Pemilihan Putra Putri Batik Nusantara, Upaya Lestarikan Eksistensi Batik
Ajang yang bertajuk Putra Putri Batik Nusantara itu diharapkan menjadi wadah untuk generasi muda agar terlibat langsung dalam upaya pelestarian batik.
(Kompas.com) 13/08/24 20:06 14369845
JAKARTA, KOMPAS.com - Batik menjadi warisan budaya asli Indonesia yang perlu dilestarikan dari generasi ke generasi.
Bahkan eksistensi batik bukan hanya dikenal oleh orang-orang tua, melainkan juga harus dikenal oleh kaum muda-mudi.
Oleh karenanya, Ikatan Pecinta Batik Nusantara (IPBN) kembali menggelar kontes pemilihan Duta Batik tingkat nasional untuk ke-10 kalinya.
Ajang yang bertajuk Putra Putri Batik Nusantara itu diharapkan menjadi wadah untuk generasi muda agar terlibat langsung dalam upaya pelestarian batik.
- 3 Tips Mix and Match Outer Batik agar Tetap Trendy
- 4 Tips Styling Batik Sesuai Gaya, Formal hingga Kasual
Dewan pembina IPBN sekaligus Inisiator dan Pendiri IPBN, Dr. Sapta Nirwandar mengungkap, upaya pelestarian dan budidaya batik tidak akan lengkap tanpa peran anak muda.
Menurutnya, sangat penting untuk melibatkan selera-selera anak muda yang lebih segar dan kekinian agar batik semakin dekat dan bangga dipakai oleh kaum muda.
“Kreativitas dan inovasi yang muncul dari generasi muda, harapannya tidak hanya bermanfaat pada lestarinya batik, namun berdampak juga pada perekonomian nasional,” kata Sapta dalam Press Conference Pemilihan Putra Putri Batik Nusantara 2024, di Galeri Indonesia Kaya, Selasa (13/8/2024).
KOMPAS.com/DEVI PATTRICIA Konferensi Pers Pemilihan Putra Putri Batik Nusantara 2024, di Galeri Indonesia Kaya, Selasa (13/8/2024).Bukan cuma mempopulerkan penggunaan batik di dalam negeri, nantinya duta nasional yang terpilih pun juga harus mengemban tugas untuk membawa batik agar dikenal oleh masyarakat dunia.
Lebih lanjut, Sapta meyakini bahwa motif dan tampilan dari batik di setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khasnya masing-masing.
Ia melihat ini sebagai keunikan yang tidak dimiliki oleh negara-negara lain. Oleh karenanya, dengan begitu banyaknya variasi batik khas nusantara, maka para generasi muda harus memperkenalkannya ke dunia.
Hal ini agar batik diakui sebagai warisan budaya Indonesia bukan hanya di dalam negeri, melainkan juga oleh masyarakat dunia.
“Jadi keunikannya itu yang membuat juga menjadi, kalau bahasa kerennya itu diferensiasi. Artinya diferensiasi itu yang membedakan batik dengan yang lain,” ujar Sapta.
“Inilah yang kami titipkan kepada generasi muda dengan model, selera, dan desain yang berbeda sedikit, tapi sisi originalitas batik itu harus tetap pamerkan juga,” sambungnya.
Sebagai informasi, pendaftaran ajang Putra Putri Batik Nusantara 2024 sudah dibuka mulai tanggal 13 Agustus sampai dengan 15 September 2024.
View this post on Instagram