Golkar Pastikan Pengunduran Airlangga Tak Pengaruhi Rekomendasi Paslon di Pilkada
Idrus Marham menjelaskan, rekomendasi paslon merupakan keputusan institusional Partai Golkar, bukan hanya keputusan Airlangga selaku ketum partai. Halaman all
(Kompas.com) 13/08/24 11:26 14352778
JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Golkar memastikan pengunduran diri Airlangga Hartarto sebagai ketua umum Partai Golkar tak mempengaruhi rekomendasi pasangan calon (paslon) di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Ketua Dewan Pembina Bappilu Partai Golkar Idrus Marham menjelaskan, rekomendasi paslon pada Pilkada 2024 merupakan keputusan institusional Partai Golkar, bukan hanya keputusan Airlangga selaku ketua umum.
Karena itu, keputusan rekomendasi yang telah diambil tetap berlaku mengikat meskipun terjadi perubahan kursi kepemimpinan.
"Keputusan-keputusan yang sudah diambil itu adalah keputusan institusional, keputusan partai, bukan hanya keputusan Airlangga Hartarto. Karena itu keputusan partai, tentu itu berlaku meskipun terjadi perubahan ketua umum," kata Idrus dalam program Sapa Indonesia Pagi di Kompas TV, Selasa (13/8/2024).
Idrus juga mengatakan bahwa tidak ada persoalan mengenai rekomendasi paslon yang sudah dikeluarkan dengan adanya plt ketua umum.
Sebab, plt ketua umum tetap melaksanakan keputusan-keputusan yang sudah ditetapkan oleh Airlangga, meskipun tetap saja akan ada catatan tertentu.
"Kecuali mungkin ada catatan-catatan. Tapi di tingkat KIM, dan yang paling penting dibicarakan dengan calon-calon yang sudah ditetapkan," imbuh dia.
Sebagaimana diberitakan, melalui keterangan video, Airlangga mengumumkan pengunduran diri sebagai ketua umum Partai Golkar pada Minggu, 11 Agustus 2024.
Dalam pengumumannya tersebut, Airlangga menyampaikan bahwa surat pengunduran dirinya sudah diajukan secara resmi sejak Sabtu, 10 Agustus 2024 malam.
"Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim serta atas petunjuk Yang Maha Besar, maka dengan ini saya menyatakan pengunduran diri sebagai ketua Umum DPP Partai Golkar," ujar Airlangga dalam video yang diterima Kompas.com, Minggu.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu mengaku mundur demi menjaga keutuhan Partai Golkar dan menjamin stabilitas transisi pemerintahan yang akan segera berlangsung.
"Setelah mempertimbangkan dan untuk menjaga keutuhan Partai Golkar dalam rangka memastikan stabilitas transisi pemerintahan yang akan datang terjadi dalam waktu dekat," katanya.
#alasan-airlangga-mundur #alasan-airlangga-hartarto-mundur-dari-ketum-goklar #pengganti-airlangga #kenapa-airlangga-mundur