Laba Indo Tambangraya (ITMG) Terpangkas Pelemahan Harga Batu Bara

Laba Indo Tambangraya (ITMG) Terpangkas Pelemahan Harga Batu Bara

Laba bersih Indo Tambangraya Megah (ITMG) terpangkas sebesar 57% pada semester I-2024. - Halaman all

(InvestorID) 13/08/24 20:01 14370149

JAKARTA, investor.id – Laba bersih PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun sebesar 57% dari US$ 306 juta pada semester I-2023, menjadi US$ 129 juta atau setara Rp 2 triliun pada semester I-2024.

Penurunan laba bersih ini berkaitan erat dengan merosotnya pendapatan ITMG per 30 Juni tahun ini. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian, emite bersandi saham ITMG tersebut membukukan pendapatan bersih sebesar US$ 1 miliar pada semester I-2024.

Angka tersebut lebih kecil 19% jika dibanding dengan pendapatan bersih ITMG pada semester I-2023 yang sebesar US$ 1,29 miliar.

Beban pokok pendapatan ITMG juga menurun sebesar 8% yoy menjadi US$ 774 juta dari sebelumnya US$ 841 juta ditopang oleh biaya royalti yang 40% lebih rendah secara yoy sehubungan dengan penurunan harga jual rata-rata (ASP) batu bara.

Sepanjang semester I-2024, ASP batu bara melemah sebanyak 27% yoy sehubungan dengan normalisasi harga batu bara. Di sisi lain, biaya penambangan naik dan transportasi batu bara ITMG masing-masing naik 15% dan 10%.

Peningkatan tersebut didorong oleh produksi yang melompat 14% menjadi 9,3 juta selama enam bulan pertama tahun ini dibanding periode sama tahun sebelumnya sebanyak 8,2 juta ton.

Beban penjualan membengkak 30% yoyo sehubungan dengan volume penjualan yang lebih tinggi. Sementara beban umum dan administrasi efisien sebesar 29% yoy.

Bisnis di Luar Batu Bara

Adapun pendapatan keuangan ITMG meningkat dari US$ 17 juta menjadi US$ 20 juta pada semester I-2024. Beban keuangan turun tipis dari US$ 1,8 juta pada 6M23 menjadi US$ 1,7 juta pada 6M24.

Alhasil, pendapatan ITMG dari penjualan batu bara kepada pihak ketiga terpangkas dari sebelumnya US$ 1,24 miliar, menjadi US$ 983 juta.

Namun, pendapatan ITMG dari penjualan batu bara pihak ketiga seperti China Bai Gui International Trade Ltd. masih menorehkan peningkatan dari US$ 112 juta menjadi US$ 143 juta.

Sedangkan, pendapatan dari Shenhua Hong Kong International Trading Ltd. longsor menjadi US$ 80 juta dari sebelumnya US$ 170 juta.

Meski, sebagian besar pendapatan dari penjualan batu bara kepada pihak ketiga turun, pendapatan bersih ITMG dari pihak berelasi melejit dari US$ 51,39 juta menjadi US$ 52,34 juta.

Begitupun dengan pendapatan ITMG dari bisnis di luar batu bara seperti jasa yang tumbuh menjadi US$ 256 juta dari sebelumnya US$ 2,34 juta, dan bisnis lain-lain yang berkontribusi sebesar US$ 10,93 juta.

Di tengah pendapatan dan laba yang tergerus tersebut, Manajemen ITMG menyampaikan, produksi dan volume penjualan ITMG pada paruh pertama tahun ini mencetak kenaikan masing-masing sebesar 14% dan 9% yoy menjadi 10,8 Mt.

Total aset pada akhir Juni 2024 turun sebesar 1% ytd menjadi US$ 2,16 miliar dibanding posisi akhir 2023 yang sebesar US$ 2,18 miliar. Saldo kas pada akhir Juni 2024 naik sebesar 3% secara ytd menjadi US$ 877 juta dari US$ 851 juta pada akhir 2023. Kas dan setara kas per 30 Juni 2024 mencerminkan 41% dari total aset ITMG.

Total liabilitas ITMG per Juni 2024 juga menurun menjadi US$ 385 dari periode sama tahun sebelumnya US$ 399 juta. Ekuitas ITMG juga melorot dari US$ 1,78 miliar per 31 Desember 2023 menjadi US$ 1,77 miliar per 30 Juni 2024.

Dengan demikian, ITMG mempertahankan neraca yang sehat dengan total aset hanya berubah sedikit sebesar 1%. Kabar lainnya, dua tambang ITMG yakni Graha Panca Karsa (GPK) dan Tepian Indah Sukses (TIS) yang berlokasi di Kalimantan Timur juga kini telah memasuki masa produksi di 6M203. 

Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #itmg #saham-itmg #indo-tambangraya-megah #laba-itmg #harga-batubara #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/370041/laba-indo-tambangraya-itmg-terpangkas-pelemahan-harga-batu-bara