juli dibandingkan Juni, namun tetap tidak berubah pada 3% secara tahunan.

Pasar memperkirakan kemungkinan yang sama besar untuk pemangkasan suku bunga AS sebesar 25 atau 50 basis poin pada bulan September, dengan total pelonggaran 100 bps pada akhir 2024, menurut CME FedWatch Tool.

Penjualan Ritel AS

Angka penjualan ritel AS untuk Juli yang akan dirilis pada Kamis (15/8/2024) diperkirakan akan menunjukkan pertumbuhan marginal. Investor mengkhawatirkan bahwa jika data ini menunjukkan kelemahan. Hal itu dapat memicu kembali kekhawatiran akan penurunan konsumen dan potensi resesi.

Walmart dan Home Depot dijadwalkan untuk melaporkan pendapatan mereka akhir pekan ini.

Abate menambahkan, pendapatan ritel merupakan indikator lain dari kesehatan konsumen, terutama mengingat tingkat pengangguran yang meningkat dalam laporan terbaru. "Satu hal yang bisa sangat mengecewakan pasar adalah jika angka CPI keluar lebih tinggi dari konsensus," jelasnya.

Saham Starbucks naik 2,58% setelah laporan bahwa investor aktivis Starboard Value, yang memiliki saham di perusahaan kopi tersebut, menginginkan langkah-langkah untuk meningkatkan harga saham perusahaan.

Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #wall-street #nasdaq #dow-jones #s-p-500 #data-ekonomi-as #the-fed #pemangkasan-suku-bunga #data-cpi-as #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/369953/wall-street-mayoritas-menguat-tapi-dow-jones-turun-mengapa